Sukses

Lifestyle

Rumah Bergaya Kolonial di Pulau Dewata

Jakarta Tak pernah bosan rasanya berlibur ke Bali karena selalu ada hal baru yang ditawarkan Pulau Dewata ini. Salah satunya adalah tempat penginapan. Akhir pekan lalu, FIMELA diundang oleh Rumah Luwih untuk merasakan pengalaman menginap di sana. Merupakan hotel baru di kawasan Gianyar, Rumah Luwih menawarkan konsep yang berbeda dari kebanyakan hotel lainnya di Bali.

Terletak di tepi Pantai Lebih Gianyar, Rumah Luwih didesain oleh arsitek ternama Indonesia, Hadiprana. Hotel dan resort ini mengangkat arsitektur dan desain interior bergaya kolonialisme Belanda yang dipadu pula dengan budaya Tiongkok dan Bali.

Suasana di sana terasa homey. Setiap detail di Rumah Luwih kaya akan sentuhan antik dan klasik dengan pemakaian kayu, rotan, anyaman, dan silk. Sesuai dengan namanya, Luwih yang berarti “luas” dalam bahasa Sansekerta, ukuran kamarnya pun terasa lapang. Rumah yang luas, membuat kita merasa sedang berada di rumah nenek.

Setiap sudut Rumah Luwih memberi suasana “tempo doeloe” yang terbilang masih sangat jarang ditemukan di Bali. Tangga panjang meliuk ke lantai dua mengingatkan kita akan bangunan-bangunan bersejarah Belanda. Belum lagi berbagai pajangan di sepanjang lorong maupun ruangan, seperti ukiran kayu, guci, dan patung menambah kesan tradisional etnik yang begitu kuat.

Berjalan ke halaman belakang, panorama yang dihadirkan adalah hamparan birunya pantai. Deburan ombak dan tiupan angin pantai membuat kami merasa semakin cozy menginap di hotel ini. Apa lagi yang dicari saat bertemu pantai? Menyaksikan langsung keindahan sunrise dan sunset di ujung horizon. Dan semua itu melengkapi pengalaman tak terlupa saat menginap di Rumah Luwih.

Lokasi Rumah Luwih terbilang jauh dari pusat keramaian. Dibutuhkan kendaraan untuk menuju destinasi favorit di Sanur atau Kuta. Meski begitu, Rumah Luwih sangat dekat dengan Taman Safari yang bisa dijadikan tujuan wisata bersama pasangan maupun keluarga.

Kebanyakan pengunjung yang menginap di sana merupakan pasangan honeymoon dan keluarga. Turis-turis Eropa bahkan dapat menghabiskan liburan mereka di sana selama seminggu atau lebih. Tentu, karena suasana tenang dan jauh dari kebisingan yang membuat mereka betah berlama-lama menginap di boutique hotel ini.

Loading