Sukses

Lifestyle

Harus Instagrammable, Tuntutan Pengantin Modern di Pernikahan Mereka

Jakarta
 

A post shared by Andien, Ippe, Kawa, & Miu (@andienippekawa) on

 

Jika diingat-ingat, rasanya yang memulai trend pernikahan dengan embel-embel Instagrammable itu adalah penyanyi Andien di 2015 lalu. Sebagai salah satu selebriti dengan personal style paling chic di industri hiburan tanah air, antisipasi akan pernikahannya yang keren juga semacam tak terhindarkan. Pernikahannya yang bergaya rustic, dengan paduan elemen Jawa juga bohemian modern di daerah Pine Forrest Camp, Maribaya, Lembang itu membangkitkan selera pengantin-pengantin modern untuk visual unik juga tak terlupakan di pernikahan mereka sendiri.

 

The trend

Semua memang berawal dari lokasi. Andien kala itu memilih Pine Forrest Camp yang kabarnya tak begitu populer, namun dipenuhi pinus-pinus yang setelah dihias dengan seksama menciptakan nuansa baru yang saat diabadikan lewat kamera jadi begitu istimewa. Bisa ditebak, sesudah Andien, banyak yang ingin menikah di sana. Every friggin bride-to-be wants it.

Pernikahan yang Instagrammable itu sudah pasti menyentuh level-level terkecil. Sebagai contoh, lihat foto-foto di bawah ini. Dari lokasi, standing party, pelaminan, pakaian pengantin laki-laki dan perempuan, sampai meja makanan dan jalur salaman, semua terlihat apik. Saling terkait dalam benang merah yang menciptakan visual yang sayang tidak diabadikan. Dan bukan tidak mungkin, beberapa area akan mendapat penekanan lebih soal dekor. Dan Indonesia tak kekurangan lanskap yang cantik di Instagram.

 

 

Tapi mari kita cek lagi, apakah benar pengantin-pengantin modern menginginkan dekorasi yang apik di Instagram?

 

The brides confession

“Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan harus cantik di Instagram, mungkin itu hanya 20%. Yang penting, dekorasi menurutku harus yang cocok dengan karakter venue yang dipilih. Dan sebenarnya, cantik difoto itu harus karena itu akan jadi memori yang diingat selamanya,” cerita Irma yang bekerja sebagai Assistant Communication Manager sebuah hotel di Jakarta, dan juga sedang bersiap melangsungkan pernikahannya bulan depan. “Yang merancang detail pernikahan benar-benar aku dan pasangan. Dan aku memimpin setidaknya 50% secara konsep, karena dalam upacara pernikahan banyak detail artistik yang aku rasa lebih dipahami perempuan, daripada laki-laki,” tambah Irma lagi.

 

 

A post shared by Tirtha Bridal (@tirthabridal) on

FIMELA kemudian berbincang dengan Jessica Esther, freelance fashion stylist, yang juga akan menikah Mei depan. Bagi sosok yang bekerja di bidang fashion, keinginan untuk memiliki detail acara pernikahan yang secara visual menarik rasanya akan cukup tinggi. “Dekorasi pilihanku akan bergaya industrial, tapi tetap minimalis. Karena gaya berpikirku rasanya sudah sampai ke Instagram, aku pun suka kalau konsep dekor nanti juga cantik di Instagram. Dan aku beruntung, calon suami setuju-setuju saja dengan semua ide yang kutawarkan,” jelas Jessica yang akan menikah di sebuah hotel di kawasan Menteng. “Dekor yang Instagrammable itu penting, terpenting kedua setelah punya gaun yang oke. Dekorasi jelek kita pasti menyesal seumur hidup,” tambah Jessica lagi.

Dekorasi pernikahan memang tidak murah. Di level hotel berbintang, kisarannya dimulai pada kisaran 60 juta rupiah. Makin prestisius hotel yang dipilih, dekorasi akan semakin mahal. Tapi, bila punya dana, tentu tak ada batasan untuk menciptakan dekor maksimal yang mungkin disukai semua orang dan semua orang ingin berfoto di setiap sudutnya. Dan sekali lagi, seperti yang sudah FIMELA tulis pekan lalu, bila pengantin berasal dari keluarga Indonesia yang biasanya jarang yang jumlahnya kecil, kemudian akan menggabungkan adat dalam prosesi pernikahan, hampir bisa dipastikan susah untuk mewujudkan pernikahan yang hemat.

 

A post shared by Tirtha Bridal (@tirthabridal) on

 

What the decorators said

Image: Paper Tree Decor

“Banyak klien kami yang terinspirasi dari foto-foto di Instagram. Sebagai wedding designer, memang tugas tim kami untuk memikirkan hal-hal itu. Jadi, tamu-tamu juga dapat berbagi kebahagiaan, dengan berfoto di spot-spot menarik,” cerita Isabella Inggrid dari Paper Tree Décor. “Setelah punya dekor yang cantik di Instagram, berikutnya yang tak kalah penting adalah ‘wedding hashtag' supaya foto-foto selama di resepsi dapat di-browse secara mudah,” lanjut Inggrid lagi. Jadi boleh dibilang, vendor dekor di era Instagram memang sudah harus berpikir secara visual dan digital.

