Sukses

Lifestyle

5 Orang yang Harus Diunfollow dari Media Sosial

Fimela.com, Jakarta Setiap hal punya sisi baik dan buruk, namun kita selalu punya kendali untuk mengontrol mana yang ingin kita terima . Demikian pula dengan media sosial.

Sebagai pengguna, tentu kita bisa memilah konten untuk dikonsumsi sehari-hari. Kalau kita banyak menerima konten yang memberi efek negatif bagi diri, artinya isi media sosialmu perlu dievaluasi. Salah satunya dengan mengecek lagi siapa yang perlu diikuti.

Pilihlah orang-orang yang bisa menginspirasimu untuk jadi lebih baik, untuk bersemangat, dan kerap berbagi energi positif alih-alih mengusik psikismu dengan cara yang negatif.

Jika masih mengikuti orang-orang dengan tipe seperti ini, unfollow sekarang juga!

1. Si Pengritik

Kadang kritik memang diperlukan, tapi jika setiap hal dikritik, dikeluhkan, sampai hampir setiap kontennya di media sosial berbau negatif seperti itu, untuk apa diikuti? Percayalah, dia akan jadi sumber negatif dalam hari-harimu.

 

2. Si Oversharer

Kalau ada seseorang yang menceritakan setiap detail dalam hidupnya ke media sosial, mulai dari masalah keluarga, masalah percintaan, pekerjaan, atau apapun, sepertinya orang itu tidak baik-baik saja. Bak menyaksikan reality show di TV, apa manfaatnya?

3. Si "Mama"

Bayi memang lucu, tapi apakah kamu butuh tahu perkembangan bayi orang lain setiap hari? Sepertinya tidak. Lebih baik nikmati hidupmu tanpa obrolan berat soal bayi selagi bisa.

4. Si Humblebrag

Pernah atau sering lihat orang kurus mengeluh gendut? Pernah lihat orang bangun tidur yang wajahnya selfie ready dengan eyelash extension dan sulam alis, tapi mengaku kumal? Unfollow them.

 

 

5. Si happy all the time

Sebagaimana kita bisa memilih siapa yang ingin kita lihat di media sosial, kita juga bisa memilih apa yang ingin kita perlihatkan ke orang lain. Seseorang mungkin memilih untuk memperlihatkan sisi senang-senang dalam hidupnya saja, dan itu tidak salah. Yang salah adalah jika kita melihat kesenangan orang, lalu kita membandingkannya dengan diri sendiri. Kemudian timbul rasa iri dan kurang bersyukur, akhirnya kita disadari atau tidak, kita pun berusaha menjadi dirinya.

Jika menemukan sosok itu dalam media sosialmu, hindari sejauh mungkin. Apa yang dia bagikan mungkin positif, tapi kalau kamu tidak bisa menerimanya sebagai sisi positif, untuk apa?

;
Loading