Sukses

Lifestyle

Mengintip Kehidupan Si 'Manusia Siput' yang Hidup dengan Barang Rongsokan

Seperti seekor siput, pria ini selalu pergi dengan membawa rumahnya. Eh, tapi jangan membayangkan rumahnya ini terbuat dari batu bata atau tembok beton ya. Rumah yang ia bawa ini sangat unik dan juga tergolong nyentrik. Bahkan rumah ini juga tersusun dari barang-barang rongsokan.

Pria tersebut bernama Liu Lingchao dari kota Liuzhou, daerah otonomi Guangxi. Seperti yang dilansir oleh shanghaiist.com, selama enam tahun Liu mengumpulkan barang rongsokan dan botol bekas sebagai modal dan juga bahan untuk rumah yang  ia gotong saat bepergian. Setiap tahun ia akan melakukan perjalanan memutar, dari tempat tinggal asalnya di Liuzhou melewati Wuzhou lalu kembali lagi ke Liuzhou. Perjalanan itu pun menghabiskan waktu tiga bulan setiap tahunnya. Karena gaya hidupnya yang sangat unik, ia pun mendapat julukan "Snail Man" atau "Manusia Siput".

Liu dan rumah yang ia boyong. | Foto: copyright shanghaiist.com

Rumah yang selalu Liu bawa adalah rumah yang terbuat dari bambu dan dihiasi dengan berbagai macam pita serta bunga plastik. Tahun ini merupakan tahun keenamnya ia menjadi manusia siput yang selalu membawa rumahnya ke manapun ia pergi.


Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, rumah yang dibawa Liu kali ini terlihat lebih kuat dan kokoh. Tapi ada cerita sedih di balik keputusannya dengan selalu membawa rumahnya ke manapun ia pergi.

Liu selalu melakukan perjalanan tahunan dengan rumah uniknya, sampai disebut-sebut sebagai Manusia Siput. | Foto: copyright shanghaiist.com

Sekitar 10 tahun yang lalu, Liu mengalami trauma akibat kematian ayahnya karena sebuah kecelakaan dan perceraiannya dengan istrinya. Hidupnya tergoncang dan ia jadi takut untuk tinggal di dalam rumah karena, "takut rumahnya terguling." Itulah kenapa ia putuskan untuk melakukan perjalanan tahunan dengan menggunakan rumah uniknya tersebut.

Rumah Liu tampak dalam. | Foto: copyright shanghaiist.com

Meskipun sosok Liu sebagai Manusia Siput ini sudah terkenal di dunia maya, Liu masih saja menolak orang atau wartawan yang ingin meliputnya. Ia tetap hidup terisolasi dalam kesendiriannya.

Dalam perjalanannya, Liu terus mencari barang rongsokan. Pada titik tertentu, ia akan pergi untuk mencari botol air kosong dan mensortirnya lalu melanjutkan perjalanan lagi dengan memboyong rumahnya. Kegiatan ini terus ia lakukan sepanjang perjalanan.

Hmm, pengalaman traumatis dan sedih memang bisa membuat kita tersiksa. Dan Liu memutuskan untuk meredakan luka pengalaman traumatisnya tersebut dengan melakukan perjalanannya sendiri, dengan memboyong rumah buatannya sendiri, dan menjadi Manusia Siput.

(vem/nda)
Loading