Sukses

Lifestyle

Belajar Dunia Startup Lewat Prestasi Grab Tembus Level Decacorn

Fimela.com, Jakarta Belajar hal-hal baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya itu menyenangkan, lho. Selain merasa tertantang, pengetahuan yang luas juga dapat memberikan nilai lebih, baik saat berada dalam lingkungan pergaulan maupun kerja.

Tidak perlu bingung mencari topik, cari saja yang kini sedang hangat dibicarakan, seperti Grab yang berhasil menembus level decacorn. Banyak yang mulai penasaran dengan perbedaan unicorn, decacorn, atau hectocorn.

Tiga Level Teratas di Dunia Startup

Perusahaan rintisan atau startup dinilai berdasarkan valuasi dapat dihitung dari jumlah pelanggan dan user langsung hingga potensi pasar di masa yang akan datang. Ada enam sebutan untuk tingkat valuasi startup, mulai dari cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Tiga level teratas dimulai dari istilah unicorn yang diberikan pada startup yang menembus valuasi di atas US$1 miliar. Sedangkan decacorn memiliki nilai 10 kali lipat dibanding unicorn, atau tepatnya US$10 miliar. Hectocorn menempati level teratas di dunia startup dengan nilai valuasi sebuah startup mencapai US$100 miliar.

Perjuangan Raih Gelar Decacorn

Butuh waktu yang cukup lama bagi startup untuk mendapatkan tiga gelar teratas ini. Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan BukaLapak menjadi empat perusahaan rintisan yang telah menyabet unicorn. Sedangkan Grab, startup asal Singapura, baru-baru ini resmi menjadi decacorn pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Untuk startup pemegang level hectocorn, baru ada nama-nama besar seperti Google, Microsoft, dan Apple.

Startup Decacorn di Asia Tenggara

Dari 300an startup yang menembus tingkat unicorn, baru ada 20 nama yang mampu naik kelas ke level decacorn. Grab menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mendobrak dominasi perusahaan rintisan asal Amerika Serikat dan Cina.

Di akhir tahun 2018, perusahaan yang dirintis di tahun 2012 ini mampu meraih investasi lebih dari US$6 miliar yang membawa valuasinya mencapai US$11 miliar atau sekitar Rp154 triliun. Pencapaian luar biasa ini membuat Grab bersanding dengan startup dunia lainnya seperti SpaceX, Pinterest, dan Dropbox.

Kesuksesan Grab Tembus Level Decacorn

Keberhasilan Grab meraih valuasi di atas US$10 miliar ini tak lepas dari layanan berkualitas yang diberikannya, harga paling terjangkau, dan efisien dalam hal waktu. Hasil luar biasa yang didapat startup rintisan Anthony Tan dan Hooi Ling Tan ini mengawali visi di tahun 2019. Selain melipatgandakan revenue yang didapat, Grab terus meningkatkan statusnya sebagai everyday SuperApp terkemuka di Asia Tenggara.

Bukan hanya menawarkan solusi sehari-hari untuk layanan transportasi, Grab juga terus menambahkan fitur-fitur untuk menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, hingga hiburan digital. Tujuan ini akan tercapai dengan filosofi platform terbuka yang diusung Grab untuk menyatukan para mitra, untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara.

Ramainya pemberitaan Grab yang raih level decacorn mampu mengusik rasa ingin tahumu untuk lebih mengenal dunia startup, yang kini perkembangannya kian pesat. (eth)

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Memahami Arti Unicorn, Decacorn, Hectocorn yang Sedang Banyak Diobrolin
Artikel Selanjutnya
Seberapa Greget Startup Grab Sampai Jadi Decacorn Pertama Asia Tenggara?