Menurut Inggrid lagi, tahun 2018 ini klien-klien mereka mengarah ke selera desain modern dan effortless, tapi tetap berkesan mewah. Dengan warna-warna yang digemari antara lain warna-warna terang dan dramatis. “Dekorasi menjadi elemen penting dalam sebuah acara pernikahan, karena dekorasi akan membangun suasana. Dekorasi juga mencerminkan personality kedua mempelai, dan yang pasti jadi pembeda dengan pernikahan yang lain,” jelas Inggrid sambil menambahkan bahwa dekor yang bagus akan dilihat dari konsep yang matang sedari awal.

Image: Paper Tree Decor

“Harus ada benang merah yang menghubungkan semua elemen, dari dekorasi, undangan, suvenir, gaun, bunga, dan yang lain. Semua berakar dari konsep, yang telah disepakati. Jadi, tak ada elemen yang ke luar jalur, sehingga semua elemen punya ‘purpose' dan tidak berkesan asal-asalan,” papar Inggrid lagi.

 

 

*****

 

Ini cukup selaras dengan penjelasan dari Kanya, representatif Suryo Décor yang berhasil FIMELA hubungi. “Tidak dipungkiri, media sosial punya peran luar biasa terhadap keinginan pengantin. Referensi yang kami dapat dari pengantin, hampir semua berasal dari media sosial. Sepertinya, saat ini trendnya memang kesempurnaan versi Instagram. Bahkan, beberapa klien juga menjadikan syarat bahwa dekor mereka benar-benar ingin Instagrammable.

“Penting untuk memilih vendor dekor yang cocok dengan kemauan kita. Karena kalau chemistry nyambung, akan mudah mewujudkan konsep yang kita inginkan. Pihak kami percaya, dekorator perlu mendengarkan keinginan klien dengan hati. Bukan karena konsep semata. Mereka punya dreams dan goals. Karena itu, menurut kami bisnis dekor itu bukan bisnis semata, tapi bisnis dengan hati,” papar Kanya lagi.

“Kalau sudah nyambung dengan vendor, pasti bisa menghasilkan dekor yang bagus sesuai dengan keinginan. Dan dekor yang bagus akan bisa menampilkan sisi karakter kedua mempelai, bisa dinikmati, dan membuat undangan yang hadir merasa nyaman juga terhibur. Jam kerja vendor sangat berpengaruh untuk urusan ini, ” jelas Kanya.

 

Baca juga:

True story: Menikah di era Instagram, bisa berujung dikejar hutang

Tren makeup Ramadan 2018 dari Wardah Cosmetics

 

Seperti sudah ditulis di atas, dengan dana yang memungkinkan tak ada batasan bila kita berbicara soal dekor pernikahan. “Kita bisa mendekor maksimal sampai undangan yang hadir sudah tidak bisa mengenali lagi venue, karena sudah disulap sedemikian rupa seperti konsep yang diinginkan,” tambah Kanya. Di sinilah, FIMELA mengulik soal keberadaan Rolas Decor, second line dari Suryo Décor yang sudah berjalan 7 tahun terakhir.

“Ini menjawab permintaan klien yang sangat concern dengan dana dekorasi. Bukan berarti mereka tidak punya uang tapi mereka menjelaskan pada kami bahwa masih banyak kebutuhan setelah menikah. Bisa itu rumah, sekolah, dan lain-lain. Kebanyakan klien seperti itu adalah yang sudah terlanjur suka dengan gaya dekorasi kami. Jadi, second line ini didirikan karena memang pasarnya ada. Perlu waktu lumayan lama untuk mengedukasi pasar di awal, tapi sekarang kebanyakan sudah tahu. Jadi, mereka bisa menetapkan pilihan sejak awal, Suryo Décor atau Rolas Décor. Beda layanannya tentu pada konten dari dekorasi itu sendiri. Seperti jenis bunga dan properti,” jelas Kanya panjang lebar.

Bukan hanya designer yang memiliki beberapa lini. Dekorasi pernikahan pun demikian. Sebesar apapun keinginan untuk memiliki dekor bagus, dana tetap jadi elemen yang membangunkan kita dari kenyataan. Dan bila bijak, maka kita tak perlu terjebak dengan hutang-hutang hanya untuk mewujudkan wedding dreams and goals yang seringkali hanyalah keinginan, bukan kebutuhan.

 

 

“Klien-klien kami sekarang lebih bersikap smart saat ingin spending, lebih bijak dengan dananya, tapi tetap mengutamakan kualitas. Dengan pergerakan bisnis pernikahan ke ranah digital, khususnya sosial media, ini jadi tanda positif bagi bisnis ini. Dan bisnis ini tak ada matinya memang, karena sampai saat ini pernikahan masih jadi patokan gengsi, ajang unjuk status sosial seseorang atau keluarga apalagi karena budaya di Indonesia yang menjadikan acara pernikahan sebagai acara yang harus dirayakan banyak pihak,” tutup Kanya.

Dari sekian banyak konsultan keuangan yang bisa kita tanya bagaimana mempersiapkan dana untuk pernikahan, rasanya jawabanya akan sama saja. Garis besarnya adalah memberi waktu yang cukup untuk menabung dengan matang, perhitungkan inflasi, dan selalu kreatif. Karena bila kita mau berpikiran terbuka (juga realistis), menikah itu tidak selalu MAHAL. Semuanya soal pilihan-pilihan yang bijak.

;
Loading