Sukses

Lifestyle

Info Kesehatan: Hati-Hati! Kantuk Berlebihan Merupakan Tanda Penyakit

Next

info kesehatanSebelumnya, kami sempat membahas tentang salah satu gangguan tidur yang cukup populer, ngorok, dan juga gangguan tidur yang populer beberapa waktu belakangan ini, sleep texting. Kali ini, masih bersama dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran. Kali ini, kami berbincang masalah kantuk berlebihan.

Sering merasakan kantuk yang tidak kunjung habis? Atau masih sering merasa lelah dan lesu walaupun sudah tidur dalam waktu yang cukup panjang? Bisa jadi kamu menderita hypersomnia, Fimelova. “Gangguan tidur yang sering dikeluhkan orang, pada dasarnya bisa diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar, yakni parasomnia, hypersomnia, insomnia. Hypersomnia adalah orang yang selalu merasakan kantuk berlebihan. Perlu dicatat, kantuk berlebihan, bukan kebanyakan tidur karena tidak ada istilah kebanyakan tidur,” dr. Andreas memberikan info kesehatan ini pada FIMELA.com di tempat praktiknya.

Nah, buat kamu yang merasa kebanyakan tidur, tapi merasa nggak pernah bisa membayar kelelahan yang kamu rasakan, berhati-hatilan bisa jadi kamu menderita hypersomnia. dr. Andreas menjelaskan bahwa seseorang yang menderita hypersomnia tidak akan pernah merasa cukup istirahat sekalipun mereka sudah beristirahat dengan durasi cukup.

Next

info kesehatanPerlu kamu ketahui Fimelova bahwa hypersomnia juga biasanya terjadi karena adanya hutang tidur yang tinggi dan bukan tidak mungkin ini bisa menuntun kamu kepada gangguan tidur lainnya, seperti sleep texting dan sejenisnya. Bersama dr. Andreas, melalui info kesehatan ini, setidaknya kamu bisa meminimalisasi hutang tidurmu agar tidak terserang berbagai gangguan tidur.

“Berbicara soal tidur, pastinya kita membahas proses tidur berkualitas. Kalau yang menderita hypersomnia, biasanya kualitas tidur mereka jelek dan terpotong-potong. Dengan demikian, tetap saja mereka memiliki hutang tidur tinggi walaupun durasi tidur sudah mencukupi atau bahkan lebih,” Dokter yang mengasuh akun @IDTidurSehat ini menjelaskan.

“Tidur yang ideal 6-7 jam. Kurang atau lebih bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Banyak yang mengatakan bahwa tidur dalam durasi lama tidak baik untuk kesehatan jantung. Padahal, jika seseorang bisa tidur hingga lebih dari 7 jam bisa jadi karena mereka merasakan kantuk berlebihan dan bukan tidak mungkin mereka menderita sleep apnea (gangguan tidur). Kalau sudah seperti ini, jelas sleep apnea memang tidak baik untuk kesehatan jantung,” dr. Andreas kembali memberikan penjelasan detail info kesehatan tidur kepada FIMELA.com.

So, Fimelova, mulai tergelitik dengan penjelasan yang diberikan oleh dr. Andreas karena ternyata kamu mengalaminya? Demi kebaikanmu, tidak ada salahnya kamu mulai mengonsultasikan gangguan-gangguan tidur yang biasa kamu alami sebelum memburuk.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading