Sukses

Lifestyle

5 Kebiasaan yang Bisa Menghancurkan Karier Freelance, Hindari ya!

Fimela.com, Jakarta Butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapat kepercayaan dalam karier freelance yang kita bangun. Tapi satu kesalahan bisa saja menghancurkan semuanya dalam sekejap. Bekerja sebagai seorang full time freelancer pun ada tantangannya sendiri. Meski tak terikat dengan jam kantor dan bisa bebas jadi "bos untuk diri sendiri" ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar karier freelance bisa tetap terjaga dengan baik.

Berkarier di bidang apapun sebagai seorang freelancer, kita tetap perlu punya etos kerja yang tinggi. Selain itu, sangat penting untuk menjaga diri agar tidak sampai salah langkah. Hindari kebiasaan-kebiasaan ini kalau ingin karier freelance-mu bisa terus sukses, ya.

1. Memasang Tarif Terlalu Rendah

Kadang karena takut kehilangan klien, kita rela dibayar lebih rendah atas jasa atau produk yang harganya bisa lebih tinggi sesuai dengan kualitasnya. Tapi bila hal ini jadi kebiasaan, kita malah bisa terjebak dalam "lingkaran setan" yang membuat kita tak bisa mendapatkan kesejahteraan yang kita inginkan. Dilansir dari hongkiat.com, freelancer juga punya hak menegosiasikan tarif atau harga dan berkata tidak pada pekerjaan yang tidak menghargai kerja keras kita. Kerja keras kita layak dihargai sepadan, bukan malah terlalu rendah dari yang semestinya.

2. Menganggap Semua Kritik Buruk

Kita akan memiliki klien dengan berbagai karakter dan kebutuhan. Ada klien yang memang profesional dan paham betul soal menjaga hubungan dan komunikasi kerja yang baik. Tapi ada juga klien yang mungkin agak rewel dan terus saja mengkritik. Kita tak perlu merasa gampang tersinggung terhadap semua kritik yang dilontarkan. Cobalah untuk mendapatkan sisi positifnya dan bila ada hal yang memang perlu diperbaiki dari kemampuan kita maka lakukan saja.

 

“No one can discover you until you do. Exploit your talents, skills and strengths and make the world sit up and take notice.”—Rob Liano

3. Pura-Pura Sudah Ahli padahal Belum

Kadang untuk memperluas jangkauan pasar dan klien, kita akan menuliskan resume sebagai pakar di berbagai hal. Jika memang kita sudah mumpuni dan punya banyak pengalaman, tak masalah kita mengklaim diri kita sudah ahli. Tapi kalau nyatanya kita belum punya banyak pengalaman, tak bisa kita sembarangan memberi label diri kita sudah berpengalaman. Hal ini dikhawatirkan malah akan merusak kredibilitasmu dan menyulitkanmu mendapatkan klien.

4. Menerima Semua Pekerjaan Tanpa Pertimbangan

Demi mendapat lebih banyak uang, mungkin kita akan rela menerima banyak pekerjaan. Menerima semua tawaran proyek yang ada. Namun, kita juga perlu memperhatikan tenggat waktu dan kemampuan kita untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik tepat waktu. Kalau semua pekerjaan kita terima begitu saja, nantinya kita akan kewalahan dan malah bikin pekerjaan jadi berantakan. Padahal klien pasti selalu mengharapkan kualitas terbaik dari pekerjaan kita. Bila kita menerima banyak pekerjaan tapi ujungnya malah selalu tak pernah bisa memenuhi deadline dan hasilnya nggak karuan, maka kita bisa kehilangan klien dan sulit memperoleh klien baru lagi.

5. Selalu Menunda-nunda

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan hanya akan menurunkan produktivitas kerja kita. Sebagai seorang freelancer, disiplin sangatlah penting. Tidak bisa begitu saja mengerjakan pekerjaan hanya berdasarkan mood atau suasana hati saja. Penting untuk selalu menjaga profesionalisme dengan melakukan setiap pekerjaan sebaik mungkin sesuai dengan jadwal yang paling efisien.

Setiap kebiasaan yang kita miliki akan memengaruhi pekerjaan dan profesi kita. Sebisa mungkin hindari hal-hal di atas, ya. Dan semoga setelah ini kita bisa mendapat lebih banyak tawaran pekerjaan yang prosesnya bisa kita nikmati dan hasilnya bisa meningkatkan kesejahteraan kita.

;
Loading