Sukses

Lifestyle

Cara Menyimpan Jahe Agar Awet Segar dan Tidak Bertunas

Fimela.com, Jakarta Jahe merupakan salah satu rempah yang bisa dibuat sebagai minuman penghangat maupun sebagai bumbu masakan agar tiap masakan terasa lebih lezat dan aromanya lebih harum. Karena penggunaan jahe tidak perlu banyak-banyak seperti halnya bawang merah, bawang putih atau cabai, saat membeli jahe tidak jarang kita akan menyimpan jahe tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Ketika menyimpan jahe dalam waktu yang cukup lama, ada beberapa cara yang perlu kita perhatikan. Ini agar jahe tetap awet segar dan tidak bertunas meski telah disimpan di waktu yang lama. Berikut adalah cara menyimpan jahe agar tahan lama, awet segar namun tidak bertunas.

Membeli Jahe

Saat membeli jahe, pastikan bahwa jahe masih segar dan kualitasnya bagus. Jahe yang masih segar bisa dilihat dari tampilannya yang fresh dan warnanya yang kekuning-kuningan campur merah muda. Jahe yang masih segar teksturnya juga masih keras dan segar.

Cuci Jahe Sebelum Disimpan

Setelah jahe terbeli, usahakan untuk mencuci jahe hingga bersih. Bersihkan jahe dari sisa tanah yang menempel. Jika sudah dicuci bersih, angin-anginkan atau jemur jahe sebentar saja hingga air bekas cucian asat atau kering. Saat menjemur jahe, usahakan agar tidak menjemur terlalu lama karena ini bisa membuat jahe kering bahkan keriput.

Simpan di Wadah Bersih

Jika jahe sudah kering dan siap disimpan, simpan jahe di wadah yang bersih. Menyimpan jahe bisa dilakukan di ruangan terbuka di mangkok jaring-jaring atau besek bambu. Tapi, jika ingin menyimpan jahe di lemari es, tempatkan jahe di kantong kertas atau kantong plastik kemudian simpan di rak sayur kulkas.

Jahe yang disimpan dengan cara yang tepat bisa bertahan hingga 2 minggu lebih. Kualiatas jahe juga akan tetap terjaga meski telah disimpan di waktu yang lama. Semoga tips dapur ini bermanfaat.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading