Sukses

Lifestyle

4 Jenis Pinjaman Rumah yang Ada di Indonesia, Pahami Biar Tak Pusing Bayar Cicilan

Fimela.com, Jakarta Selain deposito, salah satu bentuk investasi lain yang bisa menjadi pilihan milenial adalah properti atau rumah. Ini penting untuk menyiapkan masa depan yang lebih nyaman, mengingat harga properti juga terus menanjak tiap tahunnya. Sudah memilih rumah, kini saatnya mencari mitra untuk mewujudkan memiliki impian memiliki rumah tersebut. Dengan kata lain, memilih cara yang paling pas untuk membayar cicilan. Kita perlu benar-benar jeli dalam memilih jenis pinjaman biar tidak kerepotan sendiri di masa yang akan datang.

Dalam buku Make It Happen, Prita Hapsari Ghozie merangkum empat jenis pinjaman rumah yang tersedia di Indonesia. Yuk, kita kenali dan pahami masing-masing jenisnya berikut dengan kelebihan serta kekurangannya. Berikut rangkumannya.

1. KPR Bunga floating

Fitur: suku bunga pinjaman disesuaikan setiap ulang tahun akad kredit.

Plus: umumnya suku bunga di awal tahun bisa cukup rendah.

Minus: jika suku bunga acuan naik, suku bunga KPR bisa naik berkali lipat.

KPR ini cocok untuk kita yang masih berpenghasilan minim dan yakin bahwa kenaikan penghasilan akan setara dengan kenaikan suku bunga.

 

2. KPR Bunga fixed jangka pendek (umumnya hingga 3 tahun, lalu floating)

Fitur: suku bunga pinjaman tetap selama durasi tertentu, lalu akan floating atau disesuaikan setiap ulang tahun akad.

Plus: mengunci tingkat suku bunga selama beberapa tahun pertama.

Minus: jumlah cicilan hanya dapat diprediksi untuk waktu yang singkat.

KPR ini cocok untuk kita yang yakin dapat melakukan pelunasan dipercepat di bawah 5 tahun.

3. KPR Bunga fixed maksimal 15 tahun

Fitur: suku bunga tetap selama durasi pinjaman.

Plus: mudah mengatur pengeluaran bulanan, apalagi jika penghasilan meningkat dan cicilan tetap maka secara riil nilai cicilan turun.

Minus: Jika suku bunga turun, kita akan terkunci membayar suku bunga yang lebih tinggi dari rata-rata.

KPR ini cocok untuk kita yang konservatif dan ingin selalu mengontrol keuangan.

 

3. KPR Multiguna

Fitur: jenis pinjaman yang dapat digunakan jika properti masih berbentuk tanah saja, dan belum rencana dibangun dalam waktu di bawah 2 tahun.

Plus: memberi kesempatan untuk membeli tanah dengan bantuan kredit.

Minus: suku bunga relatif lebih tinggi daripada rata-rata.

KPR ini cocok untuk kita yang sudah menemukan lahan atau tanah yang cocok, namun belum punya dana untuk membangun. Kita yang membutuhkan tambahan dana untuk renovasi rumah.

Bisa dilihat bahwa setiap jenis pinjaman punya fitur dan keunggulan masing-masing. Mengingat membeli rumah adalah komitmen jangka panjang, maka kita perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan aplikasi bank untuk KPR yang sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan. Semoga rangkuman di atas bisa jadi referensi awal kita dalam memilih KPR yang tepat, ya.

;
Loading