Sukses

Lifestyle

Rangkaian Bunga Bergaya Kebun Eropa Lahirkan Bisnis Baru yang Menjanjikan!

Kegiatan merangkai bunga kini bukan lagi sekadar hobi untuk mengisi waktu luang. Bila diseriuskan, nggak menutup kemungkinan berujung menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Telah dibuktikan oleh Natasha Roesli, perempuan cantik yang kini kerap sibuk posting hasil karyanya di instagram @atelierfleuri. Terhitung sejak memulai bisnis bunga di tahun 2013, pelanggannya kini mulai bertambah banyak, mulai dari perorangan hingga perkantoran.

Semula bisnis yang dijalaninya berawal dari hobi. “I am very passionate about food, flowers, and traveling. Dari dulu saya suka beli buku mengenai floral management  dan saya pernah mengambil workshop singkat seputar bunga di Australia dan Prancis,” ungkapnya saat ditemui FIMELA.com. “Dari pengalaman itu, saya mulai latihan merangkai bunga dan memberikannya ke teman sebagai hadiah. Setelahnya, saya malah diminta membuat bouquet bunga di beberapa pernikahan di Sydney. Sampai pada akhirnya saya putuskan buat istirahat dari dunia kulinari –Natasha memiliki sebuah bisnis restoran di Australia dan kembali ke Indonesia untuk memulai bisnis bunga, Fleuri. "Nah, sejak itulah Fleuri mulai hadir dan berkembang hingga sekarang,” tambahnya menjelaskan.

Yang unik dari Fleuri, bisnis rangkai bunga ini mengedepankan gaya European garden style. Intinya, tidak ada aturan baku buat merangkainya dan ia bebas menyalurkan keinginan untuk memadukan satu bunga dengan bunga lainnya. “Its just like the natural state of flowers growing in the garden,” ungkapnya.

Selain memang fokus dalam merangkai bunga, Fleuri juga belakangan menjual Terrarium, tanaman mungil berjenis succulent dan kaktus yang ditaruh dalam wadah menarik, seperti plastik, kotak kayu atau kaca, yang kembali booming di tahun ini. “Orang suka sekali membeli Terrarium karena nggak perlu repot mengurusnya, asal kena matahari, berada di temperatur yang benar dan disiram 1-2 kali seminggu, tanaman tadi akan tumbuh,” tuturnya.

Dalam menjaga kualitas rangkaian bunga yang ia hasilkan, Natasha mengaku terpaksa harus membeli bunga impor. “Sangat disayangkan memang karena semua bunga yang saya pake 98% impor. Di Indonesia, variasi bunga yang ada sangatlah terbatas. Semoga di masa mendatang, perkebunan bunga Indonesia bisa menghasilkan variasi bunga yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik,” harapannya.

Meski sudah dikenal di kalangan pengguna instagram, Natasha mengaku ingin bisa membuka sebuah toko dalam waktu dekat. “Semoga bisa menemukan lokasi yang perfect. Doakan saja, ya!," katanya. Sebelum menutup perbincangan, perempuan yang murah senyum ini memberitahu keuntungan menjadikan hobinya sebagaik pekerjaan. “I love my work truly. It doesn't feel like work! It feels like you work so hard for your hobby and personal growth and you are getting paid at the same time. Saya berharap, saya bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama," tutupnya.

So, siap mencoba peruntunganmu buat menjadikan hobi sebagai bisnis, Fimelova?

;
Loading