Sukses

Lifestyle

Akui Pernah Depresi, Influencer Ayla Dimitri Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental

Fimela.com, Jakarta Kita memang tidak bisa menilai seseorang hanya dari luarnya saja, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya mereka alami. Melihat banyaknya kasus bunuh diri orang-orang terkenal akhir-akhir ini, yang diduga karena depresi setidaknya membuka mata bahwa kesehatan mental sangatlah penting. Ayla Dimitri pun setuju akan hal ini.

Di Insta Story, social media influencer ini mengungkapkan betapa pentingnya mental health awareness dan pengalamannya menderita depresi. Terkenal, memiliki ratusan ribu follower, dan punya segalanya toh nyatanya bukan jaminan seseorang bahagia dan terhindar dari depresi. Ayla mengaku profesi yang menuntutnya untuk selalu tampil maksimal, lingkungan kompetitif, mobilitas tinggi, sifat perfeksionis berlebihan, kurang tidur, dan hal-hal sejenis menjadi pemicu depresi itu muncul.

Parahnya, depresi berdampak pada kesehatan fisik, dikenal dengan psikosomatis. Gejala yang Ayla alami adalah masalah lambung akut, sesak napas, dan frozen shoulder yang cukup parah. Setelah menjalani berbagai terapi dan mendapat pertolongan para ahli (salah satunya dari Reza Gunawan, pakar penyembuhan holistik), Ayla menyadari cara terbaik mengatasi stress adalah dengan mengenali diri sendiri dan lebih banyak bersyukur.

Rasa kesepian juga sebaiknya jangan dipandang sebelah mata karena bila dibiarkan berlarut-larut dapat jadi masalah serius. Dan ingat, bunuh diri diakibatkan oleh depresi. Seperti yang Ayla tulis di Insta Story, “Jangan merasa malu ataupun ragu jika merasa butuh bantuan profesional.” Yang tidak kalah penting, take care and love yourself.

Ayla sudah membuat dua sesi diskusi dengan pakar holistik, Reza Gunawan, untuk membahas betapa seriusnya masalah ini. Apalagi di tengah era media sosial, di mana informasi datang begitu banyak, dan hidup sebagai masyarakat urban punya risikonya sendiri. Dari kemacetan, persaingan di lingkungan kerja, bahkan pertemanan. Yang pastinya bisa jadi sumber depresi itu sendiri.

Artikel Selanjutnya
Psikologi: Bunuh Diri Tidak Selalu Tentang Kesehatan Mental