Sukses

Lifestyle

9 Artikel Serba Serbi Tentang LDR

Cinta itu memang tak pernah bisa ditebak kapan datangnya. Dan saat ia muncul, terkadang masih harus terpisah jarak tanpa bisa bertemu setiap saat.

Bila Anda memiliki hubungan jarak jauh dengan kekasih, simak kumpulan artikel tentang Long Distance Relationship yang telah kami kemas apik untuk Anda.

Ada yang bercerita tentang kisah nyata hubungan jarak jauhnya, bagaimana perjalanan cinta yang sukses dan juga gagal. Ada pula yang membantu Anda memecahkan mitos dan problem saat harus berjauhan, di mana orang bilang A dan ternyata tak semua yang dikatakan orang itu benar.

Jangan lewatkan tips-tips untuk mengatasi kebosanan saat LDR, sehingga hubungan tetap langgeng dan manis.

Tak menunggu lama, mari kita mulai dengan mengenali beberapa penyebab kegagalan hubungan jarak jauh berikut ini...

 

(vem/bee)

4 Penyebab Kegagalan LDR

LDR atau Long Distance Relationship adalah sebuah hubungan yang penuh tantangan. Beberapa pasangan menyerah sebelum mereka menjalani hubungan pacaran jarak jauh itu. Namun, beberapa di antaranya juga masih berusaha sekuat tenaga mempertahankan hubungan yang tidak pernah sepi tantangan ini. Sebetulnya, hubungan pacaran jarak jauh tidak ada salahnya selama Anda saling percaya. Akan tetapi banyak juga faktor yang menimbulkan kegagalan LDR meskipun kedua belah pihak sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga hubungan mereka.

1. Tipikal senang dimanja

Rasanya tidak ada wanita yang tidak suka dimanja. Hal ini lumrah saja untuk dilakukan wanita terhadap pasangannya. Yang menjadi masalah adalah ketika Anda harus terpisahkan oleh jarak dengan pasangan Anda, kepada siapa Anda bisa bermanja? Hal ini harus dapat segera diantisipasi. Bisa-bisa Anda merasa depresi hanya karena tidak bisa dimanja oleh pacar.

2. Lapar mata

Siapa yang tidak tergoda ketika si tampan melihat Anda? Karena si tampan ada di depan mata, Anda bisa seketika melupakan dia yang sedang jauh di sana. Hal ini tentu berbahaya, apalagi jika Anda berencana untuk melanjutkan hubungan Anda yang hanya sebatas 'first sight' saja. Dalam kondisi jauh dari pacar, sesosok pria seperti itu tentu rasanya seperti menghapus rindu akan kehadiran pacar yang jauh di sana.

Baca Penyebab Kegagalan LDR selengkapnya

Menangkal Mitos Kegagalan LDR

Seringkali LDR menjadi momok bagi pasangan yang tengah menjalaninya. LDR atau Long Distance Relationshipadalah hubungan pacaran yang dilakukan meski tengah berada dalam jarak jauh. Keraguan dan ketidakpercayaan berujung pertengkaran umumnya menjadi masalah dalam hubungan ini. Belum lagi ketika ada orang lain yang lebih dekat dan mampu memberikan perhatian lebih, rentan menguji komitmen kita dalam hubungan jarak jauh.

Apabila Anda tengah mengalami kegalauan dalam hubungan LDR, berikut ini beberapa cara yang bisa anda coba untuk mengatasi masalah yang menjadi momok LDR.

Aturlah Komunikasi

Buatlah jadwal rutin untuk saling berkomunikasi. Tidak perlu terlalu sering tapi juga jangan terlalu jarang. Berikan variasi dalam komunikasi Anda. Misalnya lewat messenger, Skype, telepon atau SMS. Saat ini sudah banyak media komunikasi yang makin memudahkan bukan. 

Menyibukkan Diri

Temukan kegiatan yang menarik. Sibukkan diri anda karena saat sendiri anda akan cenderung bosan. Ceritakan pengalaman Anda pada pasangan. Menceritakan hal baru pada pasangan bisa membantu menyegarkan hubungan Anda. Mengalihkan dari isu-isu negatif yang bisa saja timbul karena persepsi pribadi.

