Sukses

Lifestyle

Kecemasan Picu Depresi, 8 Tipe Karakter Ini Mungkin Ada Kaitannya

Fimela.com, Jakarta Melanjutkan kisah Ayla Dimitri yang mengaku pernah mengalami depresi, nyatanya kemunculan depresi dipicu oleh kecemasan atau anxiety, yakni respon alami tubuh terhadap stress. Orang yang mengalami kecemasan biasanya akan merasa takut, khawatir, dan tidak nyaman terhadap sesuatu. Bila kecemasan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, harus segera diwaspadai dan diantisipasi. Terutama jika sudah berdampak pada kesehatan tubuh. Karena jika dibiarkan berlarut-larut, dapat berujung depresi dan bahkan bunuh diri. Pada dasarnya, kecemasan tidak hanya dipicu dari faktor luar, tapi juga faktor dalam berupa sifat bawaan kita. Para ahli setuju kecemasan turut disebabkan oleh 8 sifat manusia berikut ini.

Perfeksionis

Dilansir dari Bustle, Dr. Helen Odessky, psikolog sekaligus penulis Stop Anxiety From Stopping You mengungkapkan sifat yang menginginkan segalanya sempurna sangat dapat memicu munculnya kecemasan. Terlebih ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan standarnya yang keburu tinggi. Jika sifat ini sudah sulit dikontrol, sebaiknya segera temui terapis.

Over-Thinking

Seperti yang dikatakan EMDR therapist Colette Lopane-Capella, M.A., LMHC, LPC, over-thinking atau terlalu banyak berpikir justru mengantarkan pada stress dan anxiety. Cara terbaik mengatasi sifat seperti ini adalah terapi mindfulness. Bisa dengan terapis atau sesederhana menggunakan aplikasi mindfulness di smartphone.

Suka Menghindar

Kebanyakan orang akan menghindari hal-hal yang membuatnya stress. Namun anehnya, seperti yang dikatakan Dr. Odessky, sebagian orang justru semakin cemas ketika terlalu banyak menghindar. Belajar menghadapi rasa takut dan meminta bantuan terapis dapat membantu atasi permasalahan ini.

Takut Akan Perubahan

Hati-hati terhadap zona nyaman. Pasalnya, ada sebagian orang yang sulit dan enggan berubah karena takut dengan kondisi yang baru. Jika sifat ini cukup mendominasi, cobalah belajar untuk lebih banyak berpikir positif.

Sensitif

Orang dengan sifat seperti ini cenderung akan menghindari ‘dunia luar’ yang menurutnya melelahkan dan mengesalkan. Psychotherapist Bianca L. Rodriguez, MA, EdM, LMFT mengatakan tak masalah menghabiskan waktu sendiri. Namun jika ini terjadi berlarut-larut dan mengganggu ritme hidup, jangan ragu mencari bantuan.

Empati

Mengejutkan bukan mendengar sifat empati berkaitan dengan anxiety? Psikolog Dr. Crystal I. Lee menjelaskan orang dengan sifat baik dan empati akan selalu ‘mendengarkan’ apa yang orang lain katakan. Pandangan orang terhadapnya sangatlah berarti sehingga sadar tidak sadar membuatnya cemas.

Keteguhan

Sifat teguh bagi sebagian orang bahkan berpengaruh pada caranya menghadapi kecemasan. Mereka cenderung membiarkan cemas berlarut-larut hinggap di dirinya dan menghadapinya tanpa rasa takut. They live with it.

Pemerhati

Orang-orang yang sangat memperhatikan hal detail biasanya akan mencari sebuah kesempurnaan. Inilah yang merangsang sifat perfeksionis itu muncul. Hasilnya? Sudah bisa dipastikan, anxiety.

Meski 8 sifat ini berkaitan dengan anxiety, tidak berarti memilikinya berpotensi besar mengalami gangguan kesehatan mental ini. Namun jika menyadari ternyata salah satu dan beberapa sifat ini menyetir anxiety itu muncul, jangan ragu untuk meraih bantuan dari orang-orang terdekat. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan tubuh, perlu dijaga kondisinya. Be aware of yourself.

Artikel Selanjutnya
Akui Pernah Depresi, Influencer Ayla Dimitri Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental
Artikel Selanjutnya
Psikologi: Bunuh Diri Tidak Selalu Tentang Kesehatan Mental