Sukses

Lifestyle

Disuruh Cepat-Cepat Menikah, Persiapan Jadi Serba Mendadak

Sama seperti wanita lainnya, menikah adalah momen yang sangat aku idam-idamkan. Bersanding dengan pria yang sangat kucintai dan akan selalu kucintai seumur hidup. Namun, tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk menikah secepat ini dan dengan pria yang bukan pilihanku.

Saat itu aku berencana menikah dengan pacarku yang sudah berjalan selama 5 tahun. Namun, kandas karena terhalang restu. Memilih untuk menyerah akhirnya kualihkan perasaan ini kepada pria lain. Belum setengah tahun berjalan orang tuaku meminta memastikan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Semua ini karena satu alasan. Kakak perempuanku hamil di luar nikah, dan pasangannya menghilang tak bertanggung jawab.

Ilustrasi./Copyright pixabay.com

Betapa terpuruknya orangtuaku dan tak ingin aku mengalami hal yang sama. Saat itu aku diberi pilihan oleh mereka menikah atau tidak dekat dengan pria sama sekali. Belum sempat kuberi jawaban, pacarku mengiyakan untuk membawa orangtuanya memastikan kapan akan diberlangsungkannya pernikahan tersebut. Saat itu aku berharap itu semua hanya mimpi ternyata realita dan harus aku hadapi.

Bukannya tidak ingin menikah dengan pacarku saat itu. Aku hanya perlu waktu. Menurutku pernikahan adalah suatu keputusan yang harus dipikir matang karena aku akan menghabiskan separuh hidupku dengan pria yang akan menikah denganku nanti. Namun di sisi lain aku adalah seorang anak yang terbiasa patuh pada orangtua. Terlebih aku sangat sayang kepada mereka. Cukuplah mereka menderita karena masa lalu yang kelam tak perlu ditambah dengan ketakutan yang harus mereka pikirkan setiap harinya karena khawatir aku mengalami hal yang sama seperti kakakku.

Hingga bertemulah kedua orang tuaku dengan kedua orang tua pacarku dan menentukan tanggal pernikahan. 4 bulan! Pernikahan kami ditentukan 4 bulan dari saat itu. Menurutku itu adalah waktu yang sangat singkat. Setahuku baiknya pernikahan itu disiapkan minimal 1 tahun sebelumnya mengingat banyaknya vendor yang akan kita pakai. Terlebih biasanya untuk gedung-gedung pernikahan biasanya banyak di-book dari jauh hari sebelumnya.

Ilustrasi./Copyright pixabay.com

Selain menentukan tanggal pernikahan yang menurutku sangat cepat, budget yang disediakan pun sangat terbatas. Sempat kuminta mundur agar aku dan pacarku bisa mempersiapkan dana lebih namun orangtuaku menolak. Pernikahan harus dilaksanakan sesuai kesepakatan dengan memaksimalkan budget yang ada.
 
Sebenarnya aku tak masalah dengan resepsi yang sederhana namun berhubung pacarku bekerja sebagai Wedding Planner maka calon mertuaku berkeinginan pernikahan ini menggunakan vendor-vendor ternama. Mereka tak ingin melewatkan momen yang hanya mereka lalui sekali dalam seumur hidup ini berjalan biasa-biasa saja terlebih pacarku adalah anak satu-satunya.

Namun yang aku tahu, setiap kualitas ada harga. Begitupun vendor yang ternama. Sempat aku bingung karena di sisi lain budget yang ada sangat terbatas, namun di sisi lain aku tak mau mengecewakan ekspetasi calon mertuaku. Terlebih dalam adat pernikahan, yang aku tahu jika resepsi dilakukan di tempat perempuan, maka pihak perempuan yang akan mengeluarkan banyak dana.

Ilustrasi./Copyright pixabay.com

Setelah kuobrolkan dengan calonku, maka kami meminta izin agar biaya dan vendor kami yang mengatur. Orang tua tidak perlu repot untuk mengurusi pernikahan kami. Mereka hanya tinggal menunggu beres dan kami usahakan sesuai ekspetasi mereka. Untungnya mereka mengizinkan dan mempercayakan kepada kami.

Bermodalkan relasi kami bersyukur mendapatkan beberapa vendor dengan harga di bawah harga pasaran. Semua karena calonku memiliki hubungan baik dengan vendor tersebut sehingga beberapa vendor mau "endorse" pernikahan kami. Untuk catering untungnya aku pun memiliki rekomendasi dari teman-teman yang baru menikah sehingga kami mendapatkan catering dengan harga murah namun kualitasnya sangat baik.

Dengan budget yang sangat ngepas kami bisa melaksanakan pernikahan sesuai keinginan semua pihak. Keinginan orang tuaku yang dilaksanakan sesuai tanggal dan budget yang tidak lebih dari yang ditentukan juga keinginan mertuaku dengan menggunakan vendor-vendor yang tidak mengecewakan. Banyak juga beberapa tamu yang memuji resepsi pernikahan kita dari rasa catering, make up, entertainment, fotografer, dan wedding organizer-nya sehingga mertuaku senang dan tidak menyesal mempercayakan kami untuk mengurus semua.

Selepas pernikahan hubungan aku dan suamipun semakin erat. Semula aku pun sempat merasa terpaksa melalui ini semua. Namun sepertinya ini yang dinamakan jodoh yang tidak terduga.




(vem/nda)
Artikel Selanjutnya
Yang Terpenting dari Pernikahan adalah Berkahnya, Bukan Pestanya
Artikel Selanjutnya
Ujian Terbesar Mempersiapkan Pernikahan Justru dari Orangtua Sendiri
: