Sukses

Lifestyle

Jangan panik, ini yang perlu dilakukan ketika terjadi tsunami

Fimela.com, Jakarta Tsunami merupakan sebuah gelombang lautan besar yang dihasilkan oleh gempa bumi besar di bawah samudra. Beberapa hari lalu telah terjadi gempa yang berakibat tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Gelombang tsunami membuat sebagian rumah warga rusak bahkan rata dengan tanah.

Terjadinya gempa dan tsunami memang tidak bisa diprediksi. Daerah pesisir menjadi daerah yang cukup rawan terjadinya tsunami. Namun ketika bencana ini terjadi Sahabat Fimela tidak perlu langsung panik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya penyelamatan diri, seperti dikutip dari Redcross pada Senin (1/10/2018).

Daripada panik lebih baik pastikan seberapa dekat jarak Sahabat Fimela dengan gelombang laut. Jika bisa melihat gelombang laut yang besar dengan begitu jelas berarti gelombang tersebut cukup dekat.

Idealnya ketika tsunami terjadi disarankan untuk lari sejauh mungkin ke tempat yang lebih tinggi atau berlari hingga jarak aman. Sahabat Fimela bisa berlari ke tempat yang berada di 30 meter di atas permukaan laut atau berlari sejauh tiga kilometer.

 

Lakukan ini ketika terjadi tsunami

Ketika merasakan gempa pesisir yang kuat

  • Setiap terjadinya getaran bumi harus tetap waspada akan potensi timbulnya tsunami. Cari tempat berlindung ketika gempa berlangsung.
  • Ketika getaran berhenti, kumpulkan semua anggota keluarga dan persiapkan rencana untuk evakuasi. Untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami yang akan terjadi dalam beberapa menit.
  • Cari informasi seakurat mungkin perihal potensi terjadinya tsunami melalui radio. Karena biasanya listrik akan langsung padam begitu gempa terjadi.
  • Perhatikan segala instruksi yang dibuat oleh otoritas setempat. Untuk proses evakuasi, ikutin rute yang telah ditentukan.
  • Jika mendengar peringatan resmi tsunami atau mendeteksi tanda-tanda tsunami, segera lakukan evakuasi.
  • Bawa perlengkapan darurat yang membuat lebih nyaman selama evakuasi.
  • Hindari kabel listrik yang rusak dan jauhkan diri dari bangunan atau jembatan. Ini berpotensi terjadi tertimpa runtuhnya bangunan.
  • Tetap waspada akan tsunami susulan. Gelombang tsunami tidak hanya terjadi satu kali. Bisa saja gelombang pasang terjadi lebih lanjut secara berkala.
;
Loading