Sukses

Lifestyle

Ketidakadilan atas Perempuan Meningkat, Miss Universe 2017 Punya Solusinya

Jakarta Sarjana Bisnis Manajemen kelahiran 1995, Demi-Leigh Nel-Peters asal Afrika Selatan berubah total hidupnya hari ini setelah dimahkotai sebagai Miss Universe 2017. Nel-Peters menyisihkan 91 kontestan lain, termasuk perwakilan Indonesia – Bunga Jelitha, yang sayangnya bahkan tak masuk 16 besar – dan menggantikan Miss Universe 2016, Iris Mittenaere asal Prancis.

Dengan format agak berbeda, Miss Universe tahun ini cukup memperlihatkan kemampuan intelektual para kontestan lewat pre-taped interview sepanjang acara. Jadi, tak hanya di sesi pertanyaan atas panggung yang biasanya jadi jatah finalis setelah 10 besar. Acara ini pun masih dipandu oleh komedian Steve Harvey yang di tahun 2015 salah mengumumkan nama pemenang.

Sebulan setelah menyandang status sebagai Miss Afrika Selatan, Nel-Peters mengalami penodongan. Insiden ini menjadi awal campaign #Ubreakable yang ia jalankan. Dimana Nel-Peters secara aktif mengajar bela diri bagi perempuan, bila tiba-tiba berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Ia pun diprediksi akan menyisipkan campaign ini dalam tugasnya sebagai Miss Universe.

Latar belakang ini somehow cocok dengan pertanyaan yang dapatkan di sesi QA saat event Miss Universe berlangsung, yakni pendapatnya mengenai masalah penting yang bisa dialami perempuan di lingkungan kerja. Tentu, pembayaran upah yang wajar dan potensi pelecehan adalah 2 hal yang sedang banyak dibicarakan beberapa waktu terakhir. “Di sebagian pekerjaan, perempuan hanya mendapatkan 75% dari apa yang dilakukan oleh laki-laki untuk jumlah yang sama. Saya yakin ini tidak adil. Menurut saya, seluruh perempuan di dunia harus mendapatkan upah yang pantas sesuai dengan beban kerja yang pantas pula,” jawab Nel-Peters.

Nel-Peters menjadi Miss Afrika Selatan kedua yang mendapat gelar Miss Universe, setelah 1978. Miss Universe 2017 juga mencatat sejarah, dengan menampilkan kontestan terbanyak, dengan 3 kontestan berasal dari 3 negara yang baru ikut untuk pertama kalinya. Mereka adalah Laos, Cambodia, dan Nepal.

Image: AP-Image

Loading