Sukses

Lifestyle

Kasual dan Elegan, Inspirasi Hunian Nyaman dari Yuni Jie

Yuni Jie

Dalam buku terbarunya yang berjudul "The Art of Casual Elegance", interior designer Yuni Jie menekankan betapa pentingnya memiliki rumah yang bersahabat dengan penghuninya.  Dalam kata sambutan di buku setebal 500 halaman itu, Ibu satu anak ini mengungkapkan bahwa tidak jarang, dengan kesibukan kita sebagai penduduk di kota besar kita justru terasing di dalam rumah kita sendiri. Pernyataan yang cukup membuat kita berpikir sebenarnya.

Sudah sejauh mana kita merasa nyaman di rumah sendiri.

"The Art of Casual Elegance" bertutur lewat halaman-halaman yang penuh dengan inspirasi-inspirasi berupa foto-foto. Yang kami rasa makin memudahkan siapapun yang memiliki buku ini di coffee table mereka di rumah. “Mendapatkan gaya rumah yang kasual tapi elegan itu gampang-gampang susah, lho. Sama seperti menata penampilan sehari-hari. You can’t try too hard,” jelas perempuan yang juga punya personal style keren ini, saat kami jumpai di sebuah acara.”

Yuni Jie

“Dari buku ini saya ingin mengajarkan cara menata rumah yang effortlessly cool, seperti perempuan-perempuan di Paris,” lanjut Yuni Jie lagi.

Pemilihan dan pengemasan sampul buku ini juga cukup menarik, selain dimensinya yang begitu besar. Sampul hard cover warna hitam, dengan foto Sang Penulisnya sendiri jadi satu kesatuan yang redup. “Saya ingin buku ini mencuri perhatian, tanpa harus berteriak lewat warna-warna terang atau detail yang mencolok,” jelas Yuni Jie.

Membuka halaman-halaman di buku ini, bisa saja tercetus keinginan untuk memilki rumah yang seisinya mencerminkan siapa kita, dan menjadi signature yang jelas dari diri kita sebagai pemiliknya. Di mana perjalanan hidup kita bisa tercermin, bahkan hingga pada sisi pemilihan furniture. Komunikasi, antara kita dan rumah – menurut Yuni Jie.

Yuni Jie

Satu sisi rumah bisa mengingatkan kita pada masa kecil. Sisi yang lain pada perjalanan menyenangkan bersama orangtua. Sisi lainnya lagi mungkin bisa mengingatkan kita pada liburan romantis dengan pasangan. Di sinilah, rumah menjadi sesuatu yang sangat personal. Terhubung secara pribadi dengan pemiliknya, kita sendiri.

Last but not least, kata Yuni Jie, kita harus tahu batas di mana kita harus berhenti mengisi  (menata) rumah dengan barang-barang yang kita inginkan. Sophisticated, rileks tapi juga modern. And not overdoing it.

;
Loading