Sukses

Lifestyle

Aturan Konsumsi Makanan yang Tepat Agar Tidur Lebih Nyenyak

Fimela.com, Jakarta Kesulitan tidur umum dialami oleh sebagian masyarakat urban. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor gaya hidup dan konsumsi makanan.

Dikutip dari Purewow pada Rabu (24/4/2019) seorang nutrisionis Samantha Cassetty menuturkan seseorang perlu memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi untuk mengoptimalkan tidur. Berikut selengkapnya!

1. Pertimbangkan minum kopi di jam 4 sore

Kopi di sore hari nampak menggoda untuk mengembalikan energi. Namun, kopi setelah jam 4 sore berpotensi untuk merusak pola tidur yang baik. Daripada mengandalkan kafein di sore hari, lebih baik cari pemandangan atau udara segar dengan keluar dari ruang kerja. Mendapatkan udara segar bisa memerangi kelelahan mental yang dirasakan.

2. Makan serat dan magnesium lebih banyak

Dalam studi Universitas Colombia menemukan bahwa diet rendah serat dapat dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih buruk. Sementara, mengonsumsi serat yang lebih tinggi berkaitan erat dengan tidur yang lebih baik. Disarankan untuk mengusahakan 25 gram serat perhari. Serat bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Aturan mengonsumsi makanan yang tepat agar tidur lebih nyenyak

3. Kurangi lemak jenuh dan gula

Penelitian yang sama dari Columbia menunjukkan bahwa lemak jenuh yang terdapat produk susu serta asupan gula yang lebih tinggi dikaitkan dengan kurang tidur. Untuk tidur yang lebih nyenyak, kurangi asupan lemak jenuh dan gula.

4. Perhatikan waktu makan dan tidur

Tidak baik memang untuk langsung berbaring sesudah makan. Hal ini akan menimbulkan refluks asam yang membuat tubuh bangun secara berkala di malam ini. Situasi ini akan membatasi tidur nyenyak. Sebaiknya selesaikan makan pada dua jam sebelum tidur.

5. Perhatikan apa yang diminum

Meskipun alkohol membuat ngantuk, Cassetty memperingatkan soal batasan minuman alkohol yang dikonsumsi. Mengonsumsi alkohol melebihi batas akan menganggu pola tidur.

Loading
Artikel Selanjutnya
Hasil Studi, Tidur Terpisah dari Pasangan Bisa Meningkatkan Kebahagiaan