Sukses

Lifestyle

Mempercepat turunkan berat badan dengan suplemen diet booster, aman kah?

Fimela.com, Jakarta Ingin menurutkan berat badan, tapi malas diet. Bahkan meski sudah niat diet, implementasinya nihil. Tidak sedikit perempuan yang merasakan hal itu. Memang, berat badan ideal tidak bisa didapat dalam sekejap. Harus dilakukan dengan penuh disiplin. But again, tidak sedikit yang tidak sabar melihat hasilnya sehingga lebih suka jalan pintas, salah satunya dengan metode diet booster melalui konsumsi pil atau suplemen penurun berat badan.

Ada beragam pil dan suplemen diet booster di pasaran. Pada dasarnya, suplemen ini mengandung bahan-bahan yang bekerja untuk menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran lemak. Menurut ulasan ilmiah terhadap sejumlah suplemen diet, memang terasa hasilnya, berat badan turun meski sangat kecil hingga seringkali tak terasa.

Meski suplemen penurun berat badan dengan mudah ditemukan di apotek, toko obat, dan bahkan online, tidak selamanya suplemen ini aman. Ini lantaran beberapa suplemen mengandung bahan kimia berbahaya atau memiliki dosis yang dikatakan berisiko, seperti yang dikatakan Mark Moyard, MD, direktur Preventive and Alternative Medicine di Universitas Michigan sekaligus penulis buku The Supplement Handbook. Jika ingin mengonsumsi suplemen diet, harus benar-benar memperhatikan komposisi bahan atau setidaknya berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Dr. Moyad tidak bilang suplemen diet tidak efektif. Dokter bisa saja memberi kita resep suplemen diet, namun dengan beberapa pertimbangan, salah satunya riwayat kesehatan kita. Bila konsumsinya diiringi dengan diet dan olahraga, suplemen diet akan mempercepat penurunan berat badan. Bagaimanapun, konsumsi suplemen diet jangka panjang (terlebih bila tanpa resep doktter) akan memberikan efek samping yang sama bahayanya dengan dampak obesitas. Berikut 4 di antaranya.

Merusak Jantung

Banyak suplemen dan obat diet bekerja dengan mempercepat metabolisme dan detak jantung guna meningkatkan energi pembakaran lemak. Karena merupakan stimulasi buatan, bisa saja suplemen ini menyebabkan detak jantung tidak beraturan atau bahkan dapat merusak fungsi jantung.

Meningkatkan Risiko Stroke

Stimulan yang terkandung di banyak suplemen diet akan meningkatkan tekanan darah. Ini artinya bisa terjadi pendarahan di otak dan stroke. Pieter Cohen, MD, professor obat-obatan di Cambridge Health Alliance menerangkan stimulant teraman adalah kafein. Meski begitu, harus tetap waspada, terutama jika itu kafein murni, karena menurutnya, “Satu sendok makan kafein murni sudah cukup mematikan bagi banyak orang.”

Mengganggu Fungsi Hati

Berdasarkan studi yang dilakukan Mount Sinai Medical Center di New York, suplemen pembakar lemak terbukti dapat menyebabkan keracunan dan kegagalan hati. Suplemen-suplemen ini pada dasarnya akan menjadi racun di dalam hati. Bahkan studi lain menyebutkan suplemen diet berkaitan erat dengan penyakit hepatitis akibat inflamasi hati.

Pusing dan Telinga Berdengung

Harus waspada lagi. Embel-embel “ekstrak teh hijau” pada suplemen tidak selamanya membuat suplemen itu terlihat natural dan aman. Minum teh hijau memang baik, tapi ternyata ada ekstrak teh hijau pada komposisi suplemen diet yang harus dihindari karena memberikan efek pusing, telinga berdengung, meningkatkan tekanan darah, dan merusak hati.

Loading
Artikel Selanjutnya
Berat Badan Turun Cepat Jika Rajin Sarapan Ini, Menurut Studi
Artikel Selanjutnya
Ingat Kemal Mochtar? Ini Kisahnya Turunkan Bobot Tubuh dari 120 kg jadi 60 kg