Berbahagialah

Hal ini terdengar biasa saja, namun sebenarnya memiliki dampak besar pada hubungan Anda. Menjadi orang yang positif dapat memberikan pengaruh pada pasangan Anda untuk turut bersukacita. Bersyukur tentang apa yang anda miliki, pasangan yang Anda miliki dan waktu yang anda miliki berdua. Anda tetap berdiri dengan bahagia meski pasangan Anda sedang jauh dan Anda sedang diliputi pasangan kekasih.

Sharing dengan Sahabat yang Senasib

Meski tidak harus membongkar semua rahasia dapur percintaan Anda, sharing dengan sahabat dapat memberikan inspirasi untuk kuat bertahan. Perkaya pengetahuan Anda tentang teknik mempertahankan hubungan dari cobaan jarak dan waktu. Anda bisa memilih untuk bersyukur atau termotivasi untuk lebih kuat mempertahankan hubungan anda dengan kekasih. 

Pasangan LDR Dan Cyber Love Ini Sudah Bertahan 5 Tahun

Kita mungkin hampir tidak percaya dengan yang namanya LDR bisa bertahan lama, bahkan dengan cinta yang ada di dunia maya. Bagaimana mungkin perasaan dua orang yang tidak pernah bertemu bisa bertahan sedemikian lama? Mungkin kita pikir mereka sudah sangat tidak laku dan keluar dari logika serta menghabiskan waktu.

Namun kisah ini benar-benar nyata. Pasangan yang pertengahan tahun ini dilirik banyak web berita karena kisah cintanya yang merupakan cyber love dan LDR bergabung menjadi satu. Yang lebih menakjubkan, mereka bertahan hingga lima tahun sampai akhirnya benar-benar bertemu. Mereka adalah Cady Harris dan Will Jarman yang sama-sama masih berusia 18 tahun.

Awalnya kedua anak muda ini hanya mengikuti sebuah online gaming via Xbox Live dan sejak saat itu komunikasi di antara mereka semakin intense dan berubah menjadi online dating karena akhirnya mereka mulai menjalin hubungan via dunia maya. Seperti kisah yang ada dalam film, hubungan persahabatan mereka bisa berjalan sampai tiga tahun. Hubungan itu berlanjut menjadi hubungan kekasih dan berjalan selama dua tahun. Mereka berkomunikasi lewat Myspace, Facebook hingga Skype.

Untuk pertama kalinya mereka bertemu dan berpelukan di sebuah bandara pada Maret 2012. Pertemuan kedua mereka pada Juni 2012. Cady dan Will bertunangan pada 26 Juni 2012 dan masih akan ada sederet pertemuan yang mereka rencanakan. Yang jelas mereka direstui oleh orang tuanya untuk bertunangan dan bersedia menunggu hingga cukup umur untuk menikah. 

Cady berkata, "Saat kau sedang kencan di dunia maya, tidak ada apapun yang berhubungan dengan fisik. Kamu hanya ingin tahu seperti apa orang yang sedang menjalin hubungan denganmu. Aku mengenalnya selama lima tahun, melihat keluarganya, sahabat-sahabatnya. Aku tahu siapa dia. Kau akan mengetahui tentang orang itu, bukan hanya penampilan mereka, tapi siapa mereka."

Cady dan Will adalah satu dari sekian kisah keberhasilan cinta jarak jauh dan cinta yang dijalin atas hubungan lewat dunia maya. Kiat memang tidak bisa menjamin kisah seperti ini akan berhasil bila diterapkan, tapi toh kisah cinta jarak dekat dan di dunia nyata juga sama-sama beresikonya. Semua kembali kepada komitmen Anda dan pasangan yang menjalaninya, serta pandangan Anda mengenai cinta macam apa yang ingin Anda jalani. Sehingga apapun tantangan dalam hubungan Anda, bisa dihadapi bersama dengan kepercayaan dan tanggung jawab pada satu dengan yang lainnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah punya kisah serupa atau tidak percaya dengan kisah cinta semacam ini? 

