Sukses

Lifestyle

Cepat dan Chic, Atlet Lari Andalan Indonesia di Asian Games 2018 Emilia Nova

Jakarta
 

A post shared by emilia nova (@emilianovanv) on

 

FIMELA bertemu dengan atlet lari DKI Jakarta bertubuh super fit Emilia Nova di sebuah event NIKE beberapa waktu lalu. Ia menjadi salah satu atlet lari terpilih yang memperkenalkan NIKE React, sepatu terbaru NIKE yang di-claim sangat nyaman, responsif dan punya usia lebih panjang ketimbang sepatu lari lain.

Menyandang status atlet, bertubuh bagus, perempuan bertinggi 173 ini mungkin sekilas membuat kita berpikir bahwa dia juga pantas menjadi model. Tapi, menurut Emil, begitu ia biasa dipanggil, posturnya yang tinggi juga sangat membantunya untuk berlari cepat di lintasan. Salah satu manusia tercepat di dunia, Usain Bolt – yang diidolakan Emil, bahkan punya tinggi badan 1,95 meter. Dan menurut standar olahraga atletik, Emil berada di usia emas (she will be 22 this year) dimana ia bisa sekali mencapai prestasi maksimal di semua cabang yang diikuti.

Menjadi salah satu atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018 depan, Emil memulai karier lari dengan mengikuti lomba-lomba. Sebelum akhirnya masuk klub dan ikut pelatihan khusus. Dengan bimbingan dari pengusaha juga mantan Menteri Perdagangan Bob Hasan, Emil akhirnya bisa menekuni karier sebagai pelari profesional.

 

A post shared by emilia nova (@emilianovanv) on

 

Sebelum berlaga di PON 2016 lalu, Emil sempat mengalami cedera hamstring. Tapi setelah sembuh dan mempersiapkan diri kurang lebih 4 bulan, ia justru memecahkan rekor. This is what we called coming back strong. Bukti bahwa determinasi yang kuat dan persiapan matang tetap bisa membawa kita melampaui cidera yang diderita, dan mencapai prestasi yang diharapkan.

Selain latihan 10 sesi dalam satu minggu saat mempersiapkan diri untuk berlomba, terlihat di Instagram Emil juga menyelinginya dengan latihan beban di pusat kebugaran (that’s where she got all those muscles from). “Sedang berencana juga untuk mencoba Yoga,” imbuhnya saat diwawancarai FIMELA. Kombinasi semua hal ini – termasuk menjaga pola makan - yang menurutnya lagi mampu menjaga kondisi tubuh. Jadi, bukan hanya lari. Dengan fisik prima dan deretan prestasi yang dipegang, tak heran Emil kemudian nampak jadi kesayangan media. Dan meski selalu terlihat dalam sports gear, ia pun tak sungkan berpakaian feminin, post selfie di Instagram. Bahkan Emil sangat memperhatikan bentuk alis dan makeup sebelum berlomba.

Sempat melalui awal karier yang sulit, Emil menegaskan mental adalah hal penting sebagai seorang atlet. “Pengalaman yang tinggi akan membantu mental. Rajin ikut try out, lomba di mana pun akan membuat kita percaya diri. Nikmati saja prosesnya,” cerita perempuan yang sudah mengolah uang bonus prestasi larinya ini menjadi usaha kos-kosan di salah satu kawasan Jakarta. Banyak atlet yang di masa tua hidup mengkhawatirkan, jadi Emil sudah melakukan langkah yang cukup relevan untuk membangun hidup masa depannya.

Lalu, apakah pola hidup seorang atlet hanya diisi latihan dan latihan?

“Tentu ada istirahatnya. Biasanya setelah event besar, kita bisa istirahat sebulan. Di situ saya bisa makan agak bebas. Tapi kalau sedang mempersiapkan lomba, untuk karbo saya memilih kentang, nasi sangat sedikit. Pagi-pagi selalu sarapan dengan granola bila akan latihan. Minum susu low fat. Dan di sela-sela latihan selalu siap sedia dengan protein bar,” paparnya panjang.

 

A post shared by emilia nova (@emilianovanv) on

 

Bagaimana cara berlari yang benar? Dan bagaimana bisa kuat berlari dalam jarak panjang dan waktu yang lama? “Saat berlari, mendaratlah dengan bola-bola telapak kaki (bagian di bawah jari-jari kaki). Bukan jinjit, juga bukan seluruh telapak. Karena lama kelamaan bisa berefek pada tulang kering. Saat mendarat dengan bola-bola telapak kaki, lari akan lebih efektif dan dorongan ke depan jadi lebih kuat,” jelas pelari yang ingin merebut emas di Asian Games 2018, terlebih karena Indonesia akan jadi tuan rumah. “Tambah pola latihan secara periodik. Mulai dengan jarak pendek. Kalau sudah kuat, lari lebih jauh. Lebih cepat,” saran Emil bagi semua yang ingin lebih kuat dalam berlari.

Selain untuk mengharumkan negara, motivasi apalagi yang selalu menguatkan Emil saat berlomba? “Selalu ingat dengan nazar saya untuk orang tua,” tutup Emil.

 

Loading