Sukses

Lifestyle

Media Sosial Memberi Kita Kemudahan untuk Pura-Pura Bahagia

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya maksud dan tujuannya sendiri menggunakan media sosial. Memang kita punya pilihan dan hak sendiri ingin menggunakan akun media sosial kita untuk apa. Ada yang hanya sekadar ingin menyambung tali silaturahmi, untuk keperluan bisnis, bahkan ada yang digunakan untuk pencitraan semata.

Tapi pernah nggak kita menyadari kalau media sosial itu bisa memberi kita kemudahan untuk pura-pura bahagia? Saat kita sebenarnya sedang menghadapi hari yang buruk, kita kemudian mengunggah foto dengan kata-kata bijak yang penuh semangat. Saat sebenarnya kita sedang sedih dan terluka, kita mengunggah foto lama yang menampilkan senyuman untuk diunggah di media sosial. Di balik foto yang tampak bahagia dan kata-kata yang penuh semangat dan inspirasi, kadang kita menyembunyikan kesedihan kita sendiri di baliknya.

Ruang di media sosial memang memberi kebebasan

Mau mengunggah foto apa atau menuliskan kata-kata yang seperti apa di media sosial, kita yang menentukan semua sendiri. Ruang di media sosial memberi kebebasan yang begitu luas. Termasuk ruang yang luas sebagai tempat menyembunyikan kesedihan atau sisi gelap yang kita miliki. Sehingga mudah saja bagi kita untuk menyembunyikan hal yang sebenarnya kita rasakan di media sosial.

“Every man has his secret sorrows which the world knows not; and often times we call a man cold when he is only sad.” ― Henry Wadsworth Longfellow

Tak semua kesedihan yang kita rasakan harus dibagi pada orang lain

Mungkin ada yang bakal menyebut kita pencitraan atau bersikap munafik karena tak menampilkan sesuatu sesuai dengan yang sedang kita alami. Hanya saja memang kadang ada kesedihan yang tak bisa dijadikan konsumsi publik. Tak semua masalah pribadi perlu kita umbar ke orang lain. Ada filter yang kita buat sendiri soal apa yang memang bisa kita tampilkan di akun media sosial kita.

Orang lain juga mungkin juga sedang menghadapi masalahnya sendiri

Siapa tahu dengan menampilkan sesuatu yang bahagia, orang lain yang melihatnya juga bisa ikut bahagia. Kalau media sosial bisa dimanfaatkan dengan cara yang positif, maka dampak yang kita ciptakan pun bisa ikut positif. Ketika sharing hal yang positif di tengah kondisi hati kita yang sedang tidak membaik, siapa tahu orang lain juga bisa tertular semangat positif untuk kembali berjuang mengatasi masalahnya.

“Attitude is a choice. Happiness is a choice. Optimism is a choice. Kindness is a choice. Giving is a choice. Respect is a choice. Whatever choice you make makes you. Choose wisely.” ― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Hidup di era media sosial memberi tantangannya sendiri

Apa yang dipamerkan orang lain di media sosial belum tentu benar begitu adanya. Apa yang kita tampilkan di media sosial pun juga belum tentu sesuai dengan kejadian yang sedang kita hadapi. Hal seperti ini memang jadi tantangan tersendiri. Tapi semoga kita tidak termasuk golongan orang yang memanfaatkan media sosial untuk merugikan orang lain, ya.

Meski media sosial memberi kemudahan untuk pura-pura bahagia, kita tetap bisa memanfaatkan platform tersebut untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat. Tetap gunakan media sosial dengan bijak dan jangan terlalu larut dalam drama-drama palsu yang ada di media sosial, oke? Selama kita bisa menggunakannya dengan baik, media sosial bisa memberi dampak yang positif dalam hidup kita.

;
Loading