Kisah Nyata: Pacaran Jarak Jauh Itu 'Nano-Nano'

Oleh: Agatha Yunita

Pacaran jarak jauh, atau yang lebih beken disebut Long Distance Relationship (LDR), seringkali dijudge sebagai hubungan yang tidak serius dan lebih baik jangan dijalani karena banyak makan hatinya. Coba, siapa yang setuju dengan pernyataan tersebut?

Setelah bertanya pada para sahabat Vemale, tak sepenuhnya setuju. Karena telah banyak pula yang membuktikan bahwa LDR tidak seburuk itu. Komitmen. Komunikasi. Kejujuran. Kesetiaan. Tentu semuanya harus menjadi paket yang lengkap agar hubungan tetap awet dan dapat berjalan lancar. Toh sebenarnya tidak jaminan juga bila sering bertemu hubungan langsung lancar dan tanpa kendala. Well, semua kembali pada personal yang menjalaninya.

Setidaknya, sebagian sahabat Vemale ini berbagi, bahwa LDR bukan masalah bagi mereka. Itu hanya perkara jarak saja. Dan jarak tidak mengalahkan kekuatan cinta!

Ada manis, asem, asin - Icha

Kami LDR sudah 3 tahun, ada manis, asem, asin, pahit hahaha. Manisnya membuat kami jarang bertengkar, dan sekalipun harus bertengkar kami tidak langsung berhadapan melihat wajah satu sama lain. Pahitnya, saat kangen tidak bisa diungkapkan dengan puas, karena tidak bisa bertemu langsung. Dan akhirnya dibantu dengan kecanggihan teknologi, Skype, webcam, Facebook dan lain sebagainya. Walaupun tetap kangen sih. Intinya, tetap percaya bahwa cinta itu lebih besar dari semuanya. Dan apabila memang sudah ditakdirkan menjadi jodoh, toh tidak akan ke mana. Akhirnya 5 bulan lalu kami menikah.

Jenuh itu bisa dibunuh! - Silvia

Kalau jenuh itu sih biasa ya. Dan saat kami merasa jenuh, kami akan membahas yang seru-seru, seperti film yang sedang diputar, pertandingan yang sedang disiarkan, atau saling mengirim foto kegiatan sehari-hari. Dan begitulah, jenuh itu tak akan menjadi masalah selama kita tak membiarkannya berlarut-larut.

Bagaimanapun LDR itu tetap menyenangkan - Pebriyanti

Bagaimanapun bagi saya LDR itu menyenangkan. Menjadikan orang yang kita sayang itu tetap jadi dirinya sendiri. Kita bisa percaya satu sama lain, walaupun akhirnya hubungan tak selalu berhasil. Tapi saya tetap optimis ;)

LDR tidak memudarkan cinta kami - Penutur Imaji

Sejak tahun lalu akhirnya kami harus menjalani LDR karena ia harus bekerja di Kalimantan. Yah, inginnya sih dia tak jauh-jauh dari saya, tetapi demi masa depan berdua, semua itu harus dijalani dengan niat yang baik. Untungnya, teknologi sekarang canggih. Dengan bantuan Blackberry, komunikasi kami tak pernah putus. Mulai SMS, telepon, saling mengirim foto aktivitas sehari-hari, yang tujuannya sebenarnya bukan memantau, namun membuat kami merasa dekat dan tak berjarak.

Bagi kami, komunikasi dan saling percaya itu dua hal yang memang sulit. Namun selama ini kami tidak pernah mencurigai satu sama lain. Banyak hal kecil kami bagi dan ceritakan, seolah kami tak pernah kehabisan topik. Pun demikian, bukan berarti kami tak pernah mengalami masa sulit dan bertemu masalah. Ada beberapa saat di mana saya mengalami PMS, saya menjadi sensitif dan perselisihan muncul. Untungnya pasangan saya orang yang sangat mengerti dan bisa memahami hal tersebut. Pengertiannya terhadap saya selalu membuat saya kagum. Dan dia akan lebih berhati-hati menghadapi saya saat masa-masa PMS itu datang lagi. Tak ada hal lain lagi yang kami butuhkan selain pengertian dan kepercayaan. Dan kami berencana akan segera menikah September 2012 ini.

