Sukses

Lifestyle

Akibat Pemakaian Kawat Gigi, Gadis Ini Nyaris Meninggal Dunia

Demi mendapatkan gigi yang lebih rapi, cantik dan menawan saat ini seseorang bisa memasang kawat gigi. Tak hanya demi dapatkan gigi yang lebih rapi, memakai kawat gigi nampaknya juga telah menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat. Namun nih ya, sebelum benar-benar memutuskan memakai kawat gigi, pastikan bahwa ini tidak berbahaya buat kesehatan. Pastikan juga bahwa pemasangan kawat gigi tidak memiliki efek buruk buat tubuh.

Dilansir dari laman viral4real.com, seorang remaja berusia 15 tahun nyaris meninggal dunia karena pemakaian kawat gigi. Remaja ini bernama Leah Kitchen. Karena ingin mengencangkan susunan giginya, ia pun pergi ke dokter gigi dan memasang kawat gigi.

Leah Kicthen yang mengalami infeksi parah akibat kawat gigi/copyright viral4real.com

Keluar dari klinik sang dokter dengan kawat gigi yang terpasang rapi, remaja asal Inggris ini sama sekali tak merasa ada masalah dengan tubuhnya. Tapi, satu minggu setelah pemasangan, tubuhnya lemah, badannya demam, kepalanya sakit, otot serta sendinya nyeri dan ia muntah-muntah. Ia pun pergi ke dokter dan didiagnosa menderita flu biasa. Dokter pun memberinya resep obat.

Meski sudah diberi obat oleh dokter, Leah masih sering mengalami sakit kepala, muntah-muntah dan demam. Setiap kali diperiksakan ke dokter, dokter masih mendiagnosanya dengan flu. Tapi ibu Leah, Andrea, mulai khawatir dengan kondisi putrinya. Wanita yang juga menyadari kondisi psikologis putrinya ini berubah lantas memeriksakan Leah ke rumah sakit Hull Royal untuk CRP (C-reactive protein, tes darah untuk mengetahui adanya peradangan pada tubuh).

Dari pemeriksaan ini, levelnya seharunya nol. Tapi di tubuh Leah dokter menemukan levelnya mencapai 260. Dokter kemudian melakukan tes lagi dan menduga remaja cantik tersebut menderita meningitis. Tapi tidak ditemukan meningitis di tubuh Leah melainkan penyakit lain.

Leah dan sang ibu, Andrea/copyright viral4real.com

"Dokter menemukan infeksi tulang belakang sampai otak yang membuatnya terkena stroke kecil. Dokter juga mendapati adanya vegetasi di jantungnya dan meterial metal pada kawat giginya," ungkap Andrea.

Dokter mendiagnosa Leah terkena infeksi mematikan yang disebut endocarditis-a. Sebuah kondisi sangat berbahaya dan mematikan yang berpotensi fatal bagi kesehatan jantung. Beruntung, kondisinya ini bisa segera dideteksi. Atas kondisinya ini, Leah pun harus menjalani operasi jantung di Leeds General Infirmary dan menjalani perawatan sedikitnya selama 8 minggu di rumah sakit.

Tim dokter dan keluarga Leah menduga bahwa pemasangan kawat gigi yang membuat infeksi masuk ke tubuhnya. "Kekhawatiranku adalah anak-anak yang tidak hanya pakai kawat gigi tetapi ini juga bisa terjadi pada mereka yang memasang tindik serta tato," ungkap Andrea.



(vem/mim)
;
Loading