Sukses

Lifestyle

Cintai Mimpimu dengan Mewujudkannya

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Reisa Dara Rengganis - Cilacap

Selalu saja ada resolusi baru di setiap pergantian tahun. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging bagi saya dan sahabat setia. Meski di tahun kemarin dari sembilan resolusi yang saya tulis dan tempelkan di lemari kaca hanya lima yang tercapai, namun itu tak menyurutkan niat dan keinginan untuk membuat resolusi baru di tahun ini. Lalu apa saja resolusi di tahun ini. Berikut sembilan resolusi yang saya targetkan dan akan saya tindak lanjuti untuk mewujudkannya.

1. Memiliki serta menjalankannya usaha es homemade

Siapa yang tidak suka es? Dari mulai saya, anak, dan suami semuanya suka. Saya sudah berniat ingin sekali membuat dan menjajakan es buatan saya kepada khalayak ramai. Kenapa harus buatan rumahan? Karena saya ingin yang beda! Es buatan rumah tentu saja selain lebih murah juga kualitas kebersihannya terjamin karena olahannya dalam kendali saya sendiri. Sampai saat ini saya sedang mengusahakan membeli freezer besar agar target ini bisa terpenuhi dan berjalan. Selain itu hal ini akan membantu saya memiliki penghasilan sendiri. Bukan seberapa besarnya tapi lebih daripada kepuasannya. Saya belum bisa mengajar lagi sampai anak-anak masuk usia sekolah. Oleh karena itu, dengan adanya usaha ini setidaknya bisa membuat saya lebih banyak berkarya dalam bentuk camilan es.

2. Membuat anak bisa membaca alquran

Orang tua mana yang tak bahagia jika anaknya pandai mengaji. Sampai saat ini target saya masih sama. Saya ingin anak saya bisa mengaji dulu ketimbang membaca abjad. Meski usianya baru 3,5 tahun tapi saya yakin dia mampu. Untuk mencapai target tersebut saya sudah mengenalkan bacaan Iqra padanya. Saat ini sedang masuk Iqra 2, semoga akhir tahun nanti bisa menamatkan hingga Iqra 6.

3. Memiliki kendaraan

Saya ingin sekali memiliki sepeda motor. Tidak mesti baru tapi setidaknya dapat digunakan dengan baik serta tampilan yang layak. Motor suami saya sudah digunakan dari tahun 2000 sampai saat ini. Alhamdulillah masih berfungsi meski terkadang butuh dana ekstra untuk servis dan sulit mencari suku cadangnya. Saya tetap bersyukur karena sampai saat ini motornya masih bisa digunakan sebagai transportasi dalam mencari Rizki bagi suami. Akan tetapi saya ingin sekali suami punya motor yang lebih baik lagi terlebih anak kami sudah dua. Untuk mencapai target tersebut selain menabung kami juga rajin ikut undian. Semoga saja ada rezekinya.

4. Melunasi utang

Yap, tahun kemarin setelah penuh perjuangan kami membangun sebuah istana kecil di desa ada yang menyisakan dan membuat kami ingin segera melunasinya. Memang tidak banyak di bawah Rp5 juta, tapi bagi kami utang tetaplah utang pertanggungjawabannya sampai di akhirat. Semoga saja tahun ini utang kami lunas. Caranya? Kami mulai mencicilnya sedikit demi sedikit.

5. Membeli sawah

Yap, tinggal di desa membuat saya ingin berinvestasi. Pilihan saya jatuh pada keinginan memiliki sawah. Sawah di desa harganya masih murah dan menghasilkan banyak peluang. Bisa untuk disewakan dengan para petani dengan sistem bagi hasil juga sebagai investasi masa depan karena harga setiap tahunnya selalu naik. Cara kami mencapai target ini selain dengan ikhtiar menabung juga terus berdoa dan berharap agar hal ini terwujud.

 

6. Silahturahmi ke Malang dan Jakarta

Silahturahmi merupakan resolusi tahunan yang selalu saya tuliskan. Karena tidak mudah membagi waktu terlebih anak-anak masih kecil dan suami punya pekerjaan yang tak bisa ditinggal. Malang merupakan tempat tinggal ayah saya sedangkan mama saya berada di Jakarta. Mereka sudah berpisah semenjak saya SD. Saya kini ikut suami di Jawa Tengah. Setiap tahun inilah saya harus memilih akan menghabiskan waktu libur lebaran dengan salah seorang dengan mereka. Selain waktu tentu butuh dana ekstra agar perjalanan bersama anak berasa lebih nyaman

7. Menerbitkan atau membuat karya

Saya suka menulis dan ingin tulisan saya dimuat di media cetak atau dibukukan. Target ini selalu saya tuliskan setiap tahunnya. Alhamdulillah tahun ini ada penawaran dari penerbit untuk menulis meski hanya sebagai ghost writer. Bagi saya yang terpenting saya tetap menulis. Untuk terus mengasah gaya penulisan saya terus berlatih menulis baik di dalam blog maupun buku harian.

8. Membuat perpustakaan mini

Buku-buku yang saya miliki masih menumpuk dan belum tertata rapi. Hal ini memantik diri untuk membuat perpustakaan mini agar bermanfaat minimal untuk tetangga sekitar. Banyak buku bacaan dari mulai buku anak, pengembangan diri, dsb. Oleh karena itu saya punya target untuk memanfaatkan buku-buku yang telah saya kumpulkan dari zaman SMA, kuliah, kerja, hingga jadi ibu rumah tangga saat ini.

9. Menjadi ibu profesional

Saya ingin sekali menjadi seorang wanita yang bersungguh-sungguh menjalankannya perannya. Karena sekarang saya menjadi seorang ibu tentu saya ingin benar-benar menjadi ibu yang terbaik untuk buah hati sekaligus istri yang baik untuk suami. Bagi saya menjadi seorang ibu profesional ada ilmunya. Kalau tidak berilmu bagaimana saya bisa mendidik dan membesarkan anak-anak saya. Bukankah seorang ibu itu agen perubahan dan penggerak peradaban? Meski saya bergelar sarjana tapi saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga. Guru saja yang mengajar anak SD harus bergelar S1 apalagi saya yang mendidik anak dari lahir sampai dewasa nanti. Oleh karena itu, saya kini berusaha menempuh pendidikan di suatu institut yang diprakarsai oleh seorang ibu yang berhasil mendidik anak-anaknya jadi luar biasa dan membangun rumah tangganya dengan begitu hebatnya.

Demikian sembilan resolusi saya di tahun 2019. Semoga apa yang saya tuliskan, inginkan, dan doakan dapat terwujud di tahun ini. Aamiin.

Cintai mimpimu dengan mewujudkannya.

Reisa Dara Rengganis

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Mimpi yang Terdengar Sederhana Bisa Sangat Kompleks untuk Diwujudkan
Artikel Selanjutnya
Keterpurukan Mengajariku untuk Terus Memiliki Mimpi dan Harapan