Baca Kisah Nyata Pacaran Jarak Jauh selengkapnya

5 Kesalahan Utama Saat Pacaran Jarak Jauh

Long distance relationship(LDR) atau pacaran jarak jauh memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan pasangan yang tinggal satu kota. Walaupun penuh tantangan, hubungan pacaran jarak jauh bisa berjalan baik dan langgeng bila terhindar dari kesalahan-kesalahan ini.

Tidak Menceritakan Kehidupan Anda

Anda dan dia terpisah jarak yang jauh, ketidakhadirannya kadang membuat Anda merasa seperti jomblo. Tapi ingat ladies, Anda masih punya pasangan yang ingin tahu bagaimana kehidupan Anda. Anda masih bisa curhat dengannya, Anda bisa memberitahukan kabar baik apapun padanya, apapun yang ingin Anda bagi masih bisa dilakukan walaupun dia berada jauh di sana. Yang harus diingat adalah waktu yang tepat untuk curhat dengannya. Jangan memaksa dia mendengar curhat Anda di tengah jam kerja atau kuliah.

Banyak Mengeluh

Yang ini berbeda dengan curhat, mengeluh di sini adalah mengeluh mengenai sulitnya pacaran jarak jauh yang sedang dilalui. Memang, pacaran jarak jauh akan menyita pikiran dan tenaga, tetapi jika Anda terus membahasnya dengan pasangan, dia akan capek dengan keluhan tersebut. Ini juga menandakan Anda sebenarnya belum siap melakukan pacaran jarak jauh. Berpikir positif dan sabar dibutuhkan jika Anda ingin hubungan jarak jauh ini berhasil.

Tidak Ada Komunikasi

Tiba-tiba menghilang dan kurangnya komunikasi adalah kesalahan yang sangat besar. Bayangkan jika dia tiba-tiba tidak memberi kabar dalam waktu yang lama, Anda pasti bertanya-tanya ada apa, begitu juga sebaliknya. Komunikasi yang rutin adalah hal utama yang bisa membuat hubungan jarak jauh berhasil. Komunikasi pendek dalam pesan singkat seperti "Aku baru membuat puding strawberry. Kalau kamu pulang, aku buatkan spesial untuk kamu :)" akan terasa manis dan membuat pertemuan dengannya terasa lebih hangat.

Cemburu dan Menuduh Selingkuh

Cemburu itu tandanya cinta, tapi jika cemburu sudah kelewatan apalagi menuduh selingkuh setiap saat, itu akan membuat si dia jengkel dengan sikap Anda. Sedikit-sedikit curiga, sebentar-sebentar meneleponnya hanya untuk tanya "Sedang ngapain, di mana, dengan siapa?" juga akan membuat si dia capek. Daripada terus bertanya dengan nada curiga, lebih baik katakan, "Lagi nonton bareng teman kantor ya? Selamat bersenang-senang, salam untuk mereka!". Ini akan membuat dia lebih nyaman dan menunjukkan Anda percaya padanya.

Selingkuh

Selingkuh adalah kesalahan paling besar saat menjalani pacaran jarak jauh. Rasa sepi karena ketidakhadiran pasangan sering membuat seseorang terpancing dan jatuh cinta (lagi) saat mendapat perhatian dari orang lain. Jatuh cinta (lagi) sering tidak memandang status seseorang yang sudah punya pasangan, hal ini dipermudah karena si dia jauh dari Anda, kesempatan selingkuh makin besar. Tapi ingat ladies, apapun alasannya, selingkuh adalah kecurangan yang menghancurkan komitmen dan masa depan hubungan asmara Anda.

Jika Anda dan si dia berhasil menjauhkan kesalahan-kesalahan ini, pacaran jarak jauh bisa berhasil dan seawet pasangan yang pacaran jarak dekat. Good luck!

Mengakhiri Long Distance Relationship Tanpa Menyakiti Hatinya

Banyak pasangan bertahan dengan Long Distance Relationship (LDR). Salah satu penyebabnya adalah karena komitmen dan saling percaya. Namun, sebagian di antaranya justru memilih tidak bertahan karena berbagai alasan. Mayoritas alasan bosan dan jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk bertemu. Bagaimanapun juga, setiap pasangan memiliki alasan pada tiap-tiap apa yang dipilih.

