Sukses

Lifestyle

Keuntungan Jadi Pemimpin Perempuan Menurut Emily Subrata

Jakarta Menjalankan bisnis keluarga memang sekilas tampak mudah karena kita tak perlu membangun dari nol. Namun, hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Emily Subrata, Direktur dari Sudamala Resorts. Posisi Direktur yang diembannya memiliki tanggung jawab yang tak main-main. Saat berkunjung ke kantor FIMELA.com beberapa waktu lalu, Emily membagikan pengalaman dan kesan-kesannya bekerja dalam bisnis perhotelan sekaligus cara pandangnya tentang perempuan sebagai pemimpin. 

Sudamala Resorts merupakan hotel dan resort yang berlokasi di Bali dan Lombok. Dibanding resort lainnya di Bali, Sudamala Resorts yang dijalankan oleh keluarga ini menawarkan banyak hal kepada para pengunjung seperti kehangatan, keramahtamahan, dan pengalaman unik.

“Konsep besar Sudamala adalah butik. Kami mengutamakan unique experiences yang berfokus pada budaya lokal dan seni. Kita ingin menjembatani antara tamu dan komunitas lokal. Ketika tamu sudah merasa nyaman di hotel, kita bisa memberikan pengalaman unik kepada mereka dengan cara memanggil seniman lokal untuk mempertunjukkan kesenian Bali,” terang Emily.

Next

Dengan begitu banyak tanggung jawabnya sebagai Direktur, Emily tahu betul tantangan yang dihadapinya dalam memimpin para staf hotel. Dari sekian banyak karakter yang ia temui, ia harus bisa beradaptasi dengan setiap rekan kerjanya. Dan keuntungan menjadi perempuan dalam memimpin sangat dirasakan oleh si penyuka traveling ini. Ia merasa jadi lebih mudah mengontrol dirinya sesuai dengan karakter masing-masing individu.

Saat ditanya apakah ia sosok pemimpin yang galak, Emily sempat tertawa dan mengungkapkan pandangan personalnya mengenai sosok pemimpin perempuan. “Menurutku pemimpin perempuan pada umumnya memimpin dengan intuisi dan hati. Perempuan cenderung lebih bisa mengatur naik-turunnya emosi dan cara memperlakukan orang. Kadang kita harus keras dengan orang ini, kadang kita harus lembut dengan yang satunya lagi,” tuturnya.

“Leading by doing” adalah satu hal yang diyakini sulung dari dua bersaudara ini, Fimelova. Untuk memimpin sekitar 160 staf, ia harus bisa mencontohkan sesuatu yang bisa diikuti oleh anak buahnya. Emily bahkan mengaku nggak masalah jika ia yang harus memikul rasa lelah yang dialami rekan kerjanya. “I don’t like barking orders karena nggak efektif,” aku perempuan yang hobi membaca ini.

Sudamala Resorts

Nggak dipungkiri, perempuan cenderung moody apalagi jika sudah masuk masa menstruasi. Biasanya, masa-masa bad mood PMS suka merembet ke orang-orang di sekitar kita. Suasana hati yang berubah-ubah saat PMS nyatanya nggak mempengaruhi kinerja perempuan berambut pendek ini, Fimelova. Emily menyarankan agar kita untuk lebih mengenali tubuh dan pikiran kita.

You just have to handle yourself first. Jangan sampai mood yang berubah-ubah dibawa ke dalam pekerjaan dan merembet kemana-mana.”

Next

And being a female leader is not only about how to treat everyone else. Ada passion yang mengarahkannya untuk mencintai pekerjaannya ini. Pernah tinggal di Sydney, Australia selama 15 tahun, Emily mendapat gelar Bachelor of Arts dari University of Sydney. Kemudian ia kembali ke Indonesia untuk bekerja di Sudamala Resorts yang merupakan perusahaan keluarganya. Karena tidak mempunyai background pendidikan perhotelan, Emily memutuskan melanjutkan pendidikan Executive Master of Business Administration in Hospitality Management di Ecole hoteliere de Lausanne, Swiss untuk menguasai bidang hospitality.

Basically, I can make a lot of differences in everything with my team. Perhotelan adalah industri yang menarik dimana kita dituntut untuk bekerja keras. A lot of hard work, but there’s a lot of fun as well. Bagian menyenangkan dari pekerjaan saya adalah memastikan bisnis ini berjalan dengan sehat serta orang-orang tahu dan bisa menikmati nyamannya tinggal di Sudamala Resorts.”

Bagi Emily, passion adalah hal terpenting yang harus dimiliki ketika akan terjun di industri hospitality. Namun, passion ini pada dasarnya nggak terpatok pada dunia perhotelan saja, tapi juga semua bidang.

“Walaupun punya background yang berbeda lalu terjun di dunia yang berbeda dari pendidikan tersebut, maka akhirnya kita bisa mengubah passion karena itulah yang benar-benar kita inginkan. Dan biasanya orang-orang seperti itulah yang akan lebih sukses karena mereka lebih cinta pada bidang yang mereka dalami. Having passion and understanding how the industry works are very important. Love of what you do and love of your place really do make a difference.”

Next

Emily mengaku industri perhotelan adalah sesuatu yang sangat dicintainya. Bekerja untuk bisnis keluarga membuat pekerjaannya semakin menarik. Jika saja dia bekerja di hotel lain, ia belum tentu menyukainya. Namun, dengan bekerja di perusahaan keluarga, hal tersebut mendorongnya menjadi lebih totalitas dan meyakini bahwa pekerjaan ini adalah the thing she’d like to die for.

Selain passion dan menikmati pekerjaan, Emily menambahkan satu poin lagi yang wajib dimiliki orang yang ingin terjun ke dalam dunia pariwisata. Baginya, sekolah pariwisata sangatlah penting. Seperti dirinya yang mengejar pendidikan perhotelan, baginya pendidikan memberikan rasa percaya diri lebih.

Well, melihat sosok Emily, ternyata passion, mencintai pekerjaan, dan memiliki attitude yang baik adalah beberapa kunci penting when it comes to leading. Don’t be scared of doing something new and be a good female leader who can inspire others.

Loading
Artikel Selanjutnya
Tahun Baru di Hotel dengan Suasana Tropikal di Pusat Jakarta Utara
Artikel Selanjutnya
Pop Shop BT21 di Jakarta Terbesar Se-Asia Tenggara, Yuk Intip