Sukses

Lifestyle

5 Tantangan Terberat Perempuan dalam Meniti Karier

Fimela.com, Jakarta Merintis dan membangun karier pasti akan ada tantangan yang dihadapi. Bagi perempuan, tantangan dalam berkarier bisa sangat beragam. Bahkan tantangan yang ada bisa sangat menyulitkan para perempuan yang ingin bisa segera sukses di era modern ini. Untuk mengetahui tantangan apa saja yang dihadapi perempuan dalam karier, ada survei menarik terkait tantangan terberat perempuan dalam berkarier di sejumlah negara.

Dalam These Are The Biggest Work Challenges For Women Around The World yang dilansir dari fastcompany.com, berdasarkan sebuah penelitian dari Rockefeller Foundation dan Thomson Reuters Foundation ada lima tantangan terbesar yang dihadapi perempuan di tempat kerja, antara lain kesenjangan penghasilan, pelecehan, peluang karier, memiliki anak sembari berkarier, dan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada 9.500 perempuan dari negara Argentina, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Korea Selatan, Turki, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, Britania Raya, India, Indonesia, Italia, Jepang, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

1. Kesenjangan Penghasilan

Dalam poling, ditemukan empat dari 10 perempuan yang ikut dalam survei di atas mengungkapkan bahwa penghasilan adalah masalah yang paling besar di tempat kerja. Bahkan di Amerika Serikat, masalah penghasilan ini jadi kekhawatiran besar. Pada sebuah penelitian dari Institute for Women’s Policy Research (IWPR) perempuan dari kulit berwarna dan imigran mendapat penghasilan yang lebih sedikit daripada perempuan berkulit putih. Faktor usia juga memengaruhi jumlah penghasilan yang didapat. Kesenjangan penghasilan menjadi isu yang cukup mencemaskan dan jadi tantangan terberat perempuan dari berbagai negara dalam berkarier.

2. Pelecehan

Amerika Serikat menempati posisi kedua tertinggi dalam hal perempuan yang mendapat pelecehan di tempat kerja, yaitu sebanyak 37%. Dari hasil poling, 61% perempuan mengatakan tak pernah atau jarang ada yang melaporkan tindakan pelecehan di tempat kerja. Di India, 53% perempuan bekerja mengungkapkan berani angkat bicara dan melaporkan tindak pelecehan yang didapat di tempat kerja. Masalah pelecehan di tempat kerja merupakan tantangan terberat, apalagi kalau sudah menyangkut adanya kekuasaan atau tekanan dari pihak-pihak tertentu.

"Buckle up, and know that it’s going to be a tremendous amount of work, but embrace it." -- Tory Burch, Fashion Designer

3. Peluang Karier

Sekitar 47% perempuan yang disurvei di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pria memiliki akses yang lebih baik dalam perkembangan profesional dan kesempatan jenjang karier. Perempuan juga sulit untuk memulai bisnis. Kesenjangan dalam jenjang dan peluang karier ini memang jadi hambatan yang kadang membuat perempuan harus berusaha dan bekerja ekstra keras untuk mencapai posisi yang diinginkan.

4. Memiliki Anak Sembari Berkarier

Menjalani peran sebagai ibu dan perempuan karier jadi tantangan sendiri. Mencari pengasuh anak agar bisa tenang bekerja. Mengatur waktu antara pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ibu. Belum lagi saat harus menghadapi nyinyiran atau omongan negatif orang lain. Memiliki anak sembari tetap berkarier menjadi tantangan tersendiri. Tapi bukan berarti seorang perempuan tidak bisa tetap berkarier setelah memiliki anak. Semua tergantung dari prioritas dan kemampuan masing-masing.

5. Keseimbangan Kehidupan dan Pekerjaan (Work Life Balance)

Perkara ini termasuk tantangan yang terberrat. Berdasarkan survei di atas, 44% perempuan mengungkapkan bahwa menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan jadi masalah yang cukup berat. Di Amerika Serikat, 43% perempuan yang disurvei menyatakan menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan jadi masalah yang cukup serius terlepas dari jam kerja yang fleksibel, akses ke penitipan anak, dan lamanya waktu cuti melahirkan.

Tantangan dalam karier tak harus selalu jadi hambatan. Semua tantangan yang ada bisa ditaklukkan selama kita punya kemauan yang kuat dan kemampuan serta potensi yang bisa terus dioptimalkan dalam berkarier.

 

 

 

 

Loading