Sayangnya, ada banyak pasangan yang mengaku bosan dan berkeinginan untuk memutusakan LDR khawatir menyakiti hati pasangan. Seperti dilansir dari EzineArticles.com (27/7) ada beberapa tips untuk memutuskan pasangan LDR tanpa khawatir menyakiti hati. Berikut tipsnya.

1. Berbicara

Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan LDR, luangkan waktu untuk berbicara dengannya. Utarakan apa yang menjadi penyebab keinginan mengakhiri hubungan tersebut. Pastikan bahwa dia mengerti dengan maksud yang disampaikan. Jangan pernah sekalipun menyalahkan pasangan mengapa jarak memisahkan. Setelah mengajaknya berbicara, biarkan dia tenang dengan sendirinya.

2. Ramah

Bagi sebagian orang, putus cinta adalah menyakitkan. Setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya, tetap jalankan komunikasi. Hibur dia, namun jangan memberi porsi yang berlebihan. Biarkan pasangan tahu bahwa dia adalah orang baik dan Anda tidak cukup pantas dengannya.

3. Berada di dekatnya

Putus cinta membuat sebagian orang rapuh dan membutuhkan bahu untuk bersandar. Siapkan bahu untuknya, setidaknya hingga dia merasa sedikit pulih. Jika dia bertanya apapun, usahakan untuk menjawabnya. Percayalah, hal yang demikian ada karena dia merasa terkejut dengan putusan Anda.

4. Beri kalimat perpisahan

Tak sedikit pasangan yang mengaku berpisah dengan pasangan namun belum bisa move on. Hal ini terjadi karena tidak adanya kalimat perpisahan. Padahal, kalimat perpisahan akan membantu Anda maupun pasangan untuk segera move on. Setelah mengucap kalimat perpisahan, tetaplah bersikap ramah padanya. Namun, batasi komunikasi setelah mengucapkan kalimat perpisahan. Tujuannya, agar dia tidak mengira bahwa Anda memberikan harapan untuk kembali.

Sebenarnya, memutuskan hubungan kekasih tidak serumit yang dibayangkan. Hanya saja, kadang terlalu kasihan adalah penyebab mengapa memutuskan hubungan terasa sulit dilakukan. Namun, ada baiknya, berpikir kembali jika ingin memutuskan pasangan. Karena, bagaimanapun menjaga lebih sulit daripada memulai hubungan.

Cara Ampuh Usir Bosan Saat Long Distance Relationship

Mempunyai pasangan yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer dari kita seringkali membuat beberapa bahkan banyak pasangan di antara kita yang merasakan kangen berlebih atau bahkan hingga mengalami kebosanan. Sebenarnya, jika dicerna dari awal, Long Distance Relationship atau biasa dikenal dengan sebutan LDR ini adalah sebuah hubungan jarak jauh dimana percaya, komunikasi, dan komitmen adalah kunci utama sukses (baca: Kiat Sukses Menghadapi Long Distance Relationship). Jika pertemuan yang jarang dilakukan bisa menyebabkan kebosanan, bagaimana dengan suatu hubungan yang setiap harinya bisa bertemu dengan pasangan?

Bosan pada satu hubungan memang wajar adanya, hanya saja itu bergantung dengan bagaimana kita menyiasatinya (baca: Saat Bosan Dengan Pasangan Menyerang). Jika bosan saat LDR menyerang, apa saja tipsnya?

1. Cari sumber kebosanan

Tatap muka adalah syarat utama yang bisa menjadikan pasangan dapat membangun hubungan lebih kuat. Namun, dengan kecanggihan teknologi, hal tersebut sebenarnya bisa diatasi oleh pasangan yang menjalani LDR. Meski demikian, tetap saja ada kalanya rasa bosan datang menghampiri. Untuk mengusir rasa bosan yang datang tiba-tiba, sebaiknya cari tahu dahulu hal apa yang menjadikan Anda bosan dengan pasangan. Apakah selama ini Anda bosan karena sering merasa sendiri atau bagaimana?

