Sukses

Lifestyle

Kesepian Sama Seriusnya dengan Obesitas, Dapat Pengaruhi Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Semua orang pernah merasa kesepian. Tapi tahukah bahwa kesepian bisa jadi masalah yang cukup serius? Karena pada dasarnya kesepian bukan semata-mata sedang sendiri, tapi lebih pada keadaan yang memisahkan dirinya dari orang lain atau terisolasi dari kehidupan sosial. Misalnya, merasa sepi meski berada di keramaian atau meski sudah menikah. Seperti yang diungkapkan neuroscientist University of Chicago, Stephanie Cacioppo.

Berdasarkan penelitian yang dilaporkan Cigna, setengah dari 20.000 responden mengaku sering dan bahkan selalu merasa kesepian. Data juga menyebutkan kesepian dapat memengaruhi kesehatan, seperti berdampak buruk pada jantung, meningkatkan inflamasi, menaikkan tekanan darah, dan bahkan menyebabkan kematian. Sounds terrifying, right?

Menurut professor psikologi Brigham Young University, Julianne Holt-Lunstad, kesepian merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dengan serius, sama halnya seperti kesehatan fisik dan obesitas. Yang patut diwaspadai, kesepian mengantarkan pada pikiran negatif. Ujung-ujungnya dapat berdampak pada depresi. Seperti yang sudah-sudah, dilihat dari beberapa kasus kematian orang-orang terkenal, depresi dianggap jadi alasan utama bunuh diri.

Harus semakin bijak pula menyikapi media sosial. Studi mengatakan media sosial sangat berkaitan erat dengan rasa kesepian. Seperti yang diungkapkan American Journal of Preventive Medicine, orang yang menghabiskan lebih dari 2 jam di media sosial dalam sehari terisolasi dua kali lebih banyak dibanding mereka yang bersosialmedia selama 30 menit atau kurang.

Kesepian merupakan suatu hal yang wajar. Namun bila dirasa sudah cukup mengkhawatirkan dan memberi dampak negatif, kita bisa mencari atau melakukan langkah-langkah pertolongan untuk mengatasi kesepian.

Artikel Selanjutnya
Psikologi: Bunuh Diri Tidak Selalu Tentang Kesehatan Mental
Artikel Selanjutnya
Lontarkan Pendapat Kontroversial, Kanye West Terancam Putus Kontrak dengan Adidas