Sukses

Lifestyle

Selalu Memesona Traveler, Begini Cara Terbaru Habiskan 48 Jam di Kuta Bali

Fimela.com, Jakarta Pesona Pantai Kuta memang tak perlu diragukan lagi. Bagi yang pertama kali mengunjungi Bali, Pantai Kuta dan daerah sekitarnya sudah pasti ada di daftar wajib kunjung. Bagi yang sudah sering ke Bali, tetap ada yang merasa belum menginjakkan kaki ke Bali bila belum mampir ke Pantai Kuta. Dan di tengah makin beragamnya objek wisata di Bali, Pantai Kuta tetap menjadi legenda yang belum tergantikan.

Sama seperti bagian Bali lainnya, Pantai Kuta pun terus berubah seiring perkembangan zaman. Tetap ramai, tapi ada atraksi-atraksi lain yang layak dikunjungi lagi. Melihat bagaimana mereka mengikuti perubahan dan tampil lebih atraktif bagi pengunjung lama maupun baru (yang belum pernah melihat kawasan Kuta seperti apa). Dan sebenarnya, mungkin sehari tak cukup untuk bisa melihat bagaimana Kuta, pantainya, telah berubah seiring waktu. Mungkin 48 jam akan cukup, dan ada sederet agenda yang bisa dilakukan saat berada di sana.

Bila sampai di Bali tengah hari, setelah menaruh barang di kamar hotel, telusuri lagi Poppies Lane yang terkenal dengan berjalan kaki. Dulu akrab menjadi tujuan mencari penginapan murah bagi para backpackers, sekarang jalan yang menghubungkan Kuta dan kawasan Legian itu sudah dipenuhi tempat makan, butik, coffeeshop sampai seni mural yang layak diabadikan di Instagram pribadi.

ย 

At least once a week we like to find a cosy cafe wherever we are and just relax with a good coffee, a good book and a few hours away from the hustle and bustle of traveling. This cafe hidden away amongst the chaos of Kuta is still one of my favourites! Crumb & Coaster offers great coffee, friendly staff, moody ambient lighting and all round good vibes. Definitely recommend checking them out! ใ€‹Melanie & Nick ใ€‹#globalwanderlusts ใ€‹Photo: ๐Ÿ“Crumb & Coaster, Poppies Lane, Kuta, Bali . . . . . . . . #bali #baliindonesia #baliguide #baliguru #balibible #travelbali #explorebali #balifood #balicafe #crumbandcoaster #balifoodies #kuta #kutabali #balilife #ourtravelgram #passionpassport #passportcollective #travelcouple #balicoffee #travelandleisure #poppieslane #balitravel #explorebali #visitbali #exploretravelsparkle #travelblogger #traveladdict #exploremore #jetsetter @crumbandcoaster

A post shared by ยปโ€” Melanie & Nick (@globalwanderlusts) on

Lelah setelah menyusuri Poppies Lane yang seru, kembali ke kawasan Kuta, tepatnya Kuta Beachwalk Bali untuk sedikit merawat diri, sekaligus mencuci rambut barangkali di salon Rob Peetom yang terkenal. Jika ke Bali bersama pasangan, jangan khawatir ada bagian barber untuk pasanganmu mungkin sedikit menikmati pijatan di kepala dan pundak yang lelah. Dan setelah segar dan cantik kembali, jangan lewatkan untuk mengunjungi LXXY, kelab dan restoran di kawasan Legian.

Di hari kedua, mulai hari dengan berjalan di sekitar Pantai Kuta sebelum ramai dengan pengunjung lain. Jadikan ini kesempatan untuk menikmati angin dan udara laut yang segar, atau sekalian melihat matahari terbit? Kalau gemar berlari, datang pagi-pagi dan berlari sepanjang Pantai Kuta sangat dianjurkan. Dan kalau pencari ombak, juga waktu yang tepat sebelum pantai menjadi ramai.

Describe this picture in one word. ๐Ÿ“ท: @nodestinations

A post shared by Sheraton Bali Kuta Resort (@sheratonkuta) on

Kalau berlari pagi-pagi bukan hal yang favorit untuk dilakukan, coba mampir ke Bali Sea Turtle Society, juga di sekitar Legian. Kalau beruntung, mungkin pagi-pagi dapat melihat proses kura-kura kecil ini dilepas kembali ke laut. Alternatif lain, setelah menikmati sarapan, mampir ke 5GX Bali: Reverse Bungy untuk sedikit menguji nyali.

Agak sore, lanjutkan langkah ke Pantai Kelan, tak jauh dari Kuta, untuk mengejar matahari terbenam. Jangan heran kalau melihat pesawat terbang berlalu lalang, karena lokasinya memang cukup dekat dengan bandar udara Ngurah Rai. Setelah puas di sana, sempatkan untuk belanja oleh-oleh di Kuta Art Market. Tak hanya buah tangan, kuliner pun ada.

Beach ๐ŸŒŠ #pantaikelan #bali #picture #beach #sky

A post shared by Chika Handaya (@chikahandaya) on

Lalu, setelah semua aktivitas tadi, harus menginap di mana di kawasan Kuta? Jangan jauh-jauh, pilih hotel bintang lima yang terletak di jantung Pantai Kuta. Sheraton Bali Kuta Resort terletak persis di pinggir Pantai Kuta yang ramai, namun tetap mampu menawarkan ketenangan yang dicari banyak pelancong lokal maupun internasional. Dengan semua kamar memiliki balkon yang menghadap pantai, sudah terbayang indahnya menantikan matahari terbit atau terbenam di balkon yang luas bersama keluarga atau pasangan.

Sheraton Bali Kuta Resort juga dilengkapi dengan mini gym, beberapa restoran dengan roof top yang menghadap ke Pantai dan memberikan pandangan Kuta yang tak terlupakan. Jika tak ingin ke pantai untuk berjemur, selesai sarapan di Feast Market Brunch di mana kita bisa menikmati hidangan sekaligus berbelanja bahan makanan berkualitas untuk dibawa pulang - naik ke dek dan berjemur di tepi pool. Tetap dengan pandangan menuju Pantai Kuta.

Dan bila berencana berlibur ke Kuta untuk merayakan momen istimewa, seperti ulang tahun pernikahan, Sheraton Bali Kuta Resort juga menyediakan venue semisal tertarik untuk membuat pembaharuan janji pernikahan. Seperti yang dilakukan oleh pasangan Anang Hermansyah dan Ashanti beberapa waktu lalu di Sheraton Bali Kuta Resort. Benar-benar one stop destination untuk liburan yang berkesan, bukan?

Artikel Selanjutnya
Imbas Gempa, Pariwisata Lombok Berpotensi Kehilangan Rp 1,4 Triliun
Artikel Selanjutnya
Meski Baru Dilanda Gempa, Ini Panduan Menikmati Bali dari Keluarga David Beckham dan Victoria Beckham