2. Lakukan kegiatan yang menyenangkan

Jika memang penyebab utama Anda bosan dengan pasangan adalah karena selalu merasa sendiri, sebaiknya lakukan hal-hal yang dirasa baru seperti snorkling bersama teman-teman, paralayang, atau rafting. Dengan begitu, selain pikiran fresh, rasa bosan karena merasa sendiri pun akan cepat hilang.

Baca Cara Ampuh Usir Bosan Saat LDR selengkapnya

Long Distance Relationship Identik Dengan Kisah Pahit?

Banyak orang berpikiran bahwa menjalin hubungan jarak jauh atau yang kini banyak disebut dengan istilah Long Distance Relationship (LDR) adalah hubungan yang menyeramkan, karena membutuhkan banyak nyali. Namun, tak sedikit yang berpikiran bahwa LDR justru memberikan efek positif bagi masing-masing pasangan. Berikut ini sebuah petikan wawancara yang dilontarkan pada pelaku dan mantan pelaku LDR.

 

Q: Sudah berapa lama menjalani LDR dan jaraknya dimana saja?

A: Rhein Fathia:3 tahun, tapi itu nggak termasuk PDKT loh ya. Kalau jarak sih, pindah-pindah selama 3 tahun ini. Bogor-Semarang, Bogor-Palembang, Bogor-Manado, dan sekarang Bogor-Tarakan (Kalimantan Timur).

Bin:22 bulan, tapi sekarang udah enggak. Antara Surabaya-Lampung.

Ankha:Baru sebentar sih, 4 tahun. Kami antara Jakarta-Malang.

Bellaluna:3 tahun tapi sekarang udah enggak. Waktu itu kami antara Bandung-Jogja, Bandung-Makassar.

Putra:4 bulan aja. Kami Jogja-Padang, tapi dia asli Blitar. Sekarang udah enggak sih.

Fajarembun: 1 tahun, itu dari awal ta'aruf ala Ayat-ayat Cinta, istriku baru naik kelas 2 Aliyah. Antara Malang-Jogja.

 

Q: LDR biasanya terkesan dengan sebutan Long and Desperate Relationship. Benar demikian atau memang ada kendalanya?

A: Rhein Fathia:Alhamdulillah baik-baik saja, paling sering sih awal-awal dulu. Itupun karena Indra (pacar.red) hobinya jalan sama temen-temennya. Padahal aku kan pengennya telponan, apalagi kalau pms. Hahaha.

Bin:Ongkos, haha. Tapi, kalau dia sih, dobel kendalanya. Orangnya kelewatan cuek. Kalau kangen pengen ketemu, orangnya nggak mau ambil pusing jadi jatuhnya nggak bisa komunikasi deh...

Ankha:Komunikasi. Kami jarang komunikasi, jarang telpon, cemburu juga sih. Dia lebih mentingin temennya yang deket daripada ceweknya yang jauh.

Bellaluna:Kendalanya susah komunikasi. Lagian dia juga sibuk kerja, paling cuma bisa komunikasi malem aja. Selain itu, kalau ada masalah susah diselesaiin, kan nggak enak gitu kalau diomongin di telpon aja. Belum lagi masalah ongkos, hahaha.

Putra:Susah ketemunya karena beda pulau, berat di ongkos, hehehe. Selain itu, dia juga sempet nggak mau dihubungi, jadi aku deket sama temen kampus. Pas dia tahu, malah ngambek.

Fajarembun:Kadang bosan datang. Tetapi kesabaran yang besar untuk menantikan cinta menjadi tujuan utamanya.

Baca juga Apakah Benar LDR Selalu Identik Dengan Kisah Pahit?

LDR Isn't That Bad, Ladies! (I)

Banyak orang bilang kalau long distance relationship tidak akan pernah berhasil. Well ladies, jangan mudah percaya. Mungkin sekarang Anda adalah salah satu wanita yang tengah menjalani hubungan jarak jauh di mana rasa kangen hanya terlampiaskan lewat layar komputer atau telepon genggam. Hari Sabtu malam, ketika semua couple di sekitar Anda terlihat bermesraan, Anda hanya bisa mengirimkan pesan pada si dia, ‘I wish you were here’.

