Sukses

Lifestyle

Chef 3 Bintang Michelin, Massimo Bottura Yakin Masakan Indonesia Bisa Mendunia

Jakarta Mungkin sebagian dari perempuan lebih suka mengeluarkan uang untuk mendapatkan fashion item terbaru dari rumah mode terkenal. Sebagian lagi rela menghabiskan uang mereka untuk mendapatkan produk-produk kecantikan. Tapi tidak sedikit perempuan yang lebih suka menyisihkan uang untuk menyantap hidangan kelas atas di restoran terkenal.

Rasa makanan yang unik yang tidak dapat dibandingkan dengan hidangan manapun menjadi alasan utama mengapa menyantap makanan fine-dining masih menjadi favorit banyak orang. Selain itu merasakan hidangan ala chef papan atas di restoran dengan ambience yang mewah juga menjadikan pengalaman ini tidak terlupakan.

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mencicipi langsung hidangan fine-dining dari Chef Massimo Bottura yang mendapatkan gelar “Three Michelin Stars” di tahun 2011. Bila sebuah restoran sudah mendapatkan Michelin Stars ini berarti restoran bersangkutan sudah mencapai prestasi tertinggi di bidang kuliner. Baik itu soal layanan, maupun kualitas makanan yang disajikan. Bintang Michelin ini bervariasi, 1 sampai yang paling tinggi, 3. Michelin Stars ini adalah patokan prestasi yang wajib dipertahankan, karena bila kualitas menurun, 'bintang penghargaan' yang dianggap tertinggi di bidang kuliner ini bisa diambil kembali.

Sedikit mengenai Chef Bottura, ia memiliki restoran Osteria Francescana di Italia yang telah dibuka selama lebih dari dua puluh tahun, dan restoran ini pun masuk dalam daftar “The World’s 50 Best Restaurant”. Pencapaiannya tidak hanya berhenti disitu. Di tahun 2014, ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul "Never Trust a Skinny Italian Chef" yang sudah diterjemahkan kedalam empat bahasa.

Bertempat di Hotel Mulia Senayan, saya melihat langsung bagaimana Chef Bottura mempersiapkan semua hidangan andalannya. Menyantap enam makanan istimewa dimulai dari appetizer hingga dessert, saya tertegun dengan setiap rasa dari hidangan tersebut. Setiap makanan yang dihidangkan memiliki filosofi dan pemikiran tersendiri, tentang mengapa Chef Bottura memilih bahan-bahan tersebut untuk dihidangkan.

Seperti contohnya Riso-Pizza yang menggabungkan dua makanan khas Italia yaitu risotto dan juga pizza. Chef Bottura berfikir tentang mengapa seseorang harus memilih salah satu hidangan tersebut, bila mengabungkannya justru bisa menghasilkan rasa yang luar biasa. Risotto yang direndam selama sembilan jam di dalam keju dan susu menghasilkan rasa yang gurih dan tekstur yang creamy dan lembut. Kemudian dipadukan dengan saus tomat khas Italia dan daging cincang seperti yang pizza pada umumnya. Dan begitu saya merasakannya, saya benar-benar tidak bisa melupakan bahwa itu risotto sekaligus pizza terenak yang pernah saya makan.

Terakhir berbicara mengenai prospek masakan Indonesia didunia kuliner Internasional, Chef Bottura merasa heran mengapa masakan Indonesia yang memiliki rasa fantastis tidak mendunia seperti masakan Jepang atau Cina. Proses yang tidak rumit namun dengan rasa yang unik bisa membuat masakan Indonesia menjadi hidangan fine-dining di restoran mewah manapun.

Menurutnya, untuk menjadikan masakan Indonesia mendunia butuh sentuhan chef muda Indonesia yang punya pemikiran modern dan teknik unik dengan menggabungkan masakan Indonesia dengan hidangan western. Tidak kalah penting, peranan pemerintah Indonesia untuk mendukung para chef Indonesia untuk mengekplorasi masakan dunia dan membawa masakan Indonesia ke kancah Internasional.

;
Loading