Sukses

Lifestyle

Closing Ceremony Asian Games 2018: Pertemuan Kembang Api Tanpa Henti, Lagu-Lagu Evergreen, K-Pop, Dangdut dan Bollywood

Fimela.com, Jakarta Setelah Opening Ceremony Asian Games 2018 yang sangat megah 18 Agustus lalu, tentu kita menjadi penasaran seperti apa Closing Ceremony akan dieksekusi. Kesuksesan Opening Ceremony Asian Games sendiri terbukti meningkatkan antusiasme warga Jabodetabek untuk dapat menyaksikan langsung seremoni penutupannya. Terlebih saat diungkapkan, Super Junior dan iKON menjadi salah satu pengisi acara.

Namun, tak seperti pada Opening Ceremony, sebelum Closing Ceremony Asian Games 2018 kemarin, Jakarta diterpa hujan deras yang membuat rangkaian pelaksanaan acara sebagian harus dilaksanakan dan dinikmati dengan berbasah-basah. Awan gelap yang sudah bergantung di atas Jakarta sejak kurang lebih pukul 3 sore, nampaknya sudah diantisipasi pemegang tiket Closing Ceremony dengan menyiapkan jas hujan transparan, juga payung. Bahkan beberapa pengisi acara, juga harus rela tampil di bawah hujan deras.

Yang jelas, Closing Ceremony Asian Games 2018 tadi malam adalah sebuah melting pot berbagai budaya. Presentasi yang mencerminkan keragaman budaya di Asia. Keragaman memang sejatinya menjadi kekuatan bagi kita di Asia. Poin yang sangat dipahami oleh Indonesia sendiri, selaku tuan rumah. Dari dangdut, K-pop, Bollywood, hip-hop sampai elektronik, bahkan musik Tionghoa. Sangat berwarna.

 

Dibuka dengan corps drumband Akademi Kepolisian yang membentuk kata 'Indonesia' dengan sangat rapih, lalu sambutan dari Wakil Presiden Yusuf Kalla yang menyatakan sebuah semangat positif. Bahwa keberhasilan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 membuktikan bahwa Indonesia sangat sanggup menjadi acara bertaraf internasional.

Sambutan itu kemudian disusul presentasi dari Hangzhou sebagai tuan rumah Asian Games 2022 depan. Saat presentasi ini dimulai, cukup terasa bahwa Closing Ceremony Asian Games 2018 memasuki level internasional. Visual-visual menarik, penari-penari cantik, video mapping keren, bahkan atraksi akrobat mengisi salah satu dari 3 panggung utama yang berada di Gelora Bung Karno tadi malam. Semua kemeriahan presentasi Hangzhou ini ditutup dengan kehadiran Jack Ma, CEO Alibaba Group, di tengah-tengah panggung.

Berturut-turut, tampil sejumlah penyanyi yang membawakan deret lagu-lagu terkenal yang bersahabat di telinga generasi 90an. Bams dan Lea Simanjuntak membawakan lagu Kemesraan, sebuah pagu perpisahan yang rasanya sampai sekarang selalu dinyanyikan di event-event kemahasiswaan sampai korporat. Lalu, band legendaris tanah air, GIGI membawakan Rumah Kita dan sejumah hits lama mereka.

 

Denada lalu muncul bersama penyanyi India, Siddarth Slathia membawakan sederet lagu-lagu berbahasa India yang menjadi lagu-lagu tema film terkenal di era 2000-an awal. Salah satunya, Kuch Kuch Hota Hai, yang rasanya mampu membuat siapapun otomatis ikut bersenandung. Penampilan ini makin meriah dengan iringan penari-penari latar berpakaian warna neon.

Intro Love Scenario menjadi tanda bahwa boyband Korea iKON siap meramaikan Closing Ceremony Asian Games 2018. Penamilan boyband dari YG Entertainment ini disambut teriakan fans dan ratusan layar ponsel ke udara. Semakin meriah, dengan permainan lampu dan kembang api yang sangat spektakuler. Catatan khusus, kehadiran kembang api di Closing Ceremony Asian Games 2018 ini bahkan lebih banyak (jauh lebih banyak) dari Opening Ceremony kemarin.

Kembali ke pengisi acara lokal, Jevin, DJ Winky, dan penyanyi dangdut Siti Badriah membawakan 2 lagu dangdut yang sudah di-remix sedemikian rupa hingga terasa begitu modern, bahkan punya nuansa hip hop.

RAN muncul berikutnya dengan kostum panggung bernuansa psikedelik yang sangat fun. RAN membawakan sejumlah lagu terkenal seperti Pandangan Pertama, Inikah Cinta, dan Malam Ini Indah. Seperti biasan, dengan semangat RAN yang penuh ekspresi segar.

 

Tak mau kalah, Bunga Citra Lestari membawa penari-penari latar laki-laki dengan kostum warna pink membawakan hits-nya, seperti Aku Wanita dan Dance Tonight bersama rapper J. Flow. Penampilan ini disusul oleh kehadiran Dira Sugandi, yang sekali lagi berduet dengan J. Flow.

Yang sudah ditunggu-tunggu muncul sesudahnya, Super Junior. Meski terhitung sudah tak muda lagi, tapi boyband senior ini tampil sangat enerjik. Bahkan jika melihat penampilan mereka, pasti melihat bahwa beberapa member Super Junior bahkan membuka satu lapisan pakaian mereka. Sama seperti saat iKON tampil, kemunculan Super Junior disambut teriakan histeris para fans - yang juga sudah siap dengan ponsep mereka untuk mengabadikan tiap gerak Siwon dan kawan-kawan.

Akhirnya, Closing Ceremony Asian Games 2018 ditutup dengan kolaborasi antara Afgan, RAN, ISyana membawarkan Bright As The Sun, yang juga menjadi theme song Asian Games 2018. Penampilan ini bahkan diselingi permainan iringan alat musik khas Kalimantan, Sapek. Memberikan nuansa tradisional yang khas pada lagu berbahasa Inggris itu.

All in all, Closing Ceremony Asian Games 2018 terasa lebih internasional memang. Tak banyak set, namun, permainan audio visual serta kembang api menciptakan kemegahan tersendiri yang ditunggu ribuan orang yang menghadiri Gelora Bung Karno tadi malam. Tak salah memang bila tiket menonton Closing Ceremony ini sangat dicari. Bagi yang kehabisan tiket, tidak sedikit yang membuat sesi nonton bersama di pusat-pusat perbelanjaan.

Ditambah, poin khusus bahwa tahun ini selain sukses menjadi tuan rumah, Indonesia pun meningkatkan prestasi dengan sangat tinggi. Berhasil mencapai posisi 4 di perolehan medali secara keseluruhan, dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Paling banyak dalam sejarah partisipasi Indonesia di Asian Games selama ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Presiden Kalla, kesuksesan acara semalam menunjukkan persiapan matang dan kesanggupan kita untuk mengemas sebuah perhelatan keren berkelas internasional, yang penuh energi. Energy of Asia. Tentu penasaran, bila kita pada akhirnya suatu hari mampu menjadi tuan rumah Olimpiade.

;
Loading