Sukses

Lifestyle

Foto #Speedometer Kecepatan Tinggi, Tren Maut Para ABG

Kasus kecelakaan yang dialami Abdul Qodir Jaelani atau biasa disapa Dul tidak hanya berkembang di wilayah hukum. Kecelakaan yang terjadi pada anak di bawah umur membuat masyarakat angkat bicara. Yang terbaru adalah berkembangnya berita tren memotret speedometer kecepatan tinggi untuk dipamerkan di media sosial.

Ingin Terlihat Keren, Tapi Membahayakan Nyawa Banyak Orang

ABG atau Anak Baru Gede adalah istilah yang diberikan pada anak yang sedang tumbuh memasuki masa remaja atau pubertas. Di masa seperti ini, status keren atau cool sangat diharapkan oleh mereka, melebihi apapun. Kadang mereka berbuat nekat dan tidak memikirkan keselamatan dengan mendapat pujian 'keren'. Salah satunya adalah kebut-kebutan di jalan raya, padahal belum punya SIM.

Contoh foto #speedometer kecepatan tinggi | Foto: Instagram

Yang menyedihkan, kebiasaan ngebut ini justru dianggap keren di kalangan ABG dan remaja. Mereka sengaja memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, memotret jarum speedometer yang sudah berada di angka 120 km/jam, 150 km/jam bahkan 200km/jam. Jika foto speedometer sudah didapat, akan dipamerkan di media sosial, biasanya di Instagram dengan hastag #Speedometer.

Semakin banyak pujian dan like, semakin bangga mereka. Padahal, tren ini sangat berbahaya. Nyawa anak dan pengguna jalan yang lain jadi taruhan, demi sebuah foto dan pujian "Kamu keren banget ngebut sampai 200km/jam.

Contoh foto #speedometer kecepatan tinggi | Foto: Instagram

Lemahnya Pengawasan Orang Tua

Tren kebut-kebutan seperti ini tidak hanya terjadi di kota besar. Bahkan di daerah terpencil, Anda dengan mudah menemukan anak SD sudah memakai sepeda motor, tanpa pendamping, tidak pakai helm, membonceng temannya dan kebut-kebutan. Mudahnya para orang tua memberi fasilitas kendaraan akan dimanfaatkan anak untuk memamerkan dirinya yang bisa ngebut.

Banyaknya anak, ABG dan remaja yang sudah memakai kendaraan tanpa SIM, ngebut di jalan dan tidak memahami peraturan lalu lintas menjadi pekerjaan besar para orang tua, masyarakat dan penegak hukum. Di luar pelanggaran hukum yang terjadi, kasus kecelakaan Dul membawa sisi baik, agar para orang tua lebih bijak dalam memberikan kendaraan dan izin mengemudi. Semoga tren seperti ini dapat dihentikan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. [initial]

BACA JUGA:

Aku Hampir Meninggal Karena Ingin Kurus

10 Bulu Mata Palsu Ini Lebih Cetar Dibanding Syahrini

5 Jenis Diet Paling Terkenal di Indonesia

Kata Pria, Mata Wanita Adalah Sumber Kecantikannya

10 Foto Rontgen Dengan Benda 'Aneh' Dalam Tubuh

(vem/yel)
Loading
Artikel Selanjutnya
Waduh, Ternyata Kebiasaan Menggigiti Kuku Itu Sangat Berbahaya!
Artikel Selanjutnya
Bahaya Radiasi Handphone dan Komputer Sekaligus Cara Mengatasinya