Sukses

Lifestyle

Kisah Balita 4 Tahun Yang Nampak Seperti Kakek 80 Tahun

Apapun dan bagaimana pun kondisi kita saat ini, pastikan untuk selalu bersyukur dan menikmatinya. Ketika kita menganggap diri kita tak sesempurna orang lain, atau hidup kita tak sebahagia orang lain, lihatlah kembali orang lain yang ada di bawah kita. Sadar atau tidak, masih ada banyak orang yang hidupnya jauh lebih berat dan jauh lebih mengharukan dibandingkan dengan kita. Bahkan, beberapa orang tersebut adalah orang-orang yang masih berusia sangat belia. Seperti halnya seorang balita berusia 4 tahun bernama Bayezid Hossain berikut ini.

Dikutip dari laman asiantown.net, Bayezid adalah seorang balita berusia 4 tahun yang berasal dari Magura, Bangladesh Selatan. Bayezid adalah seorang balita yang mengidap kondisi langka pada kulitnya. Karena kondisi langka tersebut, Bayezid yang seharusnya memiliki kulit lembut, menggemaskan dan sehat justru memiliki kulit yang sudah keriput dan layu. Kondisi ini bahkan juga telah membuatnya tampak seperti seorang kakek yang telah berusia 80 tahun.

Bayezid yang masih berusia 4 tahun terlihat seperti seorang kakek berusia 80 tahun | Photo: Copyright asiantown.net

Menurut para ahli, Bayezid menderita penuaan dini sebanyak 8 kali lebih cepat dari manusia normal lainnya. Tak hanya berkulit keriput dan terlihat seperti seorang kakek dengan usia 8 dekade, Bayezid juga mengalami bengkak pada wajah, sendi sakit dan kesulitan buang air. Ia bahkan tak pernah merasakan indahnya bangku sekolah bersama teman-teman seusianya karena teman-temannya sering kali ketakutan saat melihat Bayezid.

Tripti Khatun (18) yang tak lain adalah ibunya mengatakan bahwa Bayezid lahir normal dan sehat. Dulu, putranya tersebut juga tumbuh dan berkembang normal hingga usia 3 bulan. Ia bahkan telah memiliki gigi lengkap saat usia 3 bulan. Sayang, dari hari ke hari kondisi Bayezid semakin memburuk dan gigi nya pun saat ini sudah pada tanggal juga keropos.

Melihat sesuatu yang kurang beres dari Bayezid, Tripti dan suaminya Lovelu Hossain (22) lantas membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit inilah Tripti mengetahui bahwa putranya mengidap kondisi langka. Dokter mendiagnosanya dengan Progeria. Sebuah penyakit yang menyebabkan penuaan dini lebih cepat hingga 8 kali lebih cepat dari manusia normal lainnya. Menyedihkan lagi, dokter mengungkapkan bahwa anak-anak dengan kondisi ini dikatakan tak bisa bertahan hidup lebih dari usia 13 tahun.

Bayezid Hossain | Photo: Copyright asiantown.net

Tak hanya Progeria, Bayezid juga dikatakan memiliki bentuk kutis Laxa. Sebuah gangguan jaringan ikat langka yang menyebabkan kulit berkeriput, mengandung lipatan dan menggantung longgar. Menurut orang tua, Bayezid telah memahami kondisinya. Hanya saja, ia tak pernah mengeluh atau membahas kondisinya.

Sang ayah yakni Hossain mengatakan, "Ia tak pernah mengeluh dengan kondisinya. Ia juga tak suka ketika kami membahas kondisinya. Ia hanya akan menangis karena ia sering kali merasa canggung." Sementara sang ibu yakni Tripti mengatakan, "Aku kasihan melihatnya seperti ini. Setiap melihatnya, aku merasa pedih dan perih. Kami telah berusaha membawanya ke banyak dokter dan dukun. Sayang, kondisinya tak juga pulih. Ini bahkan semakin buruk. Ini sungguh memilukan bagi saya juga dia. Meski saya tahu ia tak pernah mengungkapkannya."

Dulu, para tetangga dan teman-teman Bayezid merasa takut kepadanya. Tapi sekarang, orang-orang tersebut mulai terbiasa dengan kondisinya. Hanya saja, Bayezid belum bisa pergi ke sekolah karena teman-teman seusianya yang ada di sekolah terutama teman yang berasal dari lain Desa masih sering merasa ketakutan dengan kondisi Bayezid.

Bayezid dan kedua orang tuanya | Photo: Copyright asiantown.net

Ladies, sungguh malang dan kasihan serta mengharukan sekali dengan apa yang dialami oleh Bayezid ya. Semoga, ia juga keluarganya tetap sabar dengan apa yang menimpa mereka. Semoga pula, apapun dan bagaimanapun kondisi Bayezid, semoga ia bahagia selalu. Untuk kita semua, sangat malu rasanya jika kita yang sempurna masih sering mengeluh dan menggerutu karena menganggap kondisi kita tak seindah orang lain di sekitar kita.

(vem/mim)
Loading