Sukses

Lifestyle

Tips Bugar Selama Puasa ala Lisa Namuri

Next

Lisa Namuri

Jakarta Berolahraga saat sedang berpuasa itu nampaknya mustahil. Berpuasa sebulan penuh sudah berat, apalagi ditambah harus berolahraga, ya nggak Fimelova? Tapi pertemuan singkat kami dengan Lisa Namuri dua pekan lalu, cukup mengubah persepsi tentang berolahraga selama kita menjalankan ibadah puasa. Meski singkat, Ibu dua orang anak yang juga instruktur pilates profesional ini sempat memberikan tips-tips yang bisa dilakukan sendiri. Bahkan, dari meja kerja kamu. �Berolahraga itu berarti berterimakasih pada pemberian Tuhan, Tuhan sudah memberikan tubuh ini, kan?� cerita Lisa, yang juga brand ambassador untuk kosmetik Wardah itu.

 

Perhatikan asupan makanan selama berpuasa

Sebagai praktisi kebugaran, juga host sebuah acara jalan-jalan di televisi swasta, Lisa juga menekankan pentingnya memperhatikan asupan makanan selama puasa. Supaya tubuh nggak cepat kehilangan energi.

�Jangan makan terlalu kenyang, sebisa mungkin konsumsi makanan organik. Makanan organik itu makanan yang sesedikit mungkin mengandung bahan pengawet, sesedikit mungkin proses pengolahanannya (tidak lama). Saat kita terlalu kenyang apalagi kita makan makanan yang sulit dicerna, pencernaan kita akan bekerja sangat keras. Energi yang diambil dari tubuh kita akan banyak, kita jadi akan cepat lapar,� papar Lisa.�Asupan  yang lebih organik, lebih alami. Sehingga pencernaan kita nggak capek. Lebih bagus lagi, saat kita bisa memperbanyak serat (sayur, buah). Makanan matang juga nggak apa-apa, asal prosesnya nggak terlalu lama. Semakin lama prosesnya, nanti susah dicerna,� jelas Lisa lagi.

Next

 

Lisa Namuri

Olahraga yang sesuai untuk mereka yang berpuasa

�Bicara olahraga, saat sedang berpuasa lihat dulu aktivitas kita sehari-hari seperti apa,� jelas Lisa lagi.�Kalau pekerjaan kita jurnalis, misalnya. Sebenarnya, jurnalis adalah orang-orang yang nggak perlu berolahraga terlalu banyak, karena pekerjaan sehari-hari kita juga cukup dinamis, melibatkan banyak gerak. Apalagi, saat mengejar berita,� tambah Lisa.

�Kalau kita nggak bergerak, perputaran energi tidak ada. Itu bisa bikin lemas, ngantuk� lanjut Lisa. Hal yang sama terjadi pada mereka yang menjalani puasa dengan tidur-tiduran saja, pasti lemas. Karena energi nggak berputar di tubuh yang seharian tidur-tiduran itu.� Karena itu, Lisa menganjurkan olahraga ringan di saat puasa, bagi mereka yang pekerjaannya memang tidak banyak wara-wiri, alias terbatas di belakang meja saja.�Harus disempatkan untuk olahraga.�

Pertanyaan seberapa besar kita butuh olahraga dan berapa lama kita harus berolahraga, menurut Lisa, adalah pertanyaan yang hanya kita sendiri yang bisa jawab. �Kita sendiri yang bisa menilai. Aktivitas fisik saya sudah cukup apa belum. Tiap orang kapasitasnya berbeda, apalagi bila punya target untuk menurunkan kadar lemak dalam tubuhnya, harus menambah sesi olahraga,� jelas Lisa.

Little work out yang bisa dilakukan saat puasa?

�Olahraga ringan saja cukup. Stretching, misalnya. Itu sambil duduk juga bisa. Tangan ditarik ke atas, bawa ke samping. Peregangan seperti itu cukup untuk melancarkan peredaran darah, melemaskan sendi-sendi kita yang kaku. Jika memungkinkan, jalan-jalan ringan juga bisa,� jelas Lisa kemudian. Waktu yang paling pas? 30 menit sampai 1 jam sebelum berbuka, supaya nggak dehidrasi.

Ingin yang agak serius? Lisa menganjurkan plank. Meski kelihatannya sederhana, plank yang memang menguji daya tahan tubuh ini tidak memerlukan alat sama sekali untuk melakukannya. �Plank adalah olahraga yang bagus untuk perut. Saat melakukannya, pastikan panggul sama tingginya dengan bahu,� saran Lisa. Posisi plank yang benar akan menahan beban tubuh di atas tangan dan kaki yang dibuang lurus ke belakang. �Plank itu sederhana, tapi komplit. Karena otot perut, kaki, bokong, panggul semua sudah dilatih bersamaan saat kita melakukannya. Lakukan 30 detik saja dulu dengan napas teratur, bila kita bukan tipe yang biasa berolahraga,� tambah Lisa lagi.

Kamu merasa selama bulan puasa ini pekerjaanmu hanya berkutat di meja saja? Mulailah berolahraga, sudah ada olahraga ringan dari Lisa Namuri yang bisa kamu praktikan sendiri. Jadi, puasa sebulan penuh nggak ada yang namanya lemes dan ngantuk.

Loading