Sukses

Lifestyle

Bertahan Walau Dikasarin Pacar, Ini yang Sering Jadi Alasan Para Cewek

Fimela.com, Jakarta Kasus abusive relationship atau kekerasan dalam hubungan kerap ditemukan di tengah masyarakat kita dewasa ini. Banyak cewek yang jadi korban, namun sayangnya mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang jadi korban.

Salah satu kondisi abusive relationship yang paling kentara adalah sikap kasar. Bagaimana mungkin kamu tidak merasa ada yang salah dalam hubunganmu jika sikap kasar dari pasangan dengan mudah kamu terima, ya kan?

Sadar sih pasti. Hanya saja, banyak yang mengabaikannya. Banyak yang diperlakukan kasar namun tetap membela si pelaku dengan dalih cinta dan embel-embelnya.

Hal tersebut tak sedikitpun bisa dibenarkan. Sebab, dampak yang diterima korban akan berlaku dalam jangka panjang. Bukan sesaat ketika momen tersebut terjadi saja.

Perlakuan kasar dari pasangan bisa merusak psikismu. Parahnya, itu bisa mempengaruhi caramu memandang diri sendiri. Makanya, jangan terlalu naif dan membenarkan perlakuan tersebut jika kamu menerimanya dari pasanganmu, ya! Jauh-jauh dari alasan-alasan ini begitu kamu merasakan ada kekerasan dalam hubungan.

5 Alasan yang Sering Dipakai Cewek Untuk Bertahan sama Pacar yang Kasar

"Memang sudah sifatnya seperti itu"

Iya, memang sifat dia seperti itu. Tapi kamu juga tak harus selalu menerimanya, apalagi sampai mengorbankan dirimu sendiri. Orang yang cinta itu, di mana-mana ingin melakukan dan memberikan yang terbaik bagi yang dicintainya; termasuk mengubah dirinya sendiri jika diperlukan. Bukan orang lain yang dipaksa menerima sifat-sifat buruknya.

"Aku yang salah.."

Tidak, tidak ada satu kesalahanpun yang membuatmu layak diperlakukan seperti itu oleh dia. Kalau kamu salah, harusnya dia bisa memberi tahu apa kesalahanmu dengan cara yang baik, harusnya dia membuka diskusi biar kalian bisa sama-sama mencari solusi dan memperbaikinya. Begitupun yang sepatutnya kamu lakukan jika dia berbuat salah. Sikap kasar tidak akan membantu apa-apa kecuali menghancurkan hubungan.

"Kalau tidak lagi marah, dia manis banget kok"

Kamu harusnya berpikir bahwa ada sesuatu yang salah pada dirinya jika dia mampu bersikap manis banget, tapi di sisi lain juga bisa kasar terhadapmu karena alasan-alasan tertentu. Dia pasti punya anger management issue, dan itu tidak bisa disepelekan. Sifat manisnya saat dia tidak marah juga bukan penawar untuk apa yang dia lakukan saat marah.

Tak Jarang, Alasannya Terlalu Naif

 

"Sudah melewati banyak hal bersama, sayang kalau menyerah cuma gara-gara masalah ini"

Banyak hal yang kamu dan dia lewati bersama akan jadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan upaya untuk saling menjaga. Jika sikap kasar itu terus dipelihara dengan pembenaran-pembenaran, ya semakin bertambah panjangnya daftar kebersamaan kalian, semakin banyak pula hal yang jadi sia-sia. Jadi kalau bertahan pada pasangan yang kasar dengan alasan sudah melewati banyak hal bersama, itu jelas keliru.

"Suatu saat dia pasti berubah"

Ini adalah kesalahan terbesar sekaligus terbanyak dilakukan oleh para cewek. Kemungkinan memang ada. Berharap tak ada salahnya. Tapi melangkah tegas dan realistis itu harus. 'Suatu saat' yang kamu harapkan harus punya batasnya, harus terlihat sedari sekarang kapan saat itu tiba; jangan sekadar mengawang-awang.

Kamu tidak perlu mengorbankan dirimu dan kebahagiaanmu untuk bertahan dengan dia yang tak bisa menghargaimu. Percayalah, kamu layak dihormati dan menerima perlakuan sebaik-baiknya. Kamu akan menemukan orang yang pantas untuk kamu hormati dan kamu perlakukan dengan baik juga.

;
Loading