Zaman sekarang, menjalani LDR memang jauh lebih mudah. Teknologi bisa bikin ‘yang jauh semakin dekat’ lewat BBM, Facebook, Twitter dan Skype. Tapi berbincang setiap hari lewat mesin.... is it enough? “Teknologi memang memudahkan Anda untuk keep in touch dengannya,” jelas Diana Kirschner, pengarang Love in 90 Days, ‘tapi yang sebenarnya, yang paling sulit dalam LDR adalah menjaga percikan-percikan cinta tetap alive.” Tapi...Anda harus berhenti meratap sekarang. Buat apa ada Cosmo di antara Anda, para fun fearless female? Majalah ini selalu mampu membuat relationship Anda menjadi fun dan exciting, betapa jauhnya ia berada sekarang.

LDR Secret : Tambahkan ‘Bumbu’ Cinta Setiap Hari!

Cosmo mengerti, saat yang paling ditunggu-tunggu dari menjalani LDR adalah ketika Anda bisa mengungkapkan betapa Anda sangat, sangat merindukannya. Namun yang harus diingat meski berada dalam hubungan jarak jauh, Anda tak perlu terus-menerus memberikan daily routine report pada pasangan.

Komunikasi memang penting, tapi pastikan Anda mengemasnya dalam sesuatu yang spesial dan menarik, agar hubungan tidak menjadi flat. ‘Mencampurkan beberapa perilaku atau hal yang seksi dan fun bisa bikin LDR tidak berujung bosan,” ujar psikolog Seth Meyers, pengarang Dr. Seth’s Love Prescription. Ini berarti, Anda harus selalu berpikir kreatif kala Anda dan si dia terpisahkan oleh jarak. Berikut beberapa ide Cosmo:

Daily Picture

Daripada bosan mengirimkan “Jangan lupa makan siang ya...”, lebih baik awali setiap hari dengan mengirimkan foto diri masing-masing. Setelah Anda berpakaian di pagi hari, kirimkan foto pada si dia, begitu pun kalau Anda sudah all dressed up untuk bertemu dengan the girls. Tujuannya? So he can ‘see’ you every day.

Grab a Book of a Sex Position

Cari referensi posisi seks terbaru yang ingin Anda lakukan bersamanya. Jika sudah menemukan, foto dan kirimkan pada si dia. Jangan lupa tambahkan pesan ‘We’ll try this soon, baby!’ Pasti membuat ia kian menginginkan Anda. Personal Moment

Lea Michelle bercerita kalau-kalau kesibukannya dalam Glee membuatnya harus berada dalam LDR . Dan momen favoritnya saat Sabtu malam adalah, “Shower memakai bath robe, menuangkan segelas wine, dan Skype dengan kekasih.’ Kenapa Anda tak mencontohnya untuk kencan minggu ini? Siapkan wine dan makanan untuk dinikmati, dan minta si dia untuk melakukan hal yang sama. It’s a date!

Set The Date

Yang ini sangat penting. Selama menjalani LDR, tak baik kalau Anda selalu berada dalam ‘gelap’ – alias Anda tak tahu exactly kapan akan bertemu pasangan. Always, always, set the date! Jadi di kala rasa rindu tak tertahankan menyerang, Anda bisa menghibur diri sendiri dengan berkata, ‘It’s ok, kita akan bertemu tiga bulan lagi, kok.’ Tip Cosmo, lebih menyenangkan lagi kalau Anda bisa merencanakan liburan bersama. Jadi Anda dan si dia berjanji untuk bertemu di sebuah destinasi liburan. Soooo exciting!

Timer Sexy Count Down

Ketika waktu Anda bertemu semakin dekat....Anda bisa menyiapkan a little surprise. H-7 kirimkan foto Anda mengenakan busana lengkap. H-6, tanggalkan satu item. H-5, tanggalkan dua item. Sampai H-1, hanya satu bagian saja dari tubuh yang tertutup. Di hari H Anda bertemu dengannya, he’ll see you completely naked. [initial]

Simak juga bagian ke-2, LDR Secret : Love Booster! 

Source: Cosmopolitan Edisi April 2011, Halaman 196

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading