Sukses

Lifestyle

Kata Hillary, Kekalahan Tak Akan Menghentikan Perempuan Manapun Untuk Kejar Cita-Cita

Jakarta Image via @hillaryclinton

Masih hangat soal pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, yang membawa hasil Donald Trump menang terhadap Hillary Clinton dengan selisih perolehan suara yang tidak jauh berbeda. Meski hasilnya mengecewakan bagi Hillary dan para pendukungnya, politisi dari Partai Demokrasi ini tetap semangat berpidato di depan warga AS.

------------------

THROWBACK STORY: LANGKAH BESAR HILLARY CLINTON JADI PEREMPUAN NO. 1 DI DUNIA

------------------

Bertempat di New Yorker’s Hotel Ballroom, pagi hari tepat setelah pengumuman hasil pemenang presiden pada malam harinya, Hillary memberikan pidato motivasi yang ditujukan kepada para staf dan pendukungnya. Tampil dalam busana berwarna ungu (yang dianggap sebagai percampuran warna bendera Amerika Serikat, merah dan biru), Hillary tak lupa menyebutkan perhatiannya pada kaum perempuan.

"Untuk para perempuan, terutama para perempuan muda yang memberi kepercayaan pada saya dan kampanye ini, saya ingin sampaikan bahwa tak ada yang bisa membuat lebih bangga selain menjadi juara kalian. Saya tahu bahwa kita masih belum mampu memecahkan menara kaca yang tinggi dan tebal itu. Tapi, suatu hari nanti, pasti seseorang akan melakukannya. Mudah-mudahan tak akan selama yang kita pikirkan saat ini. Dan bagi semua gadis-gadis kecil yang menyaksikan ini, jangan pernah ragu bahwa kalian adalah berharga dan powerful dan berhak mengambil semua kesempatan di dunia ini, dan mewujudkan mimpi-mimpi kalian," semangat Hillary.

------------------

RELATED STORY: PARA PEREMPUAN DI BALIK KAMPANYE HILLARY CLINTON DAN DONALD TRUMP

------------------

Pesan yang kuat ini sontak membuat para pendukungnya yang hadir pada kesempatan tersebut meneteskan air mata. Meski tak berhasil merebut kursi kepresidenan di White House, Hillary dengan berbesar hati memberikan selamat kepada Donald Trump, dan bahkan menyatakan bersedia bekerja sama dengannya atas nama negara.

Cover photography by Marco Grob (2009) Via Time magazine.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ingin Umur Panjang? Ini Rahasia dari Perempuan Tertua Berusia 114 Tahun di Amerika Serikat
Artikel Selanjutnya
Ragam Pilihan Mainan Sains yang Legendaris untuk Mengoptimalkan Perkembangan Anak