Sukses

Lifestyle

Dewi Lestari Riset Muntahan Paus Demi Buku Terbarunya "Aroma Karsa"

Bagi para pencinta novel dan karya-karya sastra luar biasa, tentu mengenal sosok Dewi Lestari atau Dee Lestari. Selama ini, buku-buku Dee telah mampu membuat banyak orang berdecak kagum dan kecanduan dengan tulisannya. Sebut saja Supernova, Rectoverso dan Perahu Kertas serta Filosofi Kopi. Setelah sekian lama, kini wanita cantik ini mengeluarkan tulisan terbarunya yang bertajuk "Aroma Karsa."

Aroma Karsa sendiri memuat tema aroma dan penciuman. Dan demi dapatkan karya terbaiknya, Dee sampai mendatangi tempat serta melakukan hal tidak terduga. Demi mendeskripsikan bau-bauan, Dee nekat membaui muntahan paus atau yang dikenal dengan ambergris. Ibu dua anak ini tidak percaya bila bau amis itu bisa digunakan sebagai bahan pembuatan parfum.

"Saat mencium muntahan paus, saya nggak ngerti ya siapa yang pertama kali kepikiran untuk mencampurkan sebagai bahan parfum karena baunya amis banget. Tapi ketika dicampur dengan sebuah formula, dia bisa mengikat sebuah bau," kata Dee saat peluncuran novel barunya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Usai berurusan dengan ambergris, istri Reza Gunawan ini mendatangi tempat pembuangan sampah Bantar Gebang. Banyak pengalaman luar biasa didapat mantan personel Trio Rida Sita Dewi ini saat ada di antara sampah-sampah yang membukit.

Dewi Lestari saat bercerita tentang buku barunya. copyright KapanLagi.com/Abbas Aditya

"Jadi waktu ke Bantar Gebang saya melihat kehidupan di sana seperti apa dinamikanya yang ternyata kompleks. Salah satunya ada warung nasi jaraknya tiga meter dari zona pembuangan akhir yang paling bau. Ada ibu jual tahu goreng tapi tidak ditutup plastik. Yang saya surprise, tidak ada lalat. Ini aneh bin ajaib karena ternyata lalatnya sudah lari ke sampah-sampah di zona pembuangan," kenang Dee.

Pelantun tembang Malaikat Juga Tahu ini juga menceritakan pengalaman melakukan riset di Gunung Lawu. Alih-alih melewati jalur populer seperti Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu, Dewi Lestari menggunakan jalur tengah. "Jalur tengah inilah yang dipakai orang-orang untuk keperluan spiritual. Jadi saya bertemu Juru Kunci yang banyak membantu tentang cerita-cerita apa yang terjadi. Jadi saya nggak sampai mendaki ke puncak, cukup mengolah info dari Juru Kunci itu," pungkasnya.

Oh iya, mengenai buku Aroma Karsa yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka bisa didapatkan mulai 16 Maret 2018 di seluruh toko buku di Indonesia. Buku ini berkisah tentang Jati Wesi dan Tanaya Suma yang sangat peka dalam penciuman terjebak dalam misteri Puspa Karsa. Menurut mantan istri penyanyi Marcell itu bahwa Aroma Karsa berbeda karena deskripsi cerita yang didasarkan kekuatan aroma.

Sumber: KapanLagi.com

(vem/mim)
Loading