Sukses

Lifestyle

Setinggi Apakah Gengsi Itu? #TanyaSETIPE

Dari sahabat, jadi pacar, lalu menjadi sahabat lagi, rasanya canggung walau saya masih sayang.

***

Hi, Vemale! Sebut saja nama saya Ri. Saya berusia 23 tahun dan berdomisili di Pontianak.

Saya ingin curhat mengenai perasaan saya terhadap seorang sahabat lama, namanya Jopi. Saya mulai menyukainya beberapa waktu ini. Dulu dia adalah sahabat sepupu saya, kami sudah kenal lama dan akrab. Adik bungsu saya yang juga sama-sama akrab dengannya melihat saya sudah lama jomblo. Jadi dia pernah bilang agar saya coba mengenal dia dengan tujuan lebih dari sekedar teman.

Ya, saya memang gengsi untuk mengakui. Saya sebenarnya sudah cukup lama memandangnya lebih dari sekedar sahabat. Sampai akhirnya suatu hari saya mengatakan kepadanya lewat chat. Dia menanggapi perasaanku dengan mengatakan bahwa dia juga punya perasaan, namun dia bilang tidak begitu besar. Jadi kami jalani dulu.

Kami keluar satu kali. Namun saat pulang, ayah saya menghardik saya dengan banyak pertanyaan perihal saya keluar dengannya. Dan itu membuat saya takut. Saat saya bilang padanya, dia juga menjadi ragu. Saya jadi agak kecewa dan memutuskan untuk kembali menjadi sahabat seperti dulu. Namun tanpa saya sadari ternyata saya masih menyukainya. Namun sekarang saya jadi canggung untuk menghubunginya lagi.

Vemale, bisakah saya mendapatkan solusi dari Anda?

Terima kasih

(vem/setipe/yel)

Jawaban Setipe.com

Hai Ri! Hmm, sayangnya Anda kurang menceritakan dengan jelas tentang hardikan dari ayah Anda juga kenapa Anda merasa takut. Setipe.com coba meraba dari cerita selanjutnya saja, ya. Tapi sepertinya Anda jadi merasa ragu karena dia terlihat kurang mantap dengan masa depannya bersama Anda, ya? Jika iya seperti itu, mungkin ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Pilih mana: yang sudah mapan, atau meniti karir bersama?

Kalau masalah yang membuat ayah Anda ragu memang tentang SSE, karir, atau yang semacamnya, Anda bisa coba untuk menjawab pertanyaan di atas. Tenang, jawabnya cukup dalam hati saja. Kalaupun dia memang belum jelas arah dan tujuan hidupnya, Anda bisa nilai sendiri. Dia itu tipe orang yang pantas untuk ditunggu, atau Anda berhak mendapatkan yang lebih baik? Kalau Anda menjadi bagian dari tujuan hidupnya dan dia memang bisa diandalkan, tidak ada salahnya untuk dicoba.

2. Pilih mana:  gengsi apa menyesal seumur hidup?

Ini nih! Terkadang kita sudah tau apa yang kita mau tapi enggan mengakuinya hanya karena satu hal bernama gengsi. Sekarang pilihannya hanya ada dua, mau terus memendam dan kenyang makan gengsi, atau mengungkapkan apa yang Anda rasakan? Tapi, Anda juga perlu memantapkan hati sebelum kembali menghubunginya lho. Maksud dan tujuannya harus jelas, jangan malah jadi mempermainkan perasaannya atau sekedar talik-ulur. Jika sudah mantap, apa buang jauh-jauh itu gengsi! Ambil handphone, kirim SMS, Line, atau pencet nomor teleponnya tidak sulit kan? Siapa tau dia juga merasakan hal yang sama.

So, masih mau kemakan gengsi? Sekarang sudah tidak zamannya lagi main tinggi-tinggian gengsi. Toh gimanapun hasilnya Anda yang rasa sendiri. Daripada penasaran terus-terusan dan berasumsi sendiri, lebih baik langsung action aja kan. You will never know if you never try :)

-oOo-

Buat Anda yang ingin curhat tentang cinta, tim psikolog dari Setipe.com siap membantu. Boleh banget kirim curhatan Anda ke redaksivemale@kapanlagi.net dengan subjek email CURHAT VEMALE. Sertakan nama, usia dan kota tempat tinggal. Yuk curhat.. gratis dong..

Hai Ri! Hmm, sayangnya Anda kurang menceritakan dengan jelas tentang hardikan dari ayah kamu juga kenapa kamu merasa takut. Setipe.com coba meraba dari cerita selanjutnya saja, ya. Tapi sepertinya kamu jadi merasa ragu karena dia terlihat kurang mantap dengan masa depannya bersamamu, ya? Jika iya seperti itu, mungkin ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan.

 

1. Pilih mana: yang sudah mapan, atau meniti karir bersama?

 

Kalau masalah yang membuat ayahmu ragu memang tentang SSE, karir, atau yang semacamnya, kamu bisa coba untuk menjawab pertanyaan di atas. Tenang, jawabnya cukup dalam hati saja. Kalaupun dia memang belum jelas arah dan tujuan hidupnya, kamu bisa nilai sendiri. Dia itu tipe orang yang pantas untuk ditunggu, atau kamu berhak mendapatkan yang lebih baik? Kalau kamu menjadi bagian dari tujuan hidupnya dan dia memang bisa diandalkan, tidak ada salahnya untuk dicoba.

 

2. Pilih mana: gengsi apa menyesal seumur hidup?

Ini nih! Terkadang kita sudah tau apa yang kita mau tapi enggan mengakuinya hanya karena satu hal bernama gengsi. Sekarang pilihannya hanya ada dua, mau terus memendam dan kenyang makan gengsi, atau mengungkapkan apa yang kamu rasakan? Tapi, kamu juga perlu memantapkan hati sebelum kembali menghubunginya lho. Maksud dan tujuannya harus jelas, jangan malah jadi mempermainkan perasaannya atau sekedar talik-ulur. Jika sudah mantap, apa buang jauh-jauh itu gengsi! Ambil handphone, kirim SMS, Line, atau pencet nomor teleponnya tidak sulit kan? Siapa tau dia juga merasakan hal yang sama.

 

So, masih mau kemakan gengsi? Sekarang sudah tidak zamannya lagi main tinggi-tinggian gengsi. Toh gimanapun hasilnya kamu yang rasa sendiri. Daripada penasaran terus-terusan dan berasumsi sendiri, lebih baik langsung action aja kan. You will never know if you never try :)

Loading