Sukses

Lifestyle

Perempuan, Pengabdian, dan Pedalaman

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Siti Karimah - Buton

Tahukah sahabat Fimela dengan suatu wilayah bernama Buton? Jika tidak, maka kita sama. Awalnya diriku juga tak tahu dimana itu, bahkan tak pernah membayangkan akan berada di sini. Sampai akhirnya tuntutan pekerjaan mengharuskanku mengabdi di suatu pulau bernama Buton yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara tepat di hari lahirku yang ke 23 tahun.

Diriku bekerja di lembaga pemerintahan non kementerian. Tak terasa sudah setahun lamanya. Semoga ini karena diriku yang telah menerima ketetapan Sang Pencipta. Namun bisa juga karena terlalu padatnya pekerjaan hingga waktu terus berjalan tak terasa lamanya.

Ada banyak pelajaran hidup yang kudapat di perantauan ini. Namun ada satu hal yang ingin kubagikan kepada Sahabat Fimela semua yaitu mengenai penerimaan dan kesyukuran. Sering kita menganggap hanya kesusahanlah yang merupakan cobaan. Namun ternyata kemudahan dan serba kecukupan juga merupakan cobaan. Dengan segala kemudahan yang kita dapatkan setiap harinya, kita menganggap semua kenikmatan itu biasa sehingga kita lupa mensyukuri dan menikmati setiap kemudahan yang kita dapatkan.

Namun sebaliknya, segala kesulitan dan keterbatasan yang kutemukan di sini, mengajarkanku arti kecukupan. Bahwa sedikit tapi cukup itu jauh lebih menentramkan hati daripada banyak namun terus merasa kurang. Dengan kenikmatan yang sedikit, aku menjadi lebih menghargai setiap kenikmatan dan kemudahan yang diberikan Pencipta.

Jadi mulai sekarang setiap ingin mengeluh, aku malu pada Penciptaku. Bagaimana mungkin aku mengeluhkan keterbatasan, padahal di sekelilingku mereka jauh lebih kekurangan.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Pernikahan Itu Meniti Masa Depan Hingga Ajal Menjemput
Artikel Selanjutnya
Tak Kenal Lelah untuk Berjuang Bersama, Itu Esensi Penting dalam Pernikahan