Sukses

Lifestyle

Ego Harus Reda agar Ikhlas Melepas yang Pernah Dicinta tapi Tak Bisa Dipunya

Fimela.com, Jakarta Diri kita ini kadang bisa sangat egois. Kadang kita terlalu memaksakan perasaan pada seseorang yang sebenarnya tak pernah bisa menerima cinta kita. Melepaskan seseorang yang pernah ada di dalam hati kita pun bukanlah perkara mudah.

Untuk bisa benar-benar move on dan membuat hati kembali tenang, tampaknya memang kita perlu meredakan dulu ego kita. Saatnya untuk tidak terlalu memaksakan keadaan. Pun kita tak bisa memutar kembali waktu ke masa lalu.

Saatnya untuk Berdamai dengan Kenyataan yang Ada

Tak ada jalan lain selain berdamai dengan keadaan. Kita perlu meredam ego dengan tidak memaksakan keadaan sesuai dengan keinginan kita. Tak semua hal berada di kendali kita. Adakalanya beberapa hal terjadi karena memang sudah semestinya begitu tanpa bisa kita atur lagi. Kita bukan pemegang kuasa untuk semua hal. 

 

2 dari 2 halaman

Melepaskan Ego itu Penting

Fokus dengan Apa yang Bisa Kita Lakukan Saat Ini

Daripada terus memaksakan dia untuk bisa kembali atau kita miliki, lebih baik fokus saja dengan apa yang bisa kita lakukan saat ini. Fokus dengan yang bisa kita perbuat hari ini untuk masa depan yang lebih baik lagi. Apa yang masih kita perbaiki dan ubah, kita lakukan saja.

Jangan Terlalu Menyiksa Diri Memaksakan Keadaan

Untuk bisa benar-benar move on, memang kita tidak boleh terlalu memaksakan keadaan. Saatnya untuk meredakan ego. Mengembalikan akal sehat. Kembali berpikir jernih. Kita tak bisa menyiksa diri terlalu lama karena terlalu memaksakan keadaan. Hidup akan terus mengalir. Dunia masih akan terus berputar. Jangan membuat perangkap untuk diri sendiri dalam kenangan buruk.

Saatnya untuk melepaskan ia yang pernah kita cinta tapi tak pernah bisa kita miliki. Kalau pada akhirnya dia memang jodoh kita, pasti akan ada jalan yang terbuka untuk memudahkan pertemuan kita kembali dengannya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Haruskah Menunggu Dicintai Dulu agar Bisa Bahagia?
Artikel Selanjutnya
Jangan Menyalahkan Kesuksesan Karier atas Jodoh yang "Datang Terlambat"