Sukses

Lifestyle

Dylan Sada, Model Indonesia di New York Memaafkan Pelaku Kekerasan

Kekerasan terhadap wanita masih saja kerap terjadi. Bahkan riset membuktikan hampir 260.000 kasus kekerasan terhadap perempuan dilaporkan pada tahun 2017. Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan, baik dalam ranah rumah tangga maupun di ranah publik, menurut data Menghitung Pembunuhan Perempuan, 173 perempuan dibunuh di Indonesia pada tahun 2017, dengan 95% di antaranya dibunuh laki-laki.

Kasus kekerasan pun baru saja dialami model asal Indonesia yang berkarir di Amerika Serikat, Aldila Perez atau yang akrab disapa Dylan Sada. Model dengan karakter nyentrik ini baru saja mengunggah bukti kekerasan di akun Instagramnya.

Dari video tersebut, Dylan memperlihatkan tubuhnya yang penuh dengan lebam karena mendapatkan tindak kekerasan dari pasangannya. Bahkan, dalam video tersebut ia mengatakan kekerasan tersebut tidak terjadi hanya sekali. Namun Dylan tidak bisa melawan dan selalu jadi korban ketika ingin berpisah dari pasangannya.

"Ketika pertama kali aku mengalami kekerasan fisik, aku bilang kepadanya kalau aku akan pergi meninggalkannya. Tapi kemudian aku disiksa secara verbal. Aku takut," tulis Dylan dalam Instagramnya.

Rasa cinta berubah menjadi ketakutan, namun Dylan masih mempertahankan hubungannya. Namun ia kerap kali harus berbohong ke orang lain untuk menyembunyikan apa yang ia alami. Sebagai model, salah satu modal Dylan untuk bekerja adalah wajah. Ketika mengalami kekerasan di wajah, sudah pasti nampak di depan rekan kerja dan juga orang yang memberinya job model.

“Aku harus berbohong ketika mendapatkan tawaran job model kalau aku mengalami kecelakaan, jatuh dan melukai wajahku. Itu terjadi lagi. Aku dijepit, ditendang dan disikut di wajahku dengan sangat keras sampai lidahku terpotong. Rambutku dijambak dengan sangat keras, lalu dilemparkan ke lantai. Kepalaku benjol besar dan aku sudah melakukan CT scan," tambahnya.

Selain wajahnya yang memar penuh luka, rambutnya pun rontok parah. Setelah Video tersebut viral di media sosial, Dylan pun mengonfirmasi kejadian tersebut dalam video terbarunya di Instagram.

“Halo semuanya, dari lubuk hatiku, tolong jangan lagi ada kebencian, dengan ancaman kematian terhadap orang yang Anda kira melakukan kekerasan terhadapku,” tulisnya.

Ia mengatakan, banyak yang marah dengan kejadian yang dia alami. “Aku akan melalui kehidupan sekarang dan aku yakin dia juga. Seakan hatiku hancur, aku memaafkannya dan aku hanya menginginkan yang terbaik untuknya. Jadi kita berdua bisa melangkah maju dari semua ini sendiri dan memulai sebuah babak baru dengan hanya positif dan saling menghormati satu sama lain,” tambahnya.

Menurutnya, satu-satunya alasan ia mengupload video tersebut adalah untuk membawa kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga, bukan untuk menghukum siapa pun.

“Saya jadi merasa ada beberapa wanita yang mengalami apa yang saya alami, saya mendengar tangisan mereka, saya merasakan rasa sakit mereka jadi saya pikir perlu mengeksposkannya. Saya telah menerima begitu banyak cinta, dukungan dan dorongan dan saya sangat bersyukur. Saya telah berjuang dengan cinta diri untuk waktu yang lama dan untuk pertama kalinya mendapat apresiasi diri, terima kasih banyak, terima kasih. Tidak ada lagi rasa sakit, cukup sudah,” tutupnya

Dylan menegaskan tidak ada lagi kebencian. Kini hanya ada cinta dan pikiran positif.

(vem/asp/feb)
;
Loading