Sukses

Lifestyle

Lebih Mencintai Diri Sendiri Jadi Harapan Terbesarku Tahun Ini

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Afifah Amirotul - Tangerang

"Sudah pukul 23.55 menit nih kawan!" kata pemandu acara tahun baru.

"Ayo kita hitung mundur 5..4..3..2..1..," di hitungan terakhir bunyi terompet pun terdengar dan terlihatlah kilauan cahaya petasan yang menari indah di langit. Begitulah kebiasaan kita dalam menyambut tahun baru. Tidak hanya hitungan mundur, terompet dan petasan saja yang menjadi pelengkap tradisi tahun baru tapi resolusi atau harapan baru pun menjadi tradisi yang tak terpisahkan. Hampir semua orang memiliki resolusi atau harapan baru di tahun yang baru ini.

Aku pun sama seperti banyak orang yang punya harapan baru di tahun baru ini, harapan baruku adalah lulus kuliah, magang di sebuah media daring, lebih giat menggapai cita-cita menjadi seorang jurnalis dan yang paling penting adalah aku ingin lebih mencitai diri sendiri. Ya, itulah harapan terbesarku, mencintai diri sendiri. Mengapa aku mengutamakan mencintai diri sendiri dibandingkan meraih cita-cita menjadi seorang jurnalis? Jawabannya adalah dengan mencintai diri sendiri aku lebih bersemangat dalam mengerjakan berbagai hal entah menulis skripsi, melaksanakan program Kerja Kuliah Nyata (KKN) dan tentunya bersemangat menggapai cita-cita menjadi seorang jurnalis.

Aku terinspirasi memiliki harapan baru lebih mencintai diri sendiri ini karena aku melihat dua unggahan yang ada di Instagram yang bunyinya seperti ini, “In 2019 I wanna fall in love, but mainly with myself,” lalu bunyi unggahan kedua yang menjadi inspirasiku yaitu, “Hidupmu Dapat Berubah Total Di Tahun 2019: Kamu hanya perlu mencintai dirimu lebih lagi untuk mengetahui dirimu layak mendapatkan yang terbaik, memiliki keberanian yang lebih lagi untuk meminta lebih banyak, dan memiliki disiplin yang lebih lagi untuk benar-benar bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang berarti.” Dari kedua unggahan itu aku lebih semangat untuk mencintai diri sendiri.

 

Dulu aku tidak begitu mengerti apa arti mencintai diri sendiri. Aku bingung ketika banyak yang berkata kita harus mencintai diri kita sendiri bahkan banyak pesohor negeri ini juga berkata demikian. Sampai suatu ketika aku tidak sengaja membaca artikel dari New York Times yang yang membahas mengenai mencintai diri sendiri. Dalam artikel itu dituliskan bahwa mencintai diri sendiri dapat membuat kita lebih optimis, lebih tahu tujuan hidup, tidak mudah menyerah, bisa lebih tahu kekurangan dan kelebihan kita, dapat membuat hidup kita bahagia dan tidak mudah iri.

Aku adalah anak milenial yang kata orang tidak bisa terlepas dari internet terlebih dengan Instagram. Setelah membaca artikel itu aku berpikir pantas saja aku selalu iri bila ada unggahan yang menampilkan kebahagiaan hidup, misal jalan-jalan ke luar negeri, berprestasi, atau cantik. Di Instagram semua terlihat indah yang membikin aku selalu membanding-bandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupanku. Aku selalu merasa rendah diri, tidak berguna, menganggap hidup ini tidak adil. Oleh karena itu aku bertekad untuk mencintai diri sendiri dan tahun ini. Aku berharap untuk lebih mencintai diri ini dibanding tahun sebelumnya.

Dengan mencintai diri sendiri aku menjadi paham dengan apa yang aku mau, apa kelebihan dan kekurangan diri ini sehingga aku lebih bisa tahu ke mana tujuan hidupku, lebih bisa mengendalikan emosi, lebih menghargai sesama, dan masih banyak lagi manfaat yang aku dapatkan dari mencintai diri sendiri. Semoga di tahun ini harapanku untuk lebih mencintai diri sendiri bisa terwujud dan berjalan dengan baik. Begitupun kamu, dirimu harus lebih mencintai dirimu sendiri.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Saudara Menikah Duluan, Bukan Berarti Harus Segera Menyusulnya Kemudian
Artikel Selanjutnya
Setelah Lulus dari Ujian Hidup Sebelumnya Pasti Bisa Lulus di Ujian Berikutnya, kan?