Sukses

Lifestyle

Makna Hari Kartini dari 2 Sosok Perempuan Inspiratif yang Berkarier di E-commerce

Fimela.com, Jakarta Beretepatan dengan perayaan hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2019, banyak hal yang bisa diperlajari dari deretan kisah perempuan inspiratif di tanah air. Kisah menarik tentang perempuan yang meraih pencapaian dan mimpi mereka tak pernah berhenti mendapat decak kagum.

Ketika berbicara mengenai emansipasi perempuan di Indonesia, sosok R.A Kartini tak pernah terlupakan. R.A Kartini merupakan pahlawan dari pulau Jawa yang menjadi ikon sekaligus penggerak emansipasi perempuan melalui karya tulisnya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Perjuangan yang dilakukan oleh R.A. Kartini adalah agar perempuan di Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan yang seluas-luasnya serta setinggi-tingginya.

Era perkembangan teknologi telah membuka pintu menuju berbagai macam potensi dan kesempatan untuk mencapai lebih banyak hal, sehingga cerita inspirasi dari Kartini masa kini yang telah mewujudkan impian mereka pun semakin banyak. Salah satunya deretan perempuan inspiratif yang berkarier di perusahaan e-commerce tanah air, Tokopedia.

Dalam rangka merayakan Hari Kartini yang akan datang, Tokopedia berbagi makna Hari Kartini berdasarkan dua kisah inspiratif dari perempuan yang berjuang di Tokopedia untuk menemukan semangat, motivasi, usaha dan kerja keras.

1. Berani mencoba hal baru di luar zona nyaman

Clarissa Jane Amadea, atau yang akrab disapa Icha, mengawali karirnya di Tokopedia saat karyawannya masih berjumlah sekitar 800 orang. Berasal dari jurusan akuntansi, kini Icha menjadi Culture & Engagement Specialist di Tokopedia.

“Pekerjaan saya saat ini memang melenceng jauh dari jurusan ketika kuliah. Tapi justru saya belajar banyak dari semua bidang yang pernah saya jalani. Saya suka membantu karyawan dalam pengembangan diri dan organisasinya, maka dari itu saya merasa akhirnya berada di tempat yang sesuai dengan keinginan saya,” kata Icha.

Sebelumnya Icha sempat bekerja di perusahaan jasa akuntansi selama tiga tahun, lalu memilih Tokopedia sebagai destinasi karir selanjutnya.

“Saat itu saya selalu berkutat dengan angka. Walaupun saya menikmatinya, namun di satu sisi saya merasa ingin memiliki pekerjaan yang mampu memberikan dampak untuk banyak orang. Maka dari itu saya memilih Tokopedia,” tambah Icha.

Berawal dari posisi Escrow Internal di Tokopedia, Icha kemudian ditransfer ke bagian Corporate Finance & Investor Relation. Setelah banyak terlibat dalam banyak hal yang berkaitan dengan pengembangan diri karyawan, Icha kemudian kembali ditransfer ke Culture & Engagement Tokopedia.

Di divisi ini, Icha banyak berperan dalam pelatihan terhadap karyawan yang baru bergabung dengan Tokopedia, hingga menangani semua acara internal Nakama yang bertujuan untuk pengembangan diri dan organisasi karyawan.

“Di Tokopedia, kita diberi kebebasan untuk belajar, berkarya dan membuat perubahan ke arah yang positif. Jika ternyata kita lebih mampu membuat perubahan di suatu divisi tertentu, maka kita bisa masuk ke sana dan membuat perubahan untuk lebih baik,” kata Icha.

Dalam rangka menyambut hari Kartini, Icha bersama dengan tim dari Culture & Engagement mengadakan SHE @Tokopedia dengan mengundang banyak tokoh inspiratif wanita di Indonesia. Acara ini turut menjadi pencapaian Icha sebagai bagian dari Culture & Engagement Tokopedia.

Perjalanan panjang Icha menemukan tempatnya di Tokopedia menjadi inspirasi bagi semua wanita muda yang masih mencari tujuannya dalam bekerja. Kisah Icha berpindah ke banyak divisi menjadi pelajaran bahwa seseorang tidak harus terpaku pada latar belakangnya saat ini, melainkan dapat menjadi apapun yang dimau jika mempunyai passion yang kuat.

 

2 dari 2 halaman

Mengejar impian

2. Tidak ada alasan untuk berhenti mengejar mimpi sebagai perempuan

Sebagai Senior Communication dan Service Culture di Tokopedia, Siska Indah Pratiwi telah melakukan banyak hal, mulai dari merancang matriks komunikasi hingga membuat guideline komunikasi untuk divisi Operations. Dibalik kerja keras dan ketekunan yang dimilikinya, Siska telah melewati banyak cerita hingga menjadi dirinya saat ini.

Sejak kecil, Siska telah ditempa dengan banyak pengalaman yang menjadikannya seseorang yang kuat seperti saat ini, salah satunya adalah perceraian orangtua Siska. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk meredupkan prestasi yang ia miliki. Sebaliknya, pengalaman itu justru menguatkannya serta memberi perspektif baru.

Siska sadar bahwa perempuan dan laki-laki harus sama-sama mandiri dan tidak bergantung secara penuh kepada orang lain. Hal ini ia pelajari dari Ibunya sendiri, sosok yang kuat dan mandiri dalam membesarkannya.

“Menurut saya, seorang anak harus terus memperjuangkan mimpinya dan tidak menjadikan masalah keluarga sebagai sebuah alasan untuk menyerah atau melakukan sebaliknya,” kata Siska.

Ia berhasil menjadi lulusan terbaik pada gelar Master yang ia jalani, mewujudkan mimpi Ibunya untuk duduk di bangku VIP, melihat anaknya menerima pendidikan yang baik. Pada usia 25 tahun, Siska telah meninggalkan jejak dalam kehidupan banyak orang, dan dia terus membuat jejak positif dalam segala hal yang dia lakukan.

“Kami ingin Tokopedia tidak hanya dikenal untuk perusahaan Teknologi terbaik di Indonesia, tetapi juga dikenal memiliki pengalaman layanan pelanggan terbaik," kata Siska.

Melalui perjuangan Siska dalam menyelaraskan budaya perusahaan dan SOP, Tokopedia telah menerima 14 nominasi sebagai ‘World Best Customer Experience Award’ dan ‘Contact Center World Award’. Kini tujuannya adalah untuk mempersembahkan penghargaan untuk Tokopedia tahun depan.

“Sama sekali tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita jauh lebih kuat dalam banyak hal daripada pria. Secara emosional, mental, dan seringkali fisik,” kata Siska.

Jadi sahabat Fimela, sebagai perempuan Indonesia, jangan berhenti untuk mengejar impian!

Loading
Artikel Selanjutnya
Kartini Masa Kini Itu yang Bisa Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga, Setuju?
Artikel Selanjutnya
Fitriyani Bukri, Perempuan Milenial yang Sukses Berkarier di Perusahaan Raksasa Internasional