Sukses

Lifestyle

Waspada, Keriput di Dahi Mungkin Tunjukkan Tingginya Risiko Penyakit Jantung

Fimela.com, Jakarta Kerutan dan keriput sudah jelas merupakan tanda penuaan. Worry of that? Wajar, tapi sebaiknya juga harus waspada dengan kondisi kesehatan. Pasalnya, keriput yang muncul di dahi bisa jadi indikasi adanya gangguan kesehatan. Menurut studi oleh European Society of Cardiology, ada keterkaitan antara keriput di dahi dan risiko penyakit jantung.

Hasil penelitian menyebutkan mereka yang memiliki kerutan di dahi berisiko menderita gagal jantung 5 kali lebih tinggi, sementara pemilik keriput dahi yang cukup dalam berisiko 10 kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidak punya keriput sama sekali di dahi. Ini didasarkan pada pemikiran peneliti terhadap aterosklerosis, yakni kondisi ketika arteri mengeras karena peningkatan plak, juga alasan stress dan kadar kolagen, yang menjelaskan adanya hubungan antara keriput dahi dan jantung.

Tapi tidak selamanya keriput dahi menandakan kita berisiko mengidap penyakit jantung. Setidaknya, keriput ini bisa dijadikan alarm untuk memeriksakan diri apakah kita memiliki risiko penyakit yang berhubungan dengan jantung. Sehingga kita dapat menurunkan risiko penyakit tersebut.  Di sisi lain, tidak punya keriput dahi juga bukan alasan untuk tidak mengecek kesehatan.

Anggap saja keriput dahi merupakan tanda visual terhadap kondisi jantung kita. Sementara itu, kesehatan jantung sebaiknya tetap kita jaga, yakni dengan cara tidak merokok, menjauhi stress, rutin olahraga, tidur cukup, konsumsi makanan bernutrisi (gandum utuh, sayur, dan buah), serta konsumsi makanan rendah lemak.

;
Loading