Sukses

Lifestyle

Bukannya Tak Ingin Dilamar, Tapi Dilema Belum Siap Jadi Istri Orang

Pernahkah kalian merasa bimbang, saat hati ingin menikah muda tapi modal belum ada, saat hati menikah muda tapi hanya keraguan yang ada? Beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang memang tidak menjurus ke pernikahan tapi menurutku tak berucap pun dia sudah ingin menikah. Tapi, di situlah keraguanku mulai muncul apakah nanti jika menikah kami akan bahagia, apakah nanti ketika menikah aku bisa menjadi seorang istri yang baik bisa melayani suaminya dengan benar. Hingga timbullah banyak pertanyaan dalam benakku yang tak pernah kudapatkan jawabannya.

Tentu, pernikahan merupakan momok terbesar untuk seorang perempuan. Menjadi seorang istri itu impian dan sebuah keharusan. Tapi, untuk masuk ke dalamnya tentu perlu pemahaman, pemikiran, dan perkiraan yang matang. Bukan hanya sekadar "ayo kita nikah besok", emang segitu gampangnya nikah itu sampai bilang mau nikah besok pun jadi? Mungkin terlalu banyak novel klise yanf kubaca sehingga ketakutan dan keinginan itu menjadi sebuah hal besar untuk jadi acuan naik ke pelaminan.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Hal yang paling aku takutkan ketika baik akan maupun sedang menjalani proses pernikahan itu sendiri adalah ibu mertua. Sangat takut sekali jika seandainya sang ibu mertua itu tidak suka terhadap kita, terhadap sikap kita, tata cara bahasa kita, bebet bobot keluarga kita dan hal lainnya yang bisa menjadi penentu calon menantu idaman ibu mertua.

Terlepas dari itu semua keinginan punya suami itu pasti apalagi sebagai label suami halal, sah di mata agama dan hukum juga dihadiri oleh kerabat dan keluarga. Apapun jika halal pasti akan nikmat dan indah. Meski ketakutan itu selalu ada di setiap langkahnya. Tapi, jika ada suami tentu suami akan mendukung kita dan menerima apa adanya selagi kita tak melanggar aturan agama.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Kembali lagi pada diriku yang dilema ketika dia bertanya ingin bertemu dengan kedua orangtuaku. Bukan aku tak ingin dilamar hanya saja aku belum siap untuk menjadi istri orang apalagi pernikahan itu aku hanya ingin melakukannya satu kali saja tanpa pengulangan. Bagiku pernikahan itu sakral, perlu dukungan keluarga, ridho orang tua, dan diri kita sendiri yakin untuk melangkah ke depan.





(vem/nda)
Artikel Selanjutnya
Resign dari Kantor demi Fokus Mengurus Pernikahan
Artikel Selanjutnya
Dalam Mempersiapkan Pernikahan, Jangan Termakan oleh Gengsi
: