Sukses

Lifestyle

Hubungan Intim dan Berat Badan, Saling Berpengaruh!

Next

Pengonsumsian makanan tak bergizi sampai minimnya aktivitas fisik menjadi biang kerok makin “populer”-nya istilah “kegemukan”. Fenomena ini pun menjadi perhatian serius di seluruh  dunia, dan menghasilkan sejumlah penelitian yang menegaskan kalau kelebihan berat badan tak cuma membahayakan kesehatan penderitanya, tapi juga membuatnya tak mujur di ranjang. Mengapa begitu?

Kegemukan, identik dengan penyakit tertentu

“Aku memiliki tubuh di atas rata-rata, dan sulit terangsang sampai pasangan sering mengeluh. Kebetulan, atau ada hubungannya dengan bobot tubuh?” tanya Melissa (30, musisi). Dr. Wimpie Pangkahila—guru besar FK Universitas Udayana dan Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) kemudian menjelaskannya.

Bisa jadi kegemukan Melissa menimbulkan penyakit yang membuat fungsi seksualnya terganggu. Penyakit yang membuat penderitanya lebih sulit terangsang, apalagi mencapai orgasme. Artinya, kegemukan memang berpengaruh terhadap kehidupan seksual seseorang, tapi tidak secara langsung. Kegemukan bisa menjadi pemicu perubahan kondisi tubuh karena sebab lain, yaitu membuat hormon tak seimbang dan juga membuat pergerakan fisik terbatas. “Ketiga hal itulah yang kemudian mempengaruhi fungsi seksual,” ungkap dr. Wimpie.

Kegemukan dan kepercayaan diri yang hilang

Dr. Hans Tandra yang adalah konsultan rumah sakit terkemuka di Surabaya dan pendiri DOME Clinic Obesitas menambahkan kalau kelebihan berat badan memang bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Namun, seseorang dengan berat badan berlebih kadang juga mengalami kesulitan dalam hal psikologis karena kurangnya rasa percaya diri.

Sebuah situs kecantikan geniusbeauty.com pernah mengadakan poll yang melibatkan 4000 orang tahun lalu. Hasilnya, lebih dari 50% mengungkapkan mereka sengaja menghindari aktivitas bercinta karena merasa gemuk dan jadi tak percaya diri. Artinya, kegemukan juga mempengaruhi mood bercinta. Tak sedikit juga yang mengaku pilih bercinta dengan kondisi gelap untuk menutupi bagian tubuh yang kurang sempurna. Kalau sudah begitu, aktivitas seksual kemudian dilakukan hanya sebatas memenuhi kewajiban terhadap pasangan, tak lebih.

Next

“Hal itu juga kulakukan dulu. Aku nggak percaya diri dengan lemak yang menggelambir di bagian perut dan pinggang. Itu membuatku nggak seksi dan takut pasangan jadi ilfil. Namun, berhubungan intim dalam gelap membuat totalitas berkurang, dan lama-lama gairah menurun karena bosan,” aku Linda (24, IT staff).

Kegemukan meminimalisasi ruang gerak

Nungky (29, lawyer) memiliki pengalaman lain soal kelebihan berat badan. Baginya, kegemukan menakutkan bukan karena persoalan bentuk fisik semata, melainkan lebih ke soal kemudahannya beraktivitas. “Suami pernah memprotes berat badanku. Memang nggak naik banyak, tapi perut buncit dan paha yang melebar terasa sekali pengaruhnya di ranjang. Kata suami, aku jadi kurang lincah dan berat badanku membuatnya kewalahan mengangkatku,” jelasnya.

Mengatasi gangguan aktivitas seksual yang berhubungan dengan kesehatan jelas hanya bisa dilakukan dengan berdiet maupun lewat jalan mengobati secara tuntas sumber penyakit. Sementara soal kepercayaan diri yang mempengaruhi mood bercinta, seksolog Boyke Dian Nugraha pernah membahasnya dalam sebuah acara.

Bentuk tubuh sensitif bagi perempuan, sehingga ketika merasa dirinya tak menarik lagi, kepercayaan diri pun hilang. Paparnya, “Padahal, tak sedikit laki-laki yang menganggap pasangannya justru lebih cantik saat montok. Hal semacam itu tak perlu dicemaskan, tapi kalau memang mengganggu ya mau tak mau dicari solusinya.” Kalau dengan berdiet dan berolahraga bisa membentuk tubuh sesuai keinginan, lakukan. Sisi positif yang didapat jelas: tubuh sehat, luwes, dan kembali percaya diri di ranjang. Begitulah, a good sex life takes time and effort to maintain.

;
Loading