Sukses

Lifestyle

Fisikawan Stephen Hawking yang Hidupnya Jadi Inspirasi Film Nominasi Oscar, Wafat

Jakarta
 

A post shared by NITCH (@__nitch) on

 

Tentu, rasanya semua media yang menulis tentang wafatnya fisikawan ternama Stephen Hawking akan fokus pada pencapaian-pencapaian akademisnya. Bagaimana ia identik dengan penelitiannya akan lubang hitam (black hole) yang terkenal. Atau, bagaimana sampai akhir hayatnya, sosoknya sudah menjadi bagian budaya pop sampai inspirasi film nominasi Oscars, Theory of Everything (2014), yang dibintangi aktor Eddie Redmayne (yang kemudian memberinya piala Oscars untuk kategori Aktor Terbaik).

Belum sejak Albert Einstein rasanya, ada ilmuwan yang benar-benar ambil bagian dalam hidup modern, dan budaya pop. Jika membayangkan Einstein masih hidup, ia pun pasti muncul di banyak program televisi, atau film. Karena itu yang dilakukan Stephen Hawking, meski hidup di kursi roda. Sejak didiagnosan mengidap ALS (amyotrophic lateral sclerosis) di usia 21 tahun, ia diprediksi hanya bertahan hidup dua tahun. Namun semangat dan kegigihan untuk hidup membuatnya bertahan begitu lama. Bahkan sampai usia 76 tahun – saat ia wafat.

Lebih separuh hidupnya, ia mengandalkan kursi roda dan mesin vokal terkomputerisasi agar bisa berkomunikasi. Mungkin kekuatannya selama ini berasal dari komitmen untuk menunjukkan, bahwa keterbatasan fisik tak bisa menghalangi semangat seseorang. Dan meski hidup di kursi roda, tergantung pada mesin, Stephen Hawking termasuk punya jadwal sibuk untuk semua agenda-agenda ilmiah dan sosial. Ia berbicara untuk NASA di 2014, dan bahkan terbang ke luar angkasa di tahun 2007.

 

Baca juga:

Alicia Vikander di Tomb Raider, Memuaskan atau Mengecewakan?

 

Bagi kita di luar lingkungan ilmiah, Stephen Hawking sering muncul pada kesempatan-kesempatan khusus dan berbagi kutipan-kutipan yang cukup membuat kita berpikir untuk lebih menghargai hidup. Not taking it for granted. Giving it 100%. These are some of them.

 

“Intelligence is the ability to adapt to change.”

 

“Life would be tragic if it weren’t funny.”

 

“Pollution and stupidity are still the biggest threats to mankind.”

 

Tentang pencemaran udara, pemanasan global, perubahan iklim: “We have certainly not become less greedy or less stupid.”

 

“We are just and advanced breed of monkeys on a minor planet of a very average star. But we can understand the Universe. That makes us something very special.”

 

“However difficult it may seem, there is always something you can do and succeed at. While there is life, there is hope.”

 

“I hope to inspire people around the world to look up at the stars and not down at their feet; to wonder about our place in the universe ad to try to make sense of the cosmos.”

 

Baca juga:

Ini Alasan Fitur Gif di Insta Story Menghilang

 

Dan favorit FIMELA…

 

“It would not be much of a universe if it wasn’t home to the people you love.”

Artikel Selanjutnya
Sampai Berperut Six Pack, Alicia Vikander di Tomb Raider Memuaskan atau Mengecewakan?
Artikel Selanjutnya
Hubert Givenchy, Pembuat Gaun Hitam Paling Terkenal di Dunia Wafat