Sukses

Lifestyle

Pertama Kali Terjun ke Dunia Kerja Membuat Perasaan Campur Aduk

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Marissa - Merangin, Jambi

Memulai karier sebagai penerima pendaftaran pasien di sebuah rumah sakit swasta menjadi tempat pertama aku bekerja setelah selama satu tahun menganggur. Sebelumnya, hari-hariku dipenuhi dengan kegelisahan yang dicampur dengan ketakutan tentang bagaimana masa depanku.

Tidak terpikir olehku untuk menulis daftar lamaran yang sudah aku kirim, baik secara langsung ataupun online. Mungkin kalau itu terjadi, lembaran nostalgia pada waktu hari-hari yang dipenuhi kegundahan yang jadi rutinitasku di rumah kala itu akan membuka rekamannya kembali. Sebelumnya, aku menghabiskan hari-hariku di rumah orang tuaku sambil membantunya setiap hari. Aku merasa seperti menjadi beban bagi dia. Lalu aku putuskan untuk pergi ke sebuah pusat kota di Provinsi Jambi.

Pandanganku kala itu kosong. Saat itu yang ada di benakku bahwa aku hanya ingin pergi ke sebuah tempat dan memulai semuanya dari nol. Lalu aku mulai membuat kembali surat lamaranku ke beberapa rumah sakit yang ada di kota itu. Hari-hari terus aku jalani dengan harapan akan ada panggilan dari beberapa lamaranku.

Di sela-sela penantian, aku banyak menghabiskan waktu berbicara keluh kesah pada Tuhan. Sambil sesekali merenung mengoreksi diri. Tembok sisi kamar juga jadi saksi bisu pendengar teriakan setiap lirik doaku.

Singkat cerita, suatu hari aku dipanggil untuk mengikuti ujian di sebuah rumah sakit swasta. Saat itu aku merasa tidak percaya. Tidak pernah berani aku berkhayal untuk panggilan itu karena rumah sakit itu adalah salah satu rumah sakit yang terbaik di Indonesia. Proses seleksi beberapa hari terus aku jalani. Alhasil, aku dinyatakan lulus dan diterima untuk bekerja. Aku sangat bersyukur. Begitu juga dengan orang tuaku.

 

Beradaptasi

Hari pertama bekerja, aku mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja. Mulai dari rekan-rekan kerja dan pasien serta keluarga pasien yang datang. Awalnya, aku terasa begitu sangat kaku. Aku berusaha belajar dari buku bagaimana teori pelayanan di rumah sakit. Beberapa kali juga aku sering membuat kesalahan.

Di sela-sela bekerja sambil mengamat-amati rekan kerja senior yang lain, aku sering merasa tidak layak dan tidak dapat mengikuti standar rumah sakit dari segi intelektual dan komunikasi. Aku terkesan bekerja dengan asal-asalan. Aku juga kadang berusaha sembunyi pergi ke toilet untuk sejenak melepas kegundahan dan kebencian pada diri sendiri. Lalu kembali ke ruangan untuk menyelesaikan tugas sampai jam tugas berakhir.

Suatu hari sewaktu aku mendapat tugas malam, aku mengamati isi rumah sakit yang satu jam lalu turun hujan. Keadaan cukup teduh karena memang sudah lama kota itu terasa sangat terik. Ada petugas keamanan yang berbadan tegap dan kekar membantu mendorong kursi roda pasien, petugas mobil ambulans mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil, anak-anak bermain di lantai bersama orang tuanya, petugas penjaga parkir dengan baju basah membantu keluarga pasien mengarahkan jalan ke pintu keluar, petugas kebersihan selalu memantau keadaan lantai pasca hujan, dokter yang baru saja datang dan berjalan menuju ruangannya untuk kembali memulai jam praktiknya, ya setidaknya pemandangan itu kembali membuka pandanganku tentang makna dari sebuah rumah sakit. Masyarakat yang datang dari luar punya harapan bahwa mereka akan pulang dengan tidak membawa beban. Memposisikan diri sebagai mereka adalah kunci pelayanan, ya itu pelajaran yang pernah aku dapatkan dari senior rekan kerja yang ada di rumah sakit itu.

Begitulah rutinitas pekerjaan yang aku jalani. Seiring berjalannya waktu aku berusaha untuk menikmati peran dan tugas yang sudah diberikan dan disepakati sewaktu proses kontrak dan sampai kontrak berakhir.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Pernikahan Itu Meniti Masa Depan Hingga Ajal Menjemput
Artikel Selanjutnya
Tak Kenal Lelah untuk Berjuang Bersama, Itu Esensi Penting dalam Pernikahan