Sukses

Lifestyle

Obrolan Intim: Cuka Apel untuk Pembersih Vagina, Amankah?

Bintang.com, Jakarta Soal bagaimana merawat dan membersihkan vagina, sebenarnya sudah tak menjadi tanda tanya besar di kalangan kaum Hawa. Para ahli dan juga dokter kandungan serta penyakit kelamin, dilansir dari Women's Health Magazine, sudah mewanti-wanti banyak perempuan untuk nggak menggunakan produk pembersih area kewanitaan sembarangan. 

Pasalnya, banyak produk yang mengandung bahan kimia, pewangi, dan lainnya, yang bisa mengganggu keseimbangan pH vagina. Padahal, ketika pH vagina tak seimbang, tubuh bisa dengan sendirinya mengobati dan kembali menyeimbangkan pH tersebut. 

Namun, masih saja banyak cewek yang menggunakan banyak produk, termasuk duche yang justru bisa bikin jamur dan bakteria jahat penyebab keputihan semakin terdorong ke arah leher rahim. 

Tentu saja, hal itu justru akan memperparah keadaan dan ketidaseimbangan pH vagina. Dilansir dari Prevention, vagina seharusnya hanya dibilas dengan air mengalir. Untuk menjaga kelembaban normal, para wanita dianjurkan untuk sering mengganti pembalut, pentiliner, dan juga celana dalam dengan sering. 

Namun, selain menggunakan produk-produk pembersih area kewanitaan, banyak juga cewek yang menggunakan cuka apel sebagai pembersih vagina, serta obat rumahan untuk menyembuhkan infeksi bakteri. Terus, amankah cuka apel untuk vagina?

Cuka Apel Bahaya Buat Vagina

Sayangnya, menurut para pakar, mencuci vagina menggunakan cuka apel justru bahaya buat area kewanitaan. Profesor Linda Cardozo dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists di London mengatakan kepada Women's Health Magazine, kalau praktik ini berbahaya. 

Soalnya, cuka apel bisa mengganggu keseimbangan bakteria baik di dalam vagina. Sehingga, kalau jumlah bakteria baik di dalamnya lebih sedikit dari bakteria jahat, akan menimbulkan infeksi dan iritasi pada vagina. 

Keputihan? Lebih Baik ke Dokter

Banyak cewek yang melakukan pengobatan rumahan seperti minum jamu dan juga merendam area kewanitaan dengan air PK atau juga antiseptik untuk menghilangkan rasa gatal, iritasi, dan juga infeksi. 

Padahal, sebelum memilih jalur pengobatan, kamu harus melakukan tes terlebih dahulu. Apakah keputihan tersebut disebabkan oleh jamur, bakteria, infeksi lain, atau juga karena penyakit menular seksual. Dengan melakukan tes di laboratorium, dokter akan menemukan penyebab keputihan dan memberikan pengobatan yang tepat. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Skincare Pertama di Indonesia dengan Bahan Aktif Cuka Apel
Artikel Selanjutnya
Hindari Iritasi Kulit, Ini Tips Aman Obati Jerawat dengan Cuka Apel