Sukses

Lifestyle

Apakah Bisa Otak Punya Cara Kerja yang Canggih Seperti GPS?

Adanya keberadaan GPS saat ini memang bisa menjadi andalan dan kebutuhan bagi setiap orang. GPS akan selalu dimanfaatkan orang saat ingin mencari informasi suatu lokasi yang susah dicari. Namun apakah kamu pernah terpikir tidak kalau otak bisa secanggih GPS? Pasalnya otak dan GPS sama-sama menyimpan banyak informasi yang tiap orang butuhkan.

Berdasarkan penelitian Florida State University mengatakan bahwa untuk menemukan jalan, otak harus bekerja ekstra sama seperti cara GPS yang harus menemukan jalan ke sebuah alamat tertentu. Para peneliti tersebut meneliti tentang cara otak mengorganisasi dan menavigasi seseorang dalam kehidupannya.

Dr. Wilber, sang penulis utama penelitian mengungkapkan bahwa daerah otak yang disebut korteks parietal dapat menyalurkan informasi dari berbagai indra yang bisa menerima informasi, sehingga hal ini tentunya bisa membuat seseorang bisa memahami apa yang harus dilakukan saat mencari lokasi tertentu.

Cara kerja otak ternyata sama dengan GPS/ Copyright : freepik.com

Nantinya korteks parietal akan menerima respon dan dicatat sebagai memori dengan bantuan otak lainnya sehingga terciptalah sebuah peta 'lokasi'. Tentunya hal inilah yang bisa membuat seseorang bisa dengan mudah menghafal rute perjalanan agar lebih mudah ke tempat lainnya. Artinya, otak bisa saja secanggih GPS karena sama-sama memiliki sebuah peta dan sudah hafal dengan jalur mana yang harus diambil.

Selain cara kerja otak, penelitian ini juga membantu para penderita penyakit Alzheimer dan gangguan neurologis lainnya untuk mengurangi tingkat kerusakan pada otak mereka. Wah, menarik sekali ya? Semoga dengan adanya informasi dari penelitian ini bisa membuat kita lebih perhatian dengan kesehatan otak dengan cara berolahraga maupun mengurangi pemakaian gadget. Semoga bermanfaat.

(vem/mgg)

Live Streaming KLY Lounge With Geisha

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Ternyata, Memakai Google Terlalu Sering Malah Bikin Otak Cepat Rusak
Artikel Selanjutnya
Mom, Hati-Hati Dampak Ekspose Video Menghukum Anak di Social Media
: