Sukses

Lifestyle

Tak tegas tangani pelecehan seksual, Google diprotes karyawannya

Fimela.com, Jakarta Kamis kemarin (1/11), ribuan karyawan Google melakukan aksi mogok.Seperti yang dilansir dari nytimes.com aksi ini dipicu dengan ketidakpuasan karyawan terhadap penangan kasus pelecehan yang terjadi di perusahaan internet terbesar ini. Hal ini terjadi setelah sebuah artikel di The New York Times pekan lalu yang mengungkapkan bahwa Google telah membayar jutaan dolar untuk pesangon kepada eksekutif laki-laki yang dituduh melakukan pelecehan seksual. Dan pihak Google dianggap mendiamkan masalah ini, tanpa ada tindakan yang tegas.

Dalam arikel yang tayang di nytimes.com (25/10) diungkapkan jika Google membayar $ 90 juta pada tahun 2014 kepada wakil presiden senior Andy Rubin setelah dia dituduh melakukan pelecehan seksual. Bahkan setelah perusahaan itu menyimpulkan bahwa klaim pelecehan terhadapnya adalah kredibel.

Dalam aksi ini mereka menuntut untuk mengubah cara Google menangani pelecehan seksual, termasuk mengakhiri penggunaan arbitrase pribadi dalam kasus semacam itu. Mereka juga meminta publikasi laporan transparansi tentang kasus pelecehan seksual, pengungkapan lebih lanjut tentang gaji dan kompensasi, perwakilan karyawan di dewan perusahaan.

Gelombang ini dilakukan serentak di seluruh dunia. Tidak hanya pekerja perempuan, para pekerja pria pun mengecam tindakan Google ini. Beberapa pekerja pun memposting poster pada akun sosial media sebagai bentuk dukungan aksi dan protes kepada pihak google.

Ketidakpuasan para karyawan Google ini memang tidak berimbas kepada harga saham perusahaan internet ini. Namun, aksi protes mereka terhadap pelecehan seksual di kantor adalah wujud perhatian terhadap isu ini. Bahwa isu pelecehan seksual di tempat kerja adalah bukan hal yang boleh disepelekan. Well, setiap orang berhak untuk mendapatkan perilaku yang baik di tempat kerja, bukan? Bagaimana pendapatmu Sahabat Fimela? Share di kolom komentar.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading