Sukses

Lifestyle

Kasihan: Tak Tahan Dibully, Gadis Cantik Ini Akhiri Hidupnya

Seperti yang kita tahu, bullying merupakan salah satu hal yang mungkin dipandang suatu hal yang wajar. Tapi jangan salah, bullying yang terlalu berlebihan sebenarnya bisa membuat seseorang mengalami depresi, frustasi bahkan mendorongnya untuk nekat mengakhiri hidup.

Bullying sendiri merupakan tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan baik secara fisik maupun psikis. Karena bullying yang berlebihan, tidak jarang hal ini akan membuat seseorang kehilangan harga dirinya. Ini juga bisa membuatnya frustasi dan nekat mengakhiri hidupnya seperti yang dilakukan oleh seorang gadis cantik asal Texas Cuty bernama Brandy Vela berikut ini.

Brandy Vela, gadis cantik yang mengakhiri hidup karena tak tahan dibully | Photo: Copyright asiantown.net

Dikutip dari laman asiantown.net,akhir pekan kemarin gadis berusia 18 tahun tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara menembak dirinya di hadapan semua anggota keluarganya. Aksi bunuh ini dikatakan terjadi karena Brandy frustasi setelah dibully oleh orang-orang yang tidak dikenal di akun sosial medianya yakni facebook. Jackie, adik Brandy mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini banyak akun tak dikenal di facebook Brandy yang terus menerus mengirim pesan kepadanya dan mengatakan bahwa Brandy sangat gemuk, jelek, buruk rupa dan tak pantas lahir ke dunia.

Jackie mengatakan, "Orang-orang membully Brandy di akun sosial medianya. Mereka menggunakan akun facebook palsu. Mereka mengirim pesan dan mengatakan Brandy sangat jelek, buruk rupa dan tak seharusnya ia lahir ke dunia. Yang kami tahu, selama ini Brandy tidak pernah menanggapi bullyan tersebut. Tapi, entah kenapa ia akhirnya mengakhiri hidupnya. Sebelum kematiannya, ia mengatakan ia sangat menyayangi kami. Ia adalah gadis yang ramah, lemah lembut dan penuh keceriaan."

 

Dikatakan, Brandy telah menerima perlakuan bullying sejak lama. Tak hanya lewat pesan di sosial media, ia juga dibully di telepon. Beberapa orang sering menelpon Brandy dan mengatakan suatu yang buruk terhadapnya. Meski beberapa kali Brandy telah ganti nomor ponsel, orang-orang yang membully Brandy seolah tak pernah putus asa mengganggunya. Pernah Brandy melaporkan yang ia alami ke kantor polisi setempat. Tapi sayang, polisi tidak bisa membantunya karena orang-orang yang membullynya tak pernah diketahui dan mereka juga tidak menyakiti Brandy secara fisik.

 

 

Ucapan bela sungkawa dari para sahabat Brandy | Photo: Copyright asiantown.net

Melissa Tortorici dari Texas City Independent School District mengatakan bahwa cyberbullying rentan dialami oleh remaja karena remaja adalah pengguna gadget dan sosial media paling aktif. Hampir 24 jam waktu remaja digunakan untuk bermain gadget mereka. Mereka bahkan bisa melakukan apapun yang mereka suka termasuk melakukan bullying dan hinaan kepada orang lain sembari menyembunyikan identitasnya.

Sementara Elizabeth Santosa, seorang psikolog dari Swiss German University mengatakan bahwa bullying di sosial media dan tulisan lebih kejam dari bullying yang dilakukan secara lansung. Bullying di sosial media bukan merusak fisik seseorang tetapi lebih merusak psikis. Psikis yang terganggu akan jauh lebih berbahaya dari fisik yang terganggu. Mengingat akan begitu bahayanya bullying, Elizabeth menyarankan agar setiap orang tua senantiasa mendampingi buah hatinya dan menjadi pelindung terbaik buat mereka dari bullying.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam menasehati buah hati yang masih anak-anak, remaja atau dewasa agar tidak pernah melakukan bullying terhadap orang lain. Buat Brandy, semoga ia tenang di sisiNya. Semoga, insiden tragis seperti ini tak pernah terjadi dan angka bullying di manapun itu bisa dikurangi bahkan dihapuskan

(vem/mim